News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gagal Total di Piala Dunia 2026, Mengapa Qatar Tersingkir dari Fase Grup?

Kegagalan ini dapat ditinjau dari dua aspek utama yang saling berkaitan, yaitu performa buruk di atas lapangan dan regulasi baru FIFA untuk Piala Dunia 2026.
Kamis, 25 Juni 2026 - 23:25 WIB
Pemai Timnas Qatar Sultan Albrake dalam laga Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS/Carlos Barria

tvOnenews.com - Perjalanan tim nasional Qatar di Piala Dunia FIFA 2026 harus berakhir lebih awal setelah mereka dipastikan tereliminasi di babak penyisihan grup.

Berdasarkan data resmi turnamen, Qatar yang tergabung di Grup B bersama Swiss, Kanada, serta Bosnia dan Herzegovina, tidak mampu berbicara banyak dan gagal melaju ke fase gugur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegagalan tragis ini dapat ditinjau dari dua aspek utama yang saling berkaitan, yaitu performa buruk di atas lapangan dari segi permainan serta sistem kompetisi baru yang diatur dalam regulasi resmi FIFA.

Amar Memic dan Edmilson Junior dalam laga Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026
Amar Memic dan Edmilson Junior dalam laga Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS/Carlos Barria

Dari segi permainan, statistik Qatar sepanjang fase grup menunjukkan kelemahan yang sangat mencolok, baik dalam skema menyerang maupun sistem pertahanan.

Dalam tiga pertandingan yang dijalani, Qatar sama sekali tidak berhasil meraih satu pun kemenangan. Mereka hanya mencatatkan satu hasil imbang yang berharga satu poin dan harus menelan dua kekalahan telak.

Masalah terbesar Qatar terletak pada rapuhnya barisan lini belakang mereka yang kebobolan hingga sepuluh gol hanya dalam tiga laga.

Di sisi lain, lini depan mereka tampil mandul dan hanya bisa menyarangkan dua gol ke gawang lawan.

Dengan produktivitas yang rendah dan jumlah kemasukan yang masif, Qatar mengakhiri turnamen dengan selisih gol yang sangat buruk, yaitu minus delapan (-8). Ketidakmampuan menjaga keseimbangan permainan ini membuat mereka terbenam di dasar klasemen.

Ahmed Fathy dan Issa Laye dalam laga Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026
Ahmed Fathy dan Issa Laye dalam laga Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • IMAGN IMAGES via Reuters/Blake Dahlin

Sementara itu, dari segi peraturan FIFA, format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 negara menerapkan aturan kelolosan yang tidak memberi ampun bagi tim di posisi terbawah.

Menurut regulasi FIFA, 48 tim tersebut dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat peserta.

Aturan kompetisi menetapkan bahwa dua tim teratas dari setiap grup akan lolos otomatis ke babak 32 besar.

Untuk menggenapi slot, FIFA juga memberikan kesempatan bagi delapan tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup untuk ikut melaju ke babak berikutnya.

Regulasi ketat inilah yang akhirnya mengunci nasib Qatar. Karena hanya mampu mengoleksi satu poin, Qatar finis di peringkat keempat alias juru kunci di Grup B, di bawah Swiss (7 poin), Kanada (4 poin), dan Bosnia dan Herzegovina (4 poin).

Mohamed Manai, Issa Laye Akram Afif, Ayoub Aloui, dan Abdulaziz Hatem dalam laga Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026
Mohamed Manai, Issa Laye Akram Afif, Ayoub Aloui, dan Abdulaziz Hatem dalam laga Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS/Carlos Barria

Berdasarkan aturan FIFA, posisi juru kunci langsung dinyatakan gugur otomatis tanpa peluang masuk dalam kalkulasi perebutan tiket peringkat ketiga terbaik.

Bahkan, aturan pemecah hasil imbang (tie-breakers) FIFA yang rumit, seperti selisih gol total, jumlah gol, hingga poin kedisiplinan, tidak lagi berlaku bagi mereka karena jarak poin yang sudah tertinggal jauh.

Perpaduan antara hasil buruk di lapangan dan regulasi grup memaksa Qatar menyudahi petualangan mereka lebih cepat, dan harus angkat koper lebih dulu menyusul Turki dan Haiti yang sudah lebih dulu tersingkir. (ism)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi! KOVO Cup 2026 Gunakan Aturan Baru, Ini Penjelasannya

Resmi! KOVO Cup 2026 Gunakan Aturan Baru, Ini Penjelasannya

Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) resmi mengumumkan sejumlah regulasi baru yang akan mulai diberlakukan di turnamen pramusim KOVO Cup 2026. Sejumlah aturan pun berubah, termasuk soal pelanggaran dalam pertandingan.
Bursa Transfer AC Milan: Tambal Lini Belakang, Rossoneri Bersaing dengan Aston Villa dan Tottenham untuk Kim Min-Jae

Bursa Transfer AC Milan: Tambal Lini Belakang, Rossoneri Bersaing dengan Aston Villa dan Tottenham untuk Kim Min-Jae

AC Milan terus mencari bek tengah baru untuk memperkuat lini pertahanan. Kim Min-Jae menjadi salah satu nama yang kini masuk radar Rossoneri.
BREAKING
NEWS
Ini Alasan Masinis Argo Bromo Jadi Tersangka, Pengereman Darurat Dinilai Terlambat

Ini Alasan Masinis Argo Bromo Jadi Tersangka, Pengereman Darurat Dinilai Terlambat

Masinis Argo Bromo AN jadi tersangka karena pengereman darurat dinilai seharusnya dilakukan lebih jauh dari 263 meter titik tumburan.
Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak Filipina, Komnas HAM Soroti Perlindungan Korban TPPO

Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak Filipina, Komnas HAM Soroti Perlindungan Korban TPPO

Komnas HAM apresiasi pengampunan mutlak Filipina untuk Mary Jane Veloso dan mendorong penguatan perlindungan korban TPPO serta HAM.
13 Hari Menanti, Surono Korban KM Virgo Transport 8 Akhirnya Ditemukan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman Jombang

13 Hari Menanti, Surono Korban KM Virgo Transport 8 Akhirnya Ditemukan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman Jombang

Penantian panjang keluarga Surono (37), korban KM Virgo yang merupakan warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, akhirnya berujung kepastian.
Kata Pelatih Ganda Campuran Usai Amri/Nita Sukses Bawa Pulang Medali Perak Asian Games 2026: Targetnya Memang Medali

Kata Pelatih Ganda Campuran Usai Amri/Nita Sukses Bawa Pulang Medali Perak Asian Games 2026: Targetnya Memang Medali

Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali pada gelaran Asian games 2026 ini lewat cabang olahraga bulu tangkis nomor perorangan di sektor ganda campuran.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT