Presiden Korea Selatan Ngamuk Timnasnya Gagal Total di Piala Dunia 2026: Tercium Aroma Skandal Orang Dalam Federasi
- REUTERS/Kim Hong-Ji TPX IMAGES OF THE DAY | REUTERS/Daniel Becerril (kolase dibuat dengan Gemini AI)
tvOnenews.com – Kegagalan tragis Timnas Korea Selatan melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 berbuntut panjang dan melahirkan prahara besar.
Bukan hanya memicu gelombang kemarahan suporter, hasil jeblok Taeguk Warriors kini resmi menyeret ranah politik setelah Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara terbuka meluapkan kekecewaan mendalamnya.
Tak main-main, Presiden Lee bahkan langsung menginstruksikan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengusut bobroknya penyebab kegagalan tim nasional.
- REUTERS/Amanda Perobelli
Sasaran tembak utama sang kepala negara mengarah langsung pada proses penunjukan pelatih Hong Myung-bo yang sejak awal dinilai penuh kontroversi.
Pernyataan super keras itu dilemparkan Presiden Lee melalui akun media sosial X miliknya pada Minggu waktu setempat, hanya berselang beberapa jam setelah nasib tragis Korea Selatan dipastikan masuk kotak.
"Saya tidak hanya terkejut dengan hasil yang tak terduga ini, saya benar-benar bingung," tulis Lee.
Sang presiden menilai hancurnya prestasi tim nasional bukan semata-mata apes di atas lapangan, melainkan cerminan dari buruknya proses pengambilan keputusan di dalam organisasi federasi sepak bola mereka.
"Sekali lagi, telah terbukti bahwa keputusan personel adalah segalanya. Ketika 'kita versus mereka' diprioritaskan di atas kompetensi, dan orang yang tidak kompeten dipilih sebagai pemimpin, hasilnya sudah sangat jelas," semprotnya.
Kritik terbuka seorang kepala negara ini langsung mengguncang publik karena menargetkan langsung jajaran elite federasi dan tim pelatih.
![]()
Sejatinya, Korea Selatan datang ke Amerika Serikat dengan ekspektasi melambung tinggi.
Banyak pengamat memprediksi Son Heung-min cs bakal melenggang mulus dari Grup A yang di atas kertas relatif lebih ringan.
Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Usai mengawali turnamen dengan kemenangan menjanjikan 2-1 atas Republik Ceko, performa Korea Selatan mendadak ambyar.
Dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat mereka menyudahi fase grup dengan koleksi 3 poin saja dan minus satu selisih gol.
Nahasnya, harapan terakhir Korsel untuk lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik resmi dibunuh oleh Republik Demokratik Kongo.
Korsel awalnya berharap RD Kongo terpeleset saat bersua Uzbekistan, yang sempat unggul duluan 1-0 di babak pertama lewat gol Eldor Shomurodov.
Akan tetapi, petaka datang di babak kedua. RD Kongo mengamuk dan membalikkan keadaan menjadi 3-1 lewat brace Yoane Wissa dan gol Fiston Mayele.
Hasil laga di Atlanta tersebut otomatis membuat RD Kongo mengemas 4 poin dan resmi mendepak Korea Selatan dari persaingan tiket kelolosan.
- REUTERS/Eloisa Sanchez
Borok Lama Hong Myung-bo Kembali Digugat
Sejatinya, mosi tidak percaya masyarakat Korea Selatan terhadap Hong Myung-bo sudah membara sejak sang pelatih ditunjuk pada tahun 2024 lalu.
Publik dan media lokal gencar mempertanyakan transparansi perekrutan serta menuding adanya praktik favoritisme atau "orang dalam" di tubuh federasi.
Meski Hong berkali-kali membantah, kegagalan memalukan di Piala Dunia 2026 ini membuat luka lama kembali menganga. Hal ini pula yang disorot tajam oleh Presiden Lee Jae-myung.
"Alasan mengapa penunjukan yang gagal seperti itu—yang tidak membedakan antara kepentingan publik dan swasta serta memprioritaskan keuntungan pribadi—dapat terjadi adalah karena sulitnya memantau, memeriksa, dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang memiliki wewenang," tegas Presiden Lee menguliti tata kelola sepak bola nasionalnya.
Petisi Boikot Meledak, Toko-toko Larang Pelatih Masuk
Kini, gelombang protes suporter di dunia nyata sudah tak terbendung.
Sebuah petisi resmi yang mendesak pemecatan Hong Myung-bo langsung diserahkan ke situs resmi Majelis Nasional Korea Selatan dan langsung menembus ambang batas tanda tangan untuk masuk tahap peninjauan awal.
Saking geramnya, jagat media sosial dihebohkan dengan viralnya foto sejumlah toko dan tempat usaha di Korea Selatan yang kompak memasang papan pengumuman berisi larangan keras bagi pelatih Hong Myung-bo untuk menginjakkan kaki di tempat mereka.
Fenomena unik sekaligus miris ini menegaskan bahwa kegagalan di Piala Dunia 2026 telah dicap sebagai aib terbesar sepak bola Korea Selatan dalam sedekade terakhir.
Load more