Profil Eloy Room, Kiper Veteran yang Pernah Dipermalukan Pilar Timnas Indonesia dan Kini Cetak Sejarah Bareng Curacao di Piala Dunia 2026
- REUTERS/Hannah Mckay
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Eloy Room mendadak menjadi sorotan dunia setelah tampil luar biasa saat Curacao menahan imbang Ekuador pada Piala Dunia 2026. Penampilan heroiknya di bawah mistar gawang tidak hanya menyelamatkan timnya dari kekalahan, tetapi juga mengantarkannya mencatatkan rekor bersejarah.
Kiper berusia 37 tahun itu menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus para pemain Ekuador. Berkat aksinya, Curacao berhasil mengamankan hasil imbang tanpa gol pada laga Grup E yang berlangsung di Stadion Kansas City, Minggu (21/6/2026).
Sepanjang pertandingan, Ekuador tampil dominan dan terus menggempur pertahanan Curacao. Namun, hampir seluruh peluang yang tercipta mampu dimentahkan oleh Eloy Room.
Statistik pertandingan menunjukkan betapa sibuknya sang penjaga gawang. Dari total 28 percobaan tembakan yang dilepaskan Ekuador, Room berhasil melakukan 15 penyelamatan penting.
Jumlah tersebut menjadi catatan luar biasa dalam sejarah Piala Dunia. Penampilan itu membuat namanya masuk dalam daftar kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak dalam satu pertandingan di ajang sepak bola terbesar dunia.
Bahkan, catatan yang ditorehkan Room melampaui rekor lama yang bertahan selama puluhan tahun untuk pertandingan dalam waktu normal. Sebelumnya, pencapaian serupa pernah dicatatkan Ramon Quiroga dari Peru pada Piala Dunia 1978.
Tak hanya mencetak rekor pribadi, Room juga membantu Curacao menorehkan sejarah baru. Hasil imbang melawan Ekuador menjadi poin pertama yang diraih negara tersebut sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia.
- REUTERS
Pencapaian itu terasa semakin spesial karena Curacao datang ke laga tersebut setelah mengalami kekalahan telak pada pertandingan sebelumnya. Mereka sempat menjadi bulan-bulanan Jerman sebelum akhirnya bangkit dan meraih hasil bersejarah.
Di balik penampilan heroiknya, Eloy Room merupakan sosok yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia sepak bola. Ia lahir di Nijmegen, Belanda, pada 6 Februari 1989 dan mulai meniti karier sejak usia muda.
Langkah awalnya dimulai bersama akademi SCE Nijmegen pada 1996. Setelah itu, ia melanjutkan perkembangan kariernya di sejumlah akademi lain sebelum bergabung dengan Vitesse Arnhem.
Bersama klub tersebut, Room perlahan membangun reputasi sebagai salah satu kiper potensial di Belanda. Ia kemudian menembus tim utama dan mulai merasakan atmosfer kompetisi profesional.
Load more