Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Presiden Korea Selatan Ngamuk Timnasnya Gagal Total di Piala Dunia 2026: Tercium Aroma Skandal Orang Dalam Federasi

Kegagalan tragis Timnas Korea Selatan melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 berbuntut panjang dan melahirkan prahara besar. Bukan hanya memicu gelombang
Senin, 29 Juni 2026 - 14:30 WIB
Fans (kiri) dan pemain Timnas Korea Selatan, Lee Han-beom (kanan), usai laga Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • REUTERS/Kim Hong-Ji TPX IMAGES OF THE DAY | REUTERS/Daniel Becerril (kolase dibuat dengan Gemini AI)

tvOnenews.com – Kegagalan tragis Timnas Korea Selatan melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 berbuntut panjang dan melahirkan prahara besar.

Bukan hanya memicu gelombang kemarahan suporter, hasil jeblok Taeguk Warriors kini resmi menyeret ranah politik setelah Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara terbuka meluapkan kekecewaan mendalamnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak main-main, Presiden Lee bahkan langsung menginstruksikan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengusut bobroknya penyebab kegagalan tim nasional.

Pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo di Piala Dunia 2026
Pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS/Amanda Perobelli

Sasaran tembak utama sang kepala negara mengarah langsung pada proses penunjukan pelatih Hong Myung-bo yang sejak awal dinilai penuh kontroversi.

Pernyataan super keras itu dilemparkan Presiden Lee melalui akun media sosial X miliknya pada Minggu waktu setempat, hanya berselang beberapa jam setelah nasib tragis Korea Selatan dipastikan masuk kotak.

"Saya tidak hanya terkejut dengan hasil yang tak terduga ini, saya benar-benar bingung," tulis Lee.

Sang presiden menilai hancurnya prestasi tim nasional bukan semata-mata apes di atas lapangan, melainkan cerminan dari buruknya proses pengambilan keputusan di dalam organisasi federasi sepak bola mereka.

"Sekali lagi, telah terbukti bahwa keputusan personel adalah segalanya. Ketika 'kita versus mereka' diprioritaskan di atas kompetensi, dan orang yang tidak kompeten dipilih sebagai pemimpin, hasilnya sudah sangat jelas," semprotnya.

Kritik terbuka seorang kepala negara ini langsung mengguncang publik karena menargetkan langsung jajaran elite federasi dan tim pelatih.

Sejatinya, Korea Selatan datang ke Amerika Serikat dengan ekspektasi melambung tinggi.

Banyak pengamat memprediksi Son Heung-min cs bakal melenggang mulus dari Grup A yang di atas kertas relatif lebih ringan.

Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Usai mengawali turnamen dengan kemenangan menjanjikan 2-1 atas Republik Ceko, performa Korea Selatan mendadak ambyar.

Dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat mereka menyudahi fase grup dengan koleksi 3 poin saja dan minus satu selisih gol.

Nahasnya, harapan terakhir Korsel untuk lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik resmi dibunuh oleh Republik Demokratik Kongo.

Korsel awalnya berharap RD Kongo terpeleset saat bersua Uzbekistan, yang sempat unggul duluan 1-0 di babak pertama lewat gol Eldor Shomurodov.

Akan tetapi, petaka datang di babak kedua. RD Kongo mengamuk dan membalikkan keadaan menjadi 3-1 lewat brace Yoane Wissa dan gol Fiston Mayele.

Hasil laga di Atlanta tersebut otomatis membuat RD Kongo mengemas 4 poin dan resmi mendepak Korea Selatan dari persaingan tiket kelolosan.

Pelatih Timnas Korea Selatan Hwang Myung-bo
Pelatih Timnas Korea Selatan Hwang Myung-bo
Sumber :
  • REUTERS/Eloisa Sanchez

Borok Lama Hong Myung-bo Kembali Digugat

Sejatinya, mosi tidak percaya masyarakat Korea Selatan terhadap Hong Myung-bo sudah membara sejak sang pelatih ditunjuk pada tahun 2024 lalu.

