Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mesut Ozil dan Kutukan Jerman di Fase Knock Out Piala Dunia, Tak Pernah Menang Sejak Sang Gelandang Muslim Pensiun

Kekalahan Jerman dari Paraguay di 32 besar Piala Dunia 2026 memicu perdebatan di kalangan pencinta sepak bola. Nama Mesut Ozil kembali menjadi perbincangan.
Selasa, 30 Juni 2026 - 21:22 WIB
Mantan Pemain Timnas Jerman, Mesut Ozil
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

Jakarta, tvOnenews.com - Kekalahan Jerman dari Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali memicu perdebatan di kalangan pencinta sepak bola. Nama Mesut Ozil kembali menjadi perbincangan setelah banyak suporter mengaitkan kemerosotan Die Mannschaft dengan perlakuan yang pernah diterimanya.

Seperti diketahui, Jerman harus mengakhiri langkahnya setelah kalah lewat adu penalti di Stadion Boston, Selasa (30/06/2026) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1 selama 120 menit sebelum Paraguay memastikan tiket ke babak berikutnya dari titik putih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Paraguay membuka keunggulan pada menit ke-42 dan sempat membuat Jerman berada dalam tekanan. Kai Havertz kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-54 sehingga pertandingan berlanjut hingga babak tambahan.

Der Panzer sebenarnya sempat merasa berada di atas angin ketika Jonathan Tah membobol gawang Paraguay. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah pemeriksaan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam prosesnya.

Nasib Jerman akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal menjalankan tugasnya, sedangkan José Canale menjadi pahlawan kemenangan Paraguay lewat eksekusi terakhir.

Kekalahan itu mencatatkan sejarah yang kurang menyenangkan bagi Jerman. Untuk pertama kalinya, mereka tumbang dalam adu penalti di ajang Piala Dunia.

Hasil tersebut juga memperpanjang puasa prestasi Der Panzer di fase gugur. Sejak mengangkat trofi Piala Dunia 2014, Jerman belum pernah lagi merasakan kemenangan pada babak knock out turnamen tersebut.

Pemain Jerman Usai Dikalahkan Paraguay di 32 Besar Piala Dunia 2026
Pemain Jerman Usai Dikalahkan Paraguay di 32 Besar Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS

Tak lama setelah peluit panjang berbunyi, media sosial dipenuhi berbagai komentar dari para penggemar. Banyak di antaranya menilai kemerosotan Jerman berawal sejak Mesut Ozil meninggalkan tim nasional.

"Jerman kehilangan semua keberuntungannya sejak mereka tidak menghormati Mesut Ozil," tulis salah satu pengguna media sosial di laman X. Komentar lain bahkan menyebut Ozil sebagai sosok yang menjadi otak di balik keberhasilan Jerman menjuarai Piala Dunia 2014.

Sejumlah penggemar juga menilai federasi sepak bola Jerman harus bercermin dari masa lalu. Mereka menganggap perlakuan terhadap Ozil meninggalkan luka yang hingga kini belum benar-benar sembuh.

"Jerman, inilah akibat dari cara kalian memperlakukan Ozil," tulis seorang warganet lagi. Ada pula yang menyebut Der Panzer tak pernah lagi menjadi tim yang sama sejak sang gelandang memutuskan mundur.

Mesut Ozil mengakhiri karier internasionalnya pada 2018 saat masih berusia 29 tahun. Keputusan itu diambil setelah ia mengaku mengalami rasisme dan perlakuan yang tidak menghormati latar belakang keluarganya yang berdarah Turki.

Kontroversi bermula ketika Ozil berfoto bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di London pada Mei 2018. Foto tersebut memicu kritik dari sejumlah politikus Jerman yang mempertanyakan loyalitasnya kepada negara.

Setelah insiden itu, Ozil mengaku menerima surat kebencian hingga ancaman. Ia juga merasa dijadikan kambing hitam atas kegagalan Jerman mempertahankan gelar juara dunia pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

Eks Pemain Arsenal Mesut Ozil
Eks Pemain Arsenal Mesut Ozil
Sumber :
  • Instagram @m10_official

Pernyataan Ozil saat itu masih terus dikenang hingga sekarang. "Saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi saya menjadi seorang imigran ketika kami kalah," ujarnya dalam surat perpisahan yang menggemparkan publik.

Ozil juga secara terbuka menyinggung isu Islamofobia yang menurutnya masih terjadi. Ia mempertanyakan mengapa latar belakang Turkinya diperlakukan berbeda dibandingkan rekan-rekan setim yang juga memiliki darah campuran.

"Apakah karena saya berasal dari Turki? Apakah karena saya seorang Muslim? Saya rasa di situlah letak persoalan yang sebenarnya," kata Ozil. Pernyataan itu kemudian menjadi salah satu kutipan paling terkenal dalam sejarah sepak bola Jerman.

Mantan pemain Arsenal dan Real Madrid tersebut mengaku tak lagi merasa diterima sebagai bagian dari masyarakat Jerman. Padahal, ia telah membayar pajak, aktif dalam kegiatan sosial, dan menjadi bagian penting dari skuad juara dunia 2014.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lahir di Gelsenkirchen dari keluarga keturunan Turki, Ozil mencatatkan 92 penampilan bersama tim nasional Jerman. Ia juga lima kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Timnas Jerman sejak 2011, sebuah warisan yang hingga kini masih sulit dilupakan para pendukung Die Mannschaft.

(sub)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan putusan terhadap Nadiem Makarim terkait perkara Chromebook pada sidang yang digelar Selasa (30/6). 
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
5 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta di Awal Juli 2026: Libra Hubungan Makin Harmonis, Taurus Bertemu Jodoh

5 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta di Awal Juli 2026: Libra Hubungan Makin Harmonis, Taurus Bertemu Jodoh

Memasuki awal Juli 2026, energi astrologi diprediksi membawa perubahan positif dalam kehidupan asmara bagi sejumlah zodiak. Siapa saja yang makin harmonis?
Industri Maritim Nasional Dinilai Belum Maksimal Serap Produk Komponen Lokal

Industri Maritim Nasional Dinilai Belum Maksimal Serap Produk Komponen Lokal

Industri komponen kapal nasional dinilai masih menghadapi tantangan besar untuk bisa bersaing di tengah tingginya kebutuhan sektor maritim dalam negeri.
Miroslav Koubek Masuk Dalam Daftar Pelatih yang Pamit Skuad Tim Nasional Usai Gagal di Piala Dunia 2026

Miroslav Koubek Masuk Dalam Daftar Pelatih yang Pamit Skuad Tim Nasional Usai Gagal di Piala Dunia 2026

Republik Ceko mengkonfirmasi kepergian sang pelatih setelah kedua belah pihak sepakat untuk memutus kontrak usai kegagalan tim di Piala Dunia. 

Trending

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan putusan terhadap Nadiem Makarim terkait perkara Chromebook pada sidang yang digelar Selasa (30/6). 
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim mendadak menjadi perbincangan hangat volimania Korea Selatan usai tampil gemilang membawa Timnas Voli Indonesia juara AVC Men's Cup 2026.
Pensiunan Kemlu Tuntut Hak Pembayaran Gaji Pokok, Mahkamah Konstitusi: Pemerintah Harus Bantu

Pensiunan Kemlu Tuntut Hak Pembayaran Gaji Pokok, Mahkamah Konstitusi: Pemerintah Harus Bantu

Mahkamah Konstitusi menggelar Pengucapan Putusan Nomor 177/PUU-XXIV/2026 tentang Pengujian Pasal 40 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
Boy Arnez Singgung Reidel Toiran, Sebut Kunci Jadi MVP di AVC Men's Cup 2026

Boy Arnez Singgung Reidel Toiran, Sebut Kunci Jadi MVP di AVC Men's Cup 2026

Outside Hitter Timnas Voli Indonesia, Boy Arnez Arabi menyebutkan bahwa Reidel Toiran menjadi salah satu kunci dirinya bisa menjadi MVP di AVC Men's Cup 2026.
Daftar Peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026: Timnas Voli Indonesia Gagal Lolos

Daftar Peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026: Timnas Voli Indonesia Gagal Lolos

Timnas Voli Indonesia tak masuk dalam daftar peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026. Pasalnya, skuad Garuda tak lolos ke ajang bergengsi ini meski baru saja meraih gelar juara AVC Men's Cup 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT