PSSI Korea Batasi Media Peliputan Piala Dunia Setelah Son Heung-min Kena Nyinyir Oknum Jurnalis
- Reuters - Luciano Gonzalez / Anadolu
Tak lama kemudian, terdengar pria lain mengeluarkan kata-kata kasar sambil merendahkan para pemain dengan mengaitkannya dengan wajib militer. Rekaman suara tersebut tersebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik Korea Selatan.
Karena suara percakapan terdengar cukup jelas, sebagian netizen sempat mencurigai bahwa komentar tersebut berasal dari kru peliput JTBC.
Namun, JTBC langsung memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan tersebut.
"Ucapan yang terekam dalam video sama sekali bukan berasal dari reporter kami," tegas pihak JTBC.
Mereka menjelaskan bahwa karakteristik kamera ENG yang digunakan untuk peliputan membuat suara di sekitar lokasi terekam cukup jelas. Karena latihan dilakukan secara terbuka dan dihadiri banyak orang, berbagai suara dari pengunjung ikut masuk ke dalam rekaman.
JTBC juga mengakui bahwa mereka awalnya tidak menyadari keberadaan suara tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan ulang, pihak stasiun televisi segera membisukan bagian yang bermasalah, menghapus segmen terkait, dan mengunggah ulang video yang telah diedit.
KFA berharap kejadian serupa tidak terulang lagi selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Federasi meminta seluruh media dan pihak yang berada di sekitar tim untuk menunjukkan sikap profesional dan memberikan perhatian penuh terhadap kenyamanan para pemain.
"Kami meminta seluruh media dan personel peliputan untuk menunjukkan tanggung jawab dan perhatian terhadap tim nasional agar situasi serupa tidak terulang. Kami akan terus berupaya menciptakan lingkungan peliputan yang sehat," tutup KFA.
Load more