Publik dan media lokal gencar mempertanyakan transparansi perekrutan serta menuding adanya praktik favoritisme atau "orang dalam" di tubuh federasi.

Meski Hong berkali-kali membantah, kegagalan memalukan di Piala Dunia 2026 ini membuat luka lama kembali menganga. Hal ini pula yang disorot tajam oleh Presiden Lee Jae-myung.

"Alasan mengapa penunjukan yang gagal seperti itu—yang tidak membedakan antara kepentingan publik dan swasta serta memprioritaskan keuntungan pribadi—dapat terjadi adalah karena sulitnya memantau, memeriksa, dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang memiliki wewenang," tegas Presiden Lee menguliti tata kelola sepak bola nasionalnya.

Petisi Boikot Meledak, Toko-toko Larang Pelatih Masuk

Kini, gelombang protes suporter di dunia nyata sudah tak terbendung.

Sebuah petisi resmi yang mendesak pemecatan Hong Myung-bo langsung diserahkan ke situs resmi Majelis Nasional Korea Selatan dan langsung menembus ambang batas tanda tangan untuk masuk tahap peninjauan awal.

Saking geramnya, jagat media sosial dihebohkan dengan viralnya foto sejumlah toko dan tempat usaha di Korea Selatan yang kompak memasang papan pengumuman berisi larangan keras bagi pelatih Hong Myung-bo untuk menginjakkan kaki di tempat mereka.

Fenomena unik sekaligus miris ini menegaskan bahwa kegagalan di Piala Dunia 2026 telah dicap sebagai aib terbesar sepak bola Korea Selatan dalam sedekade terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persib Resmi Dapatkan Tanda Tangan Suksesor Federico Barba, Gabriel Mutombo Jadi Rekrutan Pertama Maung Bandung

Persib Resmi Dapatkan Tanda Tangan Suksesor Federico Barba, Gabriel Mutombo Jadi Rekrutan Pertama Maung Bandung

Setelah melakukan sejumlah pembenahan skuad dengan melepas delapan pemain, Persib Bandung resmi memperkenalkan bek tengah asal Prancis, Gabriel Mutombo Kupa, sebagai rekrutan anyar untuk memperkuat lini pertahanan pada Senin (29/6/2026)
Rakernas Apeksi 2026: Wamendagri Bima Arya Tegaskan Ketangguhan Kota Hadapi Bencana Ditentukan Kualitas Sistem

Rakernas Apeksi 2026: Wamendagri Bima Arya Tegaskan Ketangguhan Kota Hadapi Bencana Ditentukan Kualitas Sistem

Wamendagri Bima Arya mendorong agar Pemda memperkuat sistem, kepemimpinan, kolaborasi, serta pemanfaatan data sebagai fondasi dalam mewujudkan kota yang tangguh.
Profil Gabriel Mutombo, Rekrutan Pertama Persib Bandung di Bursa Transfer Pemain 2026-2027

Profil Gabriel Mutombo, Rekrutan Pertama Persib Bandung di Bursa Transfer Pemain 2026-2027

Gabriel Mutombo, pemain pertama yang direkrut Persib Bandung untuk menyongsong kompetisi yang diikuti Persib pada 2026-2027. 
Antropolog sebut Gaya Bobby Nasution Bangun Sipiongot Mirip saat Jokowi ke Nduga Papua

Antropolog sebut Gaya Bobby Nasution Bangun Sipiongot Mirip saat Jokowi ke Nduga Papua

Mengapa Gubernur Sumut, Bobby Nasution memilih jalan di Sipiongot untuk diperbaiki? Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi sebagian publik. Apalagi, selama ini
Rupiah Ditutup Rp17.851 per Dolar AS, Pasar Sambut Efisiensi BUMN hingga Penolakan Dana IMF

Rupiah Ditutup Rp17.851 per Dolar AS, Pasar Sambut Efisiensi BUMN hingga Penolakan Dana IMF

Pengamat menilai penguatan rupiah hari ini tak luput dari perhatian pelaku pasar yang kini tertuju pada sejumlah indikator ekonomi domestik yang akan dirilis awal Juli, yakni neraca perdagangan dan tingkat inflasi.
Wapres Gibran Buka Perkemahan Santri di Jombang, Ingatkan Generasi Muda Tak Mudah Percaya Hoaks

Wapres Gibran Buka Perkemahan Santri di Jombang, Ingatkan Generasi Muda Tak Mudah Percaya Hoaks

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, resmi membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia ke-47 yang digelar Pondok Pesantren Gadingmangu

Trending

Jadi Juara AVC Men's Cup 2026, Apakah Timnas Voli Indonesia Bisa Main di VNL 2027?

Jadi Juara AVC Men's Cup 2026, Apakah Timnas Voli Indonesia Bisa Main di VNL 2027?

Berhasil bersaing di level Asia, suporter Timnas Voli Indonesia pun terbesit pertanyaan dengan peluang skuad Garuda untuk memiliki kesempatan tampil di ajang Volleyball Nations League (VNL) 2027.  
Cetak Sejarah di AVC, Volleyball World Beri Perlakuan Khusus untuk Timnas Voli Indonesia

Cetak Sejarah di AVC, Volleyball World Beri Perlakuan Khusus untuk Timnas Voli Indonesia

Timnas Voli Indonesia memecahkan sejarah dengan menjuarai AVC Men's Cup 2026. Prestasi ini diraih setelah mengalahkan Korea Selatan di Ahmedabad, India, pada Minggu (28/6/2026). 
Juara AVC Men's Cup 2026, Timnas Voli Indonesia Tetap Gagal Lolos ke AVC Volleyball Continental Championship 2026

Juara AVC Men's Cup 2026, Timnas Voli Indonesia Tetap Gagal Lolos ke AVC Volleyball Continental Championship 2026

Meski baru saja meraih gelar juara di AVC Men's Cup 2026, namun Timnas Voli Indonesia tetap gagal lolos ke ajang AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026.
Manajer Timnas Voli Indonesia Apresiasi Reidel Toiran, Sebut Kunci Raih Gelar di AVC Men's Cup 2026

Manajer Timnas Voli Indonesia Apresiasi Reidel Toiran, Sebut Kunci Raih Gelar di AVC Men's Cup 2026

Manajer Timnas Voli Indonesia, Nur Widayanto memberikan apresiasi dan pujian tinggi untuk Reidel Toiran selaku pelatih Garuda, karena dianggap sebagai salah satu otak keberhasilan meraih gelar juara di AVC Men's Cup 2026.
Delapan Fasilitas Militer AS di Kuwait dan Bahrain Diklaim Hancur

Delapan Fasilitas Militer AS di Kuwait dan Bahrain Diklaim Hancur

Delapan fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain hancur melalui serangkaian serangan rudal dan drone, televisi nasional IRIB melaporkan.
Ketum PBVSI Sebut Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Berkat Proses Panjang, Bukan Faktor Keberuntungan

Ketum PBVSI Sebut Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Berkat Proses Panjang, Bukan Faktor Keberuntungan

Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo menyebut keberhasilan Timnas Voli Indonesia menjuarai AVC Men's Cup 2026 bukanlah sebuah kebetulan. Menurutnya, prestasi bersejarah tersebut lahir dari proses panjang yang telah dipersiapkan dengan matang.
Bertambah! Polisi Amankan 7 Pelaku Penyekapan 3 Pegawai Percetakan Senen, Terancam 9 Tahun Penjara

Bertambah! Polisi Amankan 7 Pelaku Penyekapan 3 Pegawai Percetakan Senen, Terancam 9 Tahun Penjara

Polres Metro Jakarta Pusat kembali mengamankan pelaku penyekapan tiga pegawai percetakan di di Jalan Kalibaru Timur, Bungur, Senen, Jakarta Pusat. Sebelumnya
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT