FIFA Putuskan Tak Bersalah dan Dipertahankan Piala Dunia, Wasit Australia Shaun Evans Akui Tak Sadar Beri Gestur Rasial
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - FIFA memutuskan bahwa wasit Australia, Shaun Evans terbukti tak bersalah atas gestur rasial White Power yang diberikannya di laga Piala Dunia 2026 antara Jerman melawan Curacao.
Shaun Evans yang saat itu bertugas sebagai asisten wasit Video Assistant Referee (VAR) pun memastikan bahwa ia tidak bermaksud menunjukkan gestur rasial ketika kamera menyoroti ruang VAR.
Dilansir dari laman Sky Sports, Shaun Evans terlihat membuat gestur tangan berbentuk simbol "OK" terbalik di dekat kaki kanannya.
Gestur tersebut memang dikenal sebagai permainan tangan biasa atau "circle game", namun dalam beberapa tahun terakhir juga dikaitkan dengan kelompok ekstrem kanan dan simbol supremasi kulit putih. Organisasi Anti-Defamation League (ADL) yang berbasis di New York bahkan memasukkan simbol tersebut ke dalam daftar simbol kebencian sejak 2019.
Kontroversi itu memicu desakan dari berbagai pihak agar Evans dicopot dari tugasnya di Piala Dunia 2026.
Namun setelah meminta klarifikasi dan melakukan penyelidikan, Komite Disiplin FIFA menyatakan tidak menemukan bukti adanya pelanggaran.
"Dapat kami konfirmasi bahwa setelah meninjau masalah yang melibatkan support video assistant referee Shaun Evans, tidak ditemukan bukti adanya pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA. Komite Disiplin juga telah memperhatikan pernyataan dari Tuan Evans," bunyi pernyataan resmi Komite Disiplin FIFA dikutip Selasa (16/6/2026).
Shaun Evans sendiri membantah tudingan tersebut dan menegaskan tidak pernah berniat menyampaikan pesan atau afiliasi tertentu melalui gerakan tangannya.
"Saya ingin menjelaskan bahwa saya tidak secara sengaja membuat gestur atau simbol tangan untuk menyampaikan pesan, afiliasi, permainan, atau keyakinan apa pun," kata Evans.
Menurutnya, gerakan tersebut terjadi secara tidak sadar karena kebiasaannya dalam memegang pulpen.
"Satu-satunya penjelasan yang bisa saya berikan adalah bahwa gerakan itu merupakan refleks bawah sadar yang tidak disengaja dan saya bahkan tidak menyadarinya saat itu terjadi," ujar Evans.
Ia juga mengungkapkan bahwa foto-foto lain yang diambil selama pertandingan menunjukkan dirinya berulang kali melakukan gerakan serupa ketika memegang pena di sela-sela jarinya.
"Pemberitaan yang muncul setelah insiden ini tidak mencerminkan siapa diri saya sebenarnya. Saya memahami bagaimana gestur itu ditafsirkan dan saya menyesal atas hal tersebut. Namun saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah secara sadar ataupun sengaja membuat simbol seperti yang dituduhkan," lanjutnya.
Evans menambahkan bahwa kesempatan bertugas di Piala Dunia merupakan pencapaian terbesar dalam kariernya.
"Menjadi ofisial di Piala Dunia adalah kehormatan terbesar dalam karier saya dan saya menantikan untuk terus mendukung rekan-rekan saya sepanjang turnamen ini," kata wasit yang pernah memimpin laga Persib vs Persija tersebut. (hfp)
Load more