Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Seorang wasit yang memiliki rekam jejak pernah memimpin pertandingan di kompetisi Liga Indonesia Shaun Evans sempat menjadi sorotan tajam di Piala Dunia 2026 ..
Selasa, 16 Juni 2026 - 11:10 WIB
Wasit VAR Piala Dunia 2026 Shaun Evans yang juga mantan wasit Liga Indonesia bikin heboh dengan gestur "oke" terbalik
Sumber :
  • Tangkapan layar

tvOnenews.com – Panggung megah Piala Dunia 2026 mendadak diguncang kontroversi hebat di luar urusan teknis lapangan hijau. Seorang wasit yang memiliki rekam jejak pernah memimpin pertandingan di kompetisi Liga Indonesia Shaun Evans sempat menjadi sorotan tajam dan menuai kecaman luas setelah dituding memperlihatkan gestur yang identik dengan simbol supremasi kulit putih (white supremacy).

Merespons kegaduhan yang terjadi di ruang publik secara masif, FIFA bergerak cepat dengan segera meluncurkan investigasi mendalam untuk mengusut tuntas insiden di ruang VAR tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, berdasarkan hasil penelusuran komprehensif, badan sepak bola tertinggi di dunia itu secara resmi menyatakan bahwa tidak ada aturan regulasi yang dilanggar oleh sang pengadil lapangan.

"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, tidak ditemukan bukti adanya pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA," demikian pernyataan singkat dari pihak FIFA yang dikutip tvOnenews.com melalui BBC Sport, Selasa (15/6/2026).

Wasit VAR Piala Dunia 2026 Shaun Evans yang juga mantan wasit Liga Indonesia bikin heboh dengan gestur
Wasit VAR Piala Dunia 2026 Shaun Evans yang juga mantan wasit Liga Indonesia bikin heboh dengan gestur
Sumber :

Melalui rilis resmi yang dikeluarkan oleh otoritas FIFA tersebut, Shaun Evans menolak dengan sangat tegas segala tuduhan miring yang menyebut dirinya sengaja memperlihatkan simbol kelompok supremasi kulit putih.

Wasit yang kini menginjak usia 38 tahun itu menjelaskan secara mendetail bahwa gerakan tangan kontroversial itu murni terjadi secara tidak sengaja.

"Gestur itu merupakan gerakan refleks yang tidak disengaja dan terjadi secara bawah sadar," ujar Evans mengklarifikasi.

Dirinya mengaku sama sekali tidak menyadari tindakan fisik tersebut sewaktu kamera siaran resmi pertandingan milik FIFA sedang menyorot aktivitas kru di dalam ruang VAR.

"Saya tidak menyadari telah membuat gerakan itu dan saya sama sekali tidak berniat menyampaikan pesan, afiliasi, permainan, ataupun keyakinan apa pun," tegasnya lagi.

Lebih lanjut, pria asal Australia ini menerangkan bahwa segala narasi bersayap serta pemberitaan negatif yang beredar luas di berbagai media internasional pasca-insiden sama sekali tidak mencerminkan kepribadian aslinya.

Walau demikian, ia memaklumi adanya sensitivitas dan salah paham yang muncul dari masyarakat dunia.

"Pemberitaan yang muncul setelah kejadian ini sama sekali tidak mencerminkan diri saya. Saya memahami bagaimana gestur itu ditafsirkan dan saya menyesalkannya. Tapi saya ingin menegaskan dengan sangat jelas bahwa saya tidak secara sadar atau sengaja membuat simbol seperti yang dituduhkan," lanjut pria yang pernah menjadi wasit asing di Liga Indonesia pada musim 2017 silam itu.

Guna memperkuat pembelaannya, Evans membeberkan bukti kuat berupa rekaman video asli di dalam ruang VAR yang diambil sepanjang jalannya pertandingan.

Berdasarkan rekaman utuh tersebut, ia terpantau memang kerap melakukan gerakan motorik serupa secara berulang, terutama ketika jemarinya tengah memegang atau menyelipkan alat tulis.

"Foto dan rekaman yang diambil selama pertandingan memperlihatkan bahwa saya mengulangi gerakan itu berkali-kali saat memegang pena di antara jari-jari saya," jelas sang pengadil lapangan A-League tersebut.

Bagi Evans, kesempatan emas dipercaya masuk ke dalam jajaran korps ofisial dalam turnamen sepak bola terakbar di jagat raya ini merupakan puncak pencapaian tertinggi sekaligus sebuah kehormatan luar biasa dalam karier profesionalnya sebagai pengadil lapangan.

"Menjadi bagian dari perangkat pertandingan di Piala Dunia adalah kehormatan terbesar dalam karier saya dan saya menantikan kesempatan untuk terus mendukung rekan-rekan wasit selama turnamen ini," pungkas Shaun Evans menutup pernyataannya secara optimistis.

Sebagai informasi, polemik ini pertama kali pecah sesaat sebelum laga penyisihan grup Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Jerman melawan Curacao dimulai pada hari Minggu kemarin, di mana laga tersebut berakhir dengan keunggulan telak panser Jerman 7-1.

Petaka muncul ketika sorotan kamera beralih ke dalam ruang Video Assistant Referee (VAR) yang berpusat di Dallas.

Shaun Evans yang bertugas sebagai asisten wasit video di ruangan tersebut tertangkap kamera memberikan gestur jari membentuk simbol 'Oke' dengan posisi lingkaran mengarah ke bawah.

Pola jari tersebut dinilai menyerupai huruf W dan P yang merupakan akronim dari slogan 'White Power'.

Bahkan, tidak sedikit pengamat yang mengategorikannya sebagai gestur khas kelompok neo-Nazi atau simbol kebencian sayap kanan ekstrem global, mengacu pada ketetapan badan anti-kebencian dunia, Anti-Defamation League (ADL).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum FIFA merilis hasil investigasi bersih ini, mitra resmi FIFA dan UEFA dalam memantau tindakan rasialisme, Fare Network, sempat melayangkan tuntutan keras agar nama Shaun Evans langsung dicoret dan diusir dari sisa seluruh agenda pertandingan Piala Dunia 2026 karena dianggap telah mencoreng nilai sportivitas.

Namun dengan keluarnya hasil investigasi resmi ini, posisi Shaun Evans dipastikan aman untuk terus bertugas. 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menteri HAM Bantah MBG Langgar HAM: Komentar Komnas HAM Dangkal, Tak Ngerti Prinsip HAM

Menteri HAM Bantah MBG Langgar HAM: Komentar Komnas HAM Dangkal, Tak Ngerti Prinsip HAM

Menteri Hak Asasi Manusia (Menteri HAM) Natalius Pigai bantah Makan Bergizi Gratis (MBG) langar Hak Asasi Manusia (HAM). Bahkan, Pigai menegaskan program MBG
Polda Jatim Perketat Pengamanan 1 Suro, Imbau Masyarakat Tidak Konvoi

Polda Jatim Perketat Pengamanan 1 Suro, Imbau Masyarakat Tidak Konvoi

Polda Jawa Timur meningkatkan pengamanan dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah atau 1 Suro dalam penanggalan Jawa.
Nanda Persada Sarankan Dugaan Kekerasan ke Betrand Peto Dibawa ke Jalur Hukum

Nanda Persada Sarankan Dugaan Kekerasan ke Betrand Peto Dibawa ke Jalur Hukum

Nanda Persada, mantan manajer Sarwendah, menyarankan dugaan kekerasan ke Betrand Peto dibawa ke jalur hukum jika terbukti benar terjadi. 
Skor Akhir Laga Spanyol vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 Sukses Hancurkan Prediksi Semua Orang

Skor Akhir Laga Spanyol vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 Sukses Hancurkan Prediksi Semua Orang

Seorang penggemar sepak bola harus kehilangan uang yang sangat besar setelah hasil mengejutkan antara Spanyol melawan Tanjung Verde yang berakhir imbang 0-0.
Top Skor AVC Women's Cup 2026: Lampaui Para Hitter, Chelsa Berliana jadi Mesin Pendulang Poin Timnas Voli Putri Indonesia

Top Skor AVC Women's Cup 2026: Lampaui Para Hitter, Chelsa Berliana jadi Mesin Pendulang Poin Timnas Voli Putri Indonesia

Top Skor AVC Women's Cup 2026 yang sangat disayangkan sekali tidak ada satu pun pemain dari Timnas Voli Putri Indonesia berhasil menembus peringkat 10 besar.
Semangat Banget Masuk Timnas Indonesia, Pemain Muda ini Ternyata dari Klub Australia, Siapa?

Semangat Banget Masuk Timnas Indonesia, Pemain Muda ini Ternyata dari Klub Australia, Siapa?

Kabar bagus nih buat pecinta sepakbola Indonesia. Sebab tidak lama lagi kedatangan pemain muda yang siap perkuat Timnas Indonesia.

Trending

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Mencuat kabar terkait Elza Syarief mengundurkan diri sebagai kuasa hukumnya eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG. Sontak
Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Seorang wasit yang memiliki rekam jejak pernah memimpin pertandingan di kompetisi Liga Indonesia Shaun Evans sempat menjadi sorotan tajam di Piala Dunia 2026 ..
Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Kabar mengejutkan datang dari kontestan Piala Dunia 2026. Timnas Haiti terpaksa harus mengganti desain jersey yang sedianya bakal mereka gunakan sepanjang ... -
Elkan Baggott Resmi Dipertahankan Ipswich Town untuk Musim 2026-2027, Kesempatan Pemain Timnas Indonesia Pertama di Liga Inggris Terbuka Lebar

Elkan Baggott Resmi Dipertahankan Ipswich Town untuk Musim 2026-2027, Kesempatan Pemain Timnas Indonesia Pertama di Liga Inggris Terbuka Lebar

Elkan Baggott sempat dirumorkan menjadi pemain yang hengkang dari klub setelah kepergian sang manajer tim, Kieran McKenna dari Ipswich Town. 
Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Skor akhir 0-0 membuat Tanjung Verde sukses mencuri perhatian dunia setelah menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol pada laga Grup H, Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membongkar peredaran obat keras daftar G ilegal yang terjadi dalam periode Mei 2026 di wilayah hukumnya.
Tanpa Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Lolos ke Final Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026

Tanpa Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Lolos ke Final Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026

Meski tak diperkuat pemain asing maupun andalannya seperti Megawati Hangestri, namun Hyundai Hillstate nyatanya berhasil lolos ke finaal Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT