News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buat Keputusan Aneh yang Untungkan Amerika, PSSI-nya Belgia Kirim Protes Keras ke FIFA: Melanggar Fair Play

Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) melontarkan protes kepada FIFA setelah muncul keputusan yang dinilai kontroversial jelang babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Senin, 6 Juli 2026 - 10:22 WIB
Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • IMAGN IMAGES via Reuters/Blake Dahlin

Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) melontarkan protes keras kepada FIFA setelah muncul keputusan yang dinilai kontroversial jelang babak 16 besar Piala Dunia 2026. RBFA menilai keputusan tersebut menguntungkan Amerika Serikat dan bertentangan dengan prinsip fair play.

Sorotan itu muncul setelah Komite Disiplin FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan yang dijatuhkan kepada penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Alhasil, sang striker tetap bisa diturunkan saat menghadapi Belgia di babak 16 besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Duel Amerika Serikat melawan Belgia dijadwalkan berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, pada Selasa (7/7/2026). Keputusan FIFA itu langsung memicu reaksi keras dari kubu Belgia yang merasa dirugikan.

Melalui pernyataan resmi di situs federasi, RBFA mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. Mereka mempertanyakan alasan FIFA tetap mengizinkan Balogun tampil meski sebelumnya menerima kartu merah langsung.

"RBFA terkejut dengan keputusan FIFA yang menyatakan pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, memenuhi syarat untuk tampil pada pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia," tulis RBFA dalam pernyataan resminya, Senin.

Menurut RBFA, keputusan tersebut bertentangan dengan Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA. Aturan itu secara tegas menyebutkan bahwa pemain yang menerima kartu merah otomatis harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan.

Federasi Belgia juga menegaskan aturan tersebut telah diterapkan secara konsisten sepanjang Piala Dunia 2026. Karena itu, mereka menilai pengecualian terhadap Balogun menciptakan standar ganda dalam penerapan regulasi.

Tak hanya mengacu pada Kode Disiplin, RBFA juga menyinggung Pasal 10.5 Regulasi Kompetisi Piala Dunia 2026. Dalam ketentuan itu dijelaskan bahwa pemain atau ofisial yang menerima kartu merah wajib menjalani skorsing pada pertandingan berikutnya.

RBFA menilai regulasi tersebut sangat jelas dan tidak memberikan ruang tafsir yang berbeda. Bahkan, FIFA tetap memiliki kewenangan menjatuhkan hukuman tambahan apabila pelanggaran dianggap cukup serius.

Di sisi lain, FIFA menjelaskan bahwa keputusan mereka mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Pasal tersebut memberikan kewenangan kepada Komite Disiplin untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi yang telah dijatuhkan.

Federasi Belgia mengungkapkan ketentuan mengenai hukuman kartu merah selalu disampaikan dalam rapat koordinasi sebelum pertandingan. Aturan yang sama juga menjadi bagian dari seluruh materi lokakarya resmi Piala Dunia 2026.

Merasa haknya berpotensi dirugikan, RBFA kini tengah mempelajari berbagai langkah yang bisa ditempuh. Federasi tersebut menegaskan akan memperjuangkan prinsip keadilan demi menjaga integritas kompetisi.

"Untuk melindungi hak-hak sah seluruh tim peserta dan menjaga prinsip dasar fair play dalam olahraga ini, baik pada Piala Dunia kali ini maupun edisi-edisi berikutnya, RBFA sedang menyelidiki seluruh opsi yang tersedia," tulis RBFA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Balogun sendiri sebelumnya menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar. Mantan penyerang Arsenal itu diusir wasit pada menit ke-64 setelah melakukan pelanggaran terhadap bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic.

(sub)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Veda Ega Pratama Ketagihan Podium Setelah Sukses Jadi Runner Up Moto3 Malaysia 

Veda Ega Pratama Ketagihan Podium Setelah Sukses Jadi Runner Up Moto3 Malaysia 

Veda Ega Pratama bahkan merayakannya bersama keluarga yang menyaksikan langsung sejarah balapan Indonesia itu di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (1/11/2026) lalu. 
Satu WNI Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Meninggal Dunia, WN Rusia dan Ukraina Jadi Tersangka

Satu WNI Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Meninggal Dunia, WN Rusia dan Ukraina Jadi Tersangka

Tim Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri dan Dirres PPA-PPO Polda jajaran mengungkap fakta baru terkait kasus TPPO modus perekrutan WNI sebagai tentara bayaran di negara Rusia.
Teknologi Perkuat Profesionalisme Polri: Kecerdasan Buatan dan Big Data Jadi Kunci

Teknologi Perkuat Profesionalisme Polri: Kecerdasan Buatan dan Big Data Jadi Kunci

Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi menuntut institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk bergerak cepat melakukan adaptasi ..
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Jadwal Liga Champions 2026-2027 Pekan Ini: Manchester United Jamu AS Roma, Calvin Verdonk ke Norwegia

Jadwal Liga Champions 2026-2027 Pekan Ini: Manchester United Jamu AS Roma, Calvin Verdonk ke Norwegia

Manchester United akan menjamu AS Roma dalam pertandingan lanjutan Liga Champions 2026-2027 pekan ini. Sedangkan Calvin Verdonk akan melawat ke Norwegia bersama Lille.
Cristiano Ronaldo Jr. Dipanggil Timnas Portugal U-17 untuk Pertama Kalinya, Akankah CR7 Ikut Comeback?

Cristiano Ronaldo Jr. Dipanggil Timnas Portugal U-17 untuk Pertama Kalinya, Akankah CR7 Ikut Comeback?

Cristiano Ronaldo Jr. mendapat panggilan perdana memperkuat Timnas Portugal U-17 untuk kualifikasi Euro 2027, sementara sang ayah berpeluang kembali ke timnas.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT