News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

FIFA Putuskan Tak Bersalah dan Dipertahankan Piala Dunia, Wasit Australia Shaun Evans Akui Tak Sadar Beri Gestur Rasial

Shaun Evans yang saat itu bertugas sebagai asisten wasit Video Assistant Referee (VAR) pun memastikan bahwa ia tidak bermaksud menunjukkan gestur rasial ketika kamera menyoroti ruang VAR.
Selasa, 16 Juni 2026 - 15:29 WIB
Shaun Evans Jadi Wasit Pertandingan Timnas Indonesia Vs Irak
Sumber :
  • AFC

Jakarta, tvOnenews.com - FIFA memutuskan bahwa wasit Australia, Shaun Evans terbukti tak bersalah atas gestur rasial White Power yang diberikannya di laga Piala Dunia 2026 antara Jerman melawan Curacao

Shaun Evans yang saat itu bertugas sebagai asisten wasit Video Assistant Referee (VAR) pun memastikan bahwa ia tidak bermaksud menunjukkan gestur rasial ketika kamera menyoroti ruang VAR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari laman Sky Sports, Shaun Evans terlihat membuat gestur tangan berbentuk simbol "OK" terbalik di dekat kaki kanannya.

Gestur tersebut memang dikenal sebagai permainan tangan biasa atau "circle game", namun dalam beberapa tahun terakhir juga dikaitkan dengan kelompok ekstrem kanan dan simbol supremasi kulit putih. Organisasi Anti-Defamation League (ADL) yang berbasis di New York bahkan memasukkan simbol tersebut ke dalam daftar simbol kebencian sejak 2019.

Kontroversi itu memicu desakan dari berbagai pihak agar Evans dicopot dari tugasnya di Piala Dunia 2026.

Namun setelah meminta klarifikasi dan melakukan penyelidikan, Komite Disiplin FIFA menyatakan tidak menemukan bukti adanya pelanggaran.

"Dapat kami konfirmasi bahwa setelah meninjau masalah yang melibatkan support video assistant referee Shaun Evans, tidak ditemukan bukti adanya pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA. Komite Disiplin juga telah memperhatikan pernyataan dari Tuan Evans," bunyi pernyataan resmi Komite Disiplin FIFA dikutip Selasa (16/6/2026).

Shaun Evans sendiri membantah tudingan tersebut dan menegaskan tidak pernah berniat menyampaikan pesan atau afiliasi tertentu melalui gerakan tangannya.

"Saya ingin menjelaskan bahwa saya tidak secara sengaja membuat gestur atau simbol tangan untuk menyampaikan pesan, afiliasi, permainan, atau keyakinan apa pun," kata Evans.

Menurutnya, gerakan tersebut terjadi secara tidak sadar karena kebiasaannya dalam memegang pulpen.

"Satu-satunya penjelasan yang bisa saya berikan adalah bahwa gerakan itu merupakan refleks bawah sadar yang tidak disengaja dan saya bahkan tidak menyadarinya saat itu terjadi," ujar Evans.

Ia juga mengungkapkan bahwa foto-foto lain yang diambil selama pertandingan menunjukkan dirinya berulang kali melakukan gerakan serupa ketika memegang pena di sela-sela jarinya.

"Pemberitaan yang muncul setelah insiden ini tidak mencerminkan siapa diri saya sebenarnya. Saya memahami bagaimana gestur itu ditafsirkan dan saya menyesal atas hal tersebut. Namun saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah secara sadar ataupun sengaja membuat simbol seperti yang dituduhkan," lanjutnya.

Evans menambahkan bahwa kesempatan bertugas di Piala Dunia merupakan pencapaian terbesar dalam kariernya.

"Menjadi ofisial di Piala Dunia adalah kehormatan terbesar dalam karier saya dan saya menantikan untuk terus mendukung rekan-rekan saya sepanjang turnamen ini," kata wasit yang pernah memimpin laga Persib vs Persija tersebut. (hfp)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

Bagi yang sedang mencari referensi kalimat singkat, menarik, dan berkesan, berikut lima belas ucapan HUT RI ke-81 yang siap menyemarakkan Status WhatsApp Anda.

Trending

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Perjalanan KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, sempat terganggu setelah seorang siswi SMA kelas 10 tertabrak kereta rel listrik (KRL), Senin (10/8/2026).
Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Sosok wanita berbaju putih disebut mengambil mikrofon MC Newport sebelum muncul challenge hafalan Surat Ad-Duha berhadiah minuman beralkohol. Siapa dia?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT