Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Padahal Baru Mulai, Piala Dunia 2026 Terancam Bahaya: FIFA Disemprot Pakar

Induk organisasi sepak bola dunia FIFA mendapatkan peringatan keras dari sekelompok akademisi terkemuka lintas negara terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Minggu, 14 Juni 2026 - 13:43 WIB
Ilustrasi - Stadion sepak bola di Piala Dunia 2026 mengalami badai panas
Sumber :
  • Gemini Generated AI

tvOnenews.com – Induk organisasi sepak bola dunia FIFA mendapatkan peringatan keras dari sekelompok akademisi terkemuka lintas negara terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Melalui laporan komprehensif yang dirilis BBC, siasat yang disiapkan FIFA dalam mengantisipasi cuaca panas ekstrem selama gelaran Piala Dunia 2026 dinilai sama sekali tidak memadai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alhasil, para bintang sepak bola yang berlaga di lapangan hijau kini terancam menghadapi bahaya kesehatan yang sangat serius.

Ilustrasi - Pemain sepak bola di Piala Dunia 2026 mengalami kepanasan hebat
Ilustrasi - Pemain sepak bola di Piala Dunia 2026 mengalami kepanasan hebat
Sumber :
  • Gemini Generated AI

Lewat sebuah surat terbuka, gabungan pakar kesehatan, iklim, dan olahraga secara blak-blakan menuding bahwa regulasi mitigasi milik FIFA tidak sejalan dengan riset sains modern, sehingga dicap "tidak mungkin bisa dibenarkan" secara medis.

Para ilmuwan ini mendesak FIFA untuk segera mengimplementasikan sistem proteksi yang jauh lebih ketat bagi keselamatan pemain.

Di antaranya meliputi perpanjangan durasi jeda istirahat di tengah laga (cooling break), hingga penyusunan protokol yang lebih transparan terkait opsi pengunduran jadwal atau penundaan pertandingan jika indikator suhu udara sudah memasuki fase sangat ekstrem.

Faktor cuaca panas memang diproyeksikan bakal menjadi musuh utama dalam turnamen akbar empat tahunan yang digulirkan di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

Berdasarkan hasil kajian para peneliti, tingkat suhu udara di 14 dari total 16 stadion yang digunakan diyakini bakal melewati ambang batas normal yang berbahaya.

Sebagai gambaran, di beberapa wilayah selatan AS dan Meksiko utara, suhu rata-rata siang hari saat ini sudah menyentuh 30 derajat Celsius, dan diprediksi bisa meroket ekstrem hingga 40 derajat Celsius sepanjang musim panas.

Jika kalkulasi suhu, tingkat kelembaban, kecepatan angin, hingga radiasi sinar matahari diakumulasikan, para pesepakbola berada dalam risiko besar terkena tekanan panas ekstrem (heat stress) pada organ tubuh mereka.

Langkah Mitigasi FIFA: Pasang Fasilitas Pendingin hingga Aturan WBGT

Ilustrasi - Stadion sepak bola di Piala Dunia 2026 mengalami badai panas
Ilustrasi - Stadion sepak bola di Piala Dunia 2026 mengalami badai panas
Sumber :
  • Gemini Generated AI

Merespons gelombang desakan tersebut, pihak FIFA langsung pasang badan. Melalui pernyataan resminya, mereka menegaskan tetap berkomitmen penuh untuk memprioritaskan kesehatan dan keselamatan seluruh elemen, mulai dari pemain, korps wasit, suporter, sukarelawan, hingga staf di lapangan.

FIFA mengklaim parameter risiko cuaca sudah masuk ke dalam cetak biru perencanaan turnamen.

Sebagai wujud dari komitmen kesejahteraan pemain tersebut, FIFA bakal menerapkan aturan wajib jeda tiga menit di setiap paruh babak pertandingan selama Piala Dunia, tanpa memedulikan kondisi cuaca lokal saat itu.

Tak hanya itu, FIFA juga sesumbar bakal memfasilitasi area bangku cadangan (bench) dengan teknologi pengatur suhu mutakhir demi kenyamanan staf teknis serta pemain cadangan yang bertanding di stadion terbuka (outdoor).

Dalam mengukur tingkat panas, FIFA berencana menggunakan alat ukur standar emas olahraga, yakni Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), yang berfungsi mengintegrasikan variabel panas dan kelembaban udara untuk menilai tekanan fisik pada tubuh manusia.

Secara global, angka WBGT di kisaran 28 derajat Celsius merupakan ambang batas krusial yang wajib diwaspadai karena bisa berdampak fatal bagi ketahanan fisik atlet.

Sesuai regulasi darurat FIFA, andai indikator WBGT menyentuh atau melewati angka 32 derajat Celsius, maka pihak penyelenggara diwajibkan melakukan tindakan preventif kilat guna mencegah munculnya penyakit akibat serangan panas.

Bagi para penonton di tribune, FIFA juga menyiapkan kelonggaran. Suporter diizinkan membawa botol air minum yang masih tersegel. Pihak panitia juga menyediakan fasilitas area teduh (cooling zone), sistem pembuat gerimis buatan (misting system), armada bus pendingin, hingga distribusi air minum skala besar.

4 Tuntutan Nyata Akademisi: FIFA Dianggap 'Main-Main' dengan Nyawa Pemain

Ilustrasi - Pemain sepak bola di Piala Dunia 2026 mengalami kepanasan hebat
Ilustrasi - Pemain sepak bola di Piala Dunia 2026 mengalami kepanasan hebat
Sumber :
  • Gemini Generated AI

Gerakan surat terbuka untuk FIFA ini diinisiasi oleh 20 akademisi papan atas yang berasal dari Inggris (UK), AS, Kanada, Australia, serta beberapa negara Eropa. Mereka menuntut FIFA untuk segera merombak total strategi penanganan cuaca ekstrem lewat empat poin krusial:

Penundaan Laga Otomatis: Memundurkan atau menunda sepak mula (kick-off) pertandingan jika suhu WBGT terdeteksi berada di atas 26–28 derajat Celsius.

Perpanjangan Jeda Hidrasi: Durasi waktu cooling break untuk mendinginkan tubuh wajib diperpanjang minimal menjadi enam menit.

Pembaruan Berbasis Sains: Melakukan update berkala pada pedoman kegawatdaruratan medis mengacu pada riset sains teranyar.

Mereka juga mendesak FIFA untuk menyelaraskan regulasi dengan standar keselamatan yang telah diajukan oleh serikat pemain dunia, Fifpro.

“Keselamatan pemain perlu perhatian langsung dan mendesak karena berbagai hal bisa memburuk dengan sangat cepat ketika orang terlalu kepanasan. Kami khawatir FIFA bermain sembrono dengan kesehatan dan keselamatan para pemain," semprot Andrew Simms selaku Direktur New Weather Institute yang mengoordinasikan surat tersebut.

Pandangan senada diutarakan Profesor Douglas Casa dari University of Connecticut. Ia menilai panduan yang dimiliki FIFA saat ini masih jauh dari kata ideal untuk melindungi atlet.

“Istirahat hidrasi di setiap babak perlu lebih lama dari tiga menit, setidaknya lima menit untuk setiap istirahat dan sebaiknya enam menit. Kami berharap surat terbuka ini meyakinkan FIFA untuk memperbarui pedoman panasnya sebelum Piala Dunia,” desak Prof. Douglas.

Ancaman di edisi 2026 ini dipastikan bakal jauh lebih kompleks. Selain faktor suhu menyengat, potensi badai petir hingga buruknya kualitas udara akibat dampak kebakaran hutan kerap mengintai wilayah AS, Kanada, dan Meksiko saat musim panas bergulir.

Studi terbaru dari World Weather Attribution (WWA) mengungkapkan bahwa risiko indeks panas dan kelembaban di edisi kali ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan saat AS menggelar Piala Dunia 1994 silam akibat efek nyata perubahan iklim global.

Data mereka menunjukkan seperempat total pertandingan berpotensi dimainkan di atas suhu 26 derajat Celsius WBGT, di mana lima laga di antaranya diprediksi menembus batas tidak aman bagi tubuh menurut standar Fifpro.

Meskipun enggan memberikan komentar langsung untuk membalas klaim dari surat terbuka para akademisi tersebut, juru bicara FIFA menjelaskan bahwa pihaknya akan menerapkan skema "model mitigasi panas berjenjang" yang langkahnya akan disesuaikan secara dinamis (real-time) di lapangan.

FIFA menjamin adanya dukungan stasiun meteorologi khusus yang bekerja nonstop sepanjang turnamen, baik di level pusat maupun di seluruh kota penyelenggara.

Data dari WBGT dan pemantauan indeks panas tersebut yang nantinya menjadi dasar utama dalam proses pengambilan keputusan krusial di lapangan.

Pihak federasi mengklaim bahwa draf jadwal pertandingan sejak awal sudah dirancang adaptif terhadap iklim lokal.

Mereka berjanji siap menyesuaikan jam kick-off, membatasi pertandingan di jam-jam rawan suhu ekstrem, hingga menggeser laga untuk dimainkan di dalam stadion tertutup (indoor).

Jadwal dinamis itu juga diklaim bertujuan meminimalkan jarak tempuh perjalanan tim serta memaksimalkan masa pemulihan (recovery) pemain.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prediksi Skor Jerman vs Curacao Piala Dunia 2026, Die Mannschaft Wajib Menang untuk Hindari Kejutan Besar

Prediksi Skor Jerman vs Curacao Piala Dunia 2026, Die Mannschaft Wajib Menang untuk Hindari Kejutan Besar

Prediksi skor Jerman vs Curacao pada Grup E Piala Dunia 2026. Die Mannschaft incar start sempurna, sementara Curacao berusaha menciptakan kejutan di debut mereka.
Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu di Perbatasan RI-Malaysia, Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Ringkus WNA

Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu di Perbatasan RI-Malaysia, Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Ringkus WNA

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad menggagalkan upaya penyelundupan puluhan kilogram narkoba di jalur rawan pelintasan ilegal sektor kanan PLBN Entikong.
Rieke Diah Pitaloka Kritik Anggaran KemenHAM, Akademisi: Dukungan Manajemen Bukan Hanya Belanja Pegawai

Rieke Diah Pitaloka Kritik Anggaran KemenHAM, Akademisi: Dukungan Manajemen Bukan Hanya Belanja Pegawai

Akademisi Iwan Setiadi menilai kritik terhadap besarnya alokasi dukungan manajemen KemenHAM perlu dibaca secara lebih hati-hati. Menurut Iwan dukungan manajemen
Antisipasi Kecelakaan Laut di Pangandaran, Satpolairud Tingkatkan Patroli

Antisipasi Kecelakaan Laut di Pangandaran, Satpolairud Tingkatkan Patroli

Mengantisipasi kecelakaan laut yang dapat menimpa wisatawan pada masa libur di kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Minggu, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Pangandaran, Polda Jawa Barat, meningkatkan patroli pantai.
Meutya Hafid: Internet Pisau Bermata Dua, Generasi Muda Tingkatkan Kewaspadaan Kejahatan Digital

Meutya Hafid: Internet Pisau Bermata Dua, Generasi Muda Tingkatkan Kewaspadaan Kejahatan Digital

Menkomdigi Meutya Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat terkhusus generasi muda untuk terus meningkatkan kewaspadaan dari bahaya kejahatan dunia digital.
Dorong Ekonomi Kerakyatan, Pertapreneur Aggregator Cetak UMKM Penggerak Ekosistem Pasar

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Pertapreneur Aggregator Cetak UMKM Penggerak Ekosistem Pasar

Pertapreneur Aggregator 2025-2026 telah menjaring 100 UMKM terbaik dari 730 peserta UMK Academy 2025 yang lolos tahap nasional di berbagai daerah di Indonesia.

Trending

Ramalan Shio 15 Juni 2026: Keuangan 12 Shio di Awal Pekan, Ada yang Dapat Rezeki Tanpa Diduga

Ramalan Shio 15 Juni 2026: Keuangan 12 Shio di Awal Pekan, Ada yang Dapat Rezeki Tanpa Diduga

Ramalan shio keuangan 15 Juni 2026 hadir lengkap dengan angka hoki 12 shio. Cek shiomu sekarang, siapa yang dapat rezeki tanpa diduga di awal pekan ini!
Senjata Andalan Pratama Arhan di Timnas Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Piala Dunia 2026

Senjata Andalan Pratama Arhan di Timnas Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan media Vietnam. Senjata khas skuad Garuda yang selama ini identik Pratama Arhan dikaitkan dengan momen Piala Dunia.
Fox News Klaim Iran Setuju Tak Akan Pungut Biaya Tol di Selat Hormuz

Fox News Klaim Iran Setuju Tak Akan Pungut Biaya Tol di Selat Hormuz

Fox News mengutip seorang sumber menyebut Iran telah setuju untuk tidak memungut biaya tol dari kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz sebagai bagian dari perjanjian penyelesaian isu dengan Amerika Serikat. 
Piala Dunia 2026: Reaksi Tak Terduga Pelatih Maroko Usai Tahan Imbang Brasil 1-1, Sebut Singa Atlas Belum Main Serius

Piala Dunia 2026: Reaksi Tak Terduga Pelatih Maroko Usai Tahan Imbang Brasil 1-1, Sebut Singa Atlas Belum Main Serius

Timnas Maroko membuat kejutan pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026. Singa Atlas menahan Brasil dengan skor 1-1 di Stadion MetLife, Minggu (14/6/2026).
Finansial Zodiak Pekan Ini, 15-21 Juni 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Finansial Zodiak Pekan Ini, 15-21 Juni 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Berikut ramalan finansial zodiak pekan ini, 15-21 Juni 2026 untuk enam zodiak terakhir, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 15 Juni 2026: Gemini Ketiban Durian Runtuh

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 15 Juni 2026: Gemini Ketiban Durian Runtuh

Tanggal 15 Juni 2026 diperkirakan menjadi hari yang membawa peluang keuangan menarik bagi sejumlah zodiak. Ini 6 zodiak yang diprediksi paling bercuan deras.
Kakek 70 Tahun Diduga Hendak Diculik di Penjaringan, Dua Terduga Pelaku Teridentifikasi

Kakek 70 Tahun Diduga Hendak Diculik di Penjaringan, Dua Terduga Pelaku Teridentifikasi

Polsek Metro Penjaringan masih mendalami soal pria lanjut usia berinisial GH (70) yang diduga nyaris menjadi korban penculikan saat olahraga pagi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT