Kesaksian Jujur Bek Jepang usai Disingkirkan Brasil di Piala Dunia 2026, Perbedaan Besar Terasa di Babak Kedua
- Instagram @fcbayern
tvOnenews.com - Perjalanan impresif Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 harus berakhir di babak 32 besar.
Setelah tampil meyakinkan sepanjang fase grup, Samurai Biru akhirnya takluk 1-2 dari Brasil dalam pertandingan yang berlangsung sengit.
Di balik skor tipis tersebut, bek andalan Jepang, Hiroki Ito, mengungkapkan pengakuan yang mengejutkan. Menurut Ito, hasil akhir pertandingan sebenarnya tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya laga.
- REUTERS
Ia mengakui Jepang beruntung tidak kebobolan lebih banyak setelah terus-menerus berada di bawah tekanan serangan Brasil.
Media Jepang, Soccer King, melaporkan bahwa Ito menjadi satu-satunya pemain lapangan Jepang yang tampil penuh di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.
Seusai laga, bek berusia 27 tahun itu mengaku timnya benar-benar merasakan perbedaan kualitas ketika menghadapi salah satu raksasa sepak bola dunia.
"Saya merasa bahwa kenyataan tidak semudah itu, dan kami dihadapkan pada kenyataan dengan intensitas dan kualitas yang berbeda daripada di babak penyisihan grup," ujar Ito seperti dikutip Soccer King.
Sejak menit-menit awal pertandingan, Brasil tampil dominan dengan penguasaan bola yang lebih baik dan terus menekan pertahanan Jepang.
- REUTERS
Meski Samurai Biru sempat unggul lebih dulu, Selecao mampu membalikkan keadaan melalui permainan menyerang yang agresif.
Ito bahkan mengakui bahwa Jepang sebenarnya bisa saja kalah dengan skor yang jauh lebih telak.
"Mereka mampu menghubungkan umpan-umpan di sekitar kotak penalti dengan sangat baik. Tidak akan mengejutkan jika kami kebobolan empat atau lima gol," katanya.
Menurutnya, perubahan strategi Brasil pada babak kedua menjadi salah satu faktor yang membuat pertahanan Jepang kesulitan.
Tim asuhan Carlo Ancelotti mulai lebih sering mengandalkan umpan silang dari kedua sisi lapangan, sementara bek-bek mereka ikut naik membantu serangan.
- IMAGN IMAGES via Reuters/Sam Navarro
Ito menilai timnya terlambat melakukan penyesuaian ketika menghadapi perubahan pola permainan Brasil.
"Meskipun ada beberapa pemain di dalam kotak penalti, seharusnya kami bisa memasukkan satu pemain lagi untuk bertahan," ungkapnya.
Selain menyoroti aspek bertahan, Ito juga mengakui masih adanya jarak kualitas yang cukup besar dalam urusan menyerang.
Load more