Hwang Myung-bo Selamat Dari Lemparan Telor Seperti STY, 160 Polisi Amankan Kepulangan Skuad Korea Selatan
- REUTERS/Eloisa Sanchez
Empat tahun kemudian, usai Piala Dunia 2018 Rusia, rombongan tim juga sempat mendapat perlakuan tidak menyenangkan ketika sebagian suporter melempar telur ke arah pelatih dan pemain.
Namun kali ini, kemarahan publik disebut jauh lebih besar setelah Korea Selatan gagal memanfaatkan peluang lolos ke babak 32 besar.
Korea Selatan sebenarnya mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko. Namun setelah itu mereka kalah 0-1 dari tuan rumah Meksiko dan kembali tumbang 0-1 saat menghadapi Afrika Selatan.
Kekalahan dari Afrika Selatan menjadi penentu kegagalan mereka. Padahal hasil imbang saja sudah cukup membawa Korea Selatan lolos otomatis sebagai runner-up Grup A.
Pada akhirnya, Korea Selatan hanya finis di peringkat ketiga grup dengan koleksi tiga poin. Harapan lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik juga sirna setelah mereka hanya menempati posisi ke-10 dari 12 tim peringkat ketiga, sehingga finis di peringkat ke-34 dari total 48 peserta Piala Dunia 2026.
Kegagalan tersebut sekaligus menjadi catatan buruk kedua bagi Hong Myung-bo di Piala Dunia. Sebelumnya ia juga gagal membawa Korea Selatan lolos dari fase grup pada edisi 2014 di Brasil.
Tak lama setelah eliminasi dipastikan, Hong Myung-bo mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala Timnas Korea Selatan dalam konferensi pers di Meksiko.
Meski masa kontraknya masih berlaku hingga Piala Asia AFC 2027, Hong memilih mengakhiri tugasnya lebih awal sebagai bentuk tanggung jawab atas hasil mengecewakan tersebut.
Rombongan yang dijadwalkan pulang kali ini terdiri dari Hong Myung-bo bersama delapan pemain, termasuk Lee Kang-in (Paris Saint-Germain), Kim Min-jae (Bayern Munchen), dan Seol Young-woo (Red Star Belgrade). Sementara beberapa pemain lain, termasuk Son Heung-min, dikabarkan akan kembali ke Korea Selatan secara terpisah.
Load more