News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sanggah Diintervensi Donald Trump, Presiden Gianni Infentino Pastikan FIFA Bekerja Independen 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengaku telah menghubungi Gianni Infantino dan menyambut baik keputusan FIFA yang membuat Folarin Balogun kembali tersedia untuk dimainkan.
Selasa, 7 Juli 2026 - 00:37 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait dengan Piala Dunia 2026
Sumber :
  • instagram Gianni Infantino

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya angkat bicara terkait polemik yang muncul setelah hukuman larangan bermain penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, ditangguhkan sehingga sang pemain tetap bisa tampil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia.

Keputusan tersebut memicu kontroversi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengaku telah menghubungi Infantino dan menyambut baik keputusan FIFA yang membuat Balogun kembali tersedia untuk dimainkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Balogun mendapat kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina. Berdasarkan aturan, striker AS Monaco itu seharusnya menjalani larangan bermain satu pertandingan sehingga absen di babak 16 besar. Namun, FIFA kemudian memutuskan menangguhkan hukuman tersebut selama satu tahun.

Donald Trump bahkan memuji keputusan itu melalui akun Truth Social miliknya.

"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan yang besar," tulis Trump.

Keputusan FIFA tersebut memunculkan berbagai spekulasi karena hubungan dekat antara Infantino dan Trump selama persiapan hingga berlangsungnya Piala Dunia 2026. Sejumlah tokoh sepak bola, termasuk Thomas Tuchel dan Jürgen Klopp, juga disebut mempertanyakan keputusan tersebut.

Menanggapi kritik yang terus bermunculan, Infantino menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ikut campur dalam proses pengambilan keputusan oleh Komite Disiplin FIFA.

"Saya telah melihat berbagai komentar publik mengenai keputusan Komite Disiplin FIFA yang independen terkait penangguhan hukuman Folarin Balogun, dan saya ingin menegaskan kembali prinsip mendasar dalam tata kelola FIFA,"  kata Gianni Infantino dikutip dari laman Express, Senin (7/7/2026).

Gianni Infantino menekankan bahwa seluruh badan peradilan FIFA bekerja secara independen tanpa campur tangan dari pihak mana pun, termasuk Presiden FIFA sendiri.

"Badan peradilan FIFA bersifat independen. Mereka bekerja secara otonom, menerapkan Kode Disiplin FIFA, dan memutuskan setiap perkara berdasarkan regulasi yang berlaku serta fakta-fakta yang ada. Independensi mereka sangat penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati," ujarnya.

Infantino juga mengonfirmasi memang menerima panggilan telepon dari Donald Trump. Namun, menurutnya, pembicaraan tersebut tidak memengaruhi jalannya proses hukum yang sedang berlangsung.

"Ya, saya secara rutin membahas berbagai hal terkait Piala Dunia FIFA dengan Presiden Amerika Serikat. Dalam persoalan ini saya memang menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya juga menerima telepon dari kepala negara, pejabat pemerintah, pelaku sepak bola, dan para pemimpin bisnis dari berbagai belahan dunia mengenai banyak isu yang berbeda," ungkapnya.

"Dalam percakapan tersebut saya menjelaskan bahwa ada proses hukum yang sedang berlangsung melalui badan peradilan independen FIFA dan kasus itu akan diputuskan oleh lembaga yang berwenang pada waktunya. Begitulah sistem FIFA bekerja, dan prinsip itu akan selalu saya pertahankan," lanjut Infantino.

Presiden FIFA itu juga mengaku tidak selalu sependapat dengan setiap keputusan yang diambil Komite Disiplin. Meski begitu, ia tetap menghormati hasil keputusan yang telah ditetapkan.

"Saya membaca setiap keputusan Komite Disiplin FIFA ketika sudah diterbitkan. Terkadang saya terkejut. Kadang saya setuju, dan kadang saya juga tidak setuju," katanya.

"Namun yang selalu saya lakukan adalah menghormati keputusan tersebut serta otonomi lembaga yang membuatnya. Apakah secara pribadi kita menyukai suatu keputusan atau tidak, itu tidak relevan. Menghormati lembaga independen dan supremasi hukum adalah hal yang menjaga integritas kompetisi serta kredibilitas FIFA setiap saat," tegas Infantino.

Sebelumnya, Trump mengakui dirinya meminta FIFA untuk meninjau kembali hukuman Balogun setelah mengetahui bahwa kartu merah tersebut membuat striker andalan Amerika Serikat itu harus absen pada laga berikutnya.

"Awalnya saya tidak mengira dampaknya sebesar itu," ujar Trump.

"Kemudian saya mengetahui bahwa itu berarti dia tidak bisa bermain pada pertandingan berikutnya. Saya berpikir, kalau itu terjadi kepada pemain lain pun tetap tidak adil," kata Trump. 

Donald Trump menyebut tidak adil jika pemainnya dihukum bahkan sebelum bertanding. 

"Ketika tim kehilangan pemain terbaiknya, atau salah satu pemain terbaiknya, lalu dia tidak boleh bermain, itu sangat tidak adil. Menghukum pemain untuk pertandingan yang sedang berlangsung adalah satu hal, tetapi bagaimana mungkin Anda juga menghukumnya untuk pertandingan yang bahkan belum dimainkan? Itu sangat tidak adil. Hal seperti itu tidak boleh terjadi," pungkas Trump.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Veda Ega Pratama Ketagihan Podium Setelah Sukses Jadi Runner Up Moto3 Malaysia 

Veda Ega Pratama Ketagihan Podium Setelah Sukses Jadi Runner Up Moto3 Malaysia 

Veda Ega Pratama bahkan merayakannya bersama keluarga yang menyaksikan langsung sejarah balapan Indonesia itu di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (1/11/2026) lalu. 
Satu WNI Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Meninggal Dunia, WN Rusia dan Ukraina Jadi Tersangka

Satu WNI Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Meninggal Dunia, WN Rusia dan Ukraina Jadi Tersangka

Tim Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri dan Dirres PPA-PPO Polda jajaran mengungkap fakta baru terkait kasus TPPO modus perekrutan WNI sebagai tentara bayaran di negara Rusia.
Teknologi Perkuat Profesionalisme Polri: Kecerdasan Buatan dan Big Data Jadi Kunci

Teknologi Perkuat Profesionalisme Polri: Kecerdasan Buatan dan Big Data Jadi Kunci

Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi menuntut institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk bergerak cepat melakukan adaptasi ..
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Jadwal Liga Champions 2026-2027 Pekan Ini: Manchester United Jamu AS Roma, Calvin Verdonk ke Norwegia

Jadwal Liga Champions 2026-2027 Pekan Ini: Manchester United Jamu AS Roma, Calvin Verdonk ke Norwegia

Manchester United akan menjamu AS Roma dalam pertandingan lanjutan Liga Champions 2026-2027 pekan ini. Sedangkan Calvin Verdonk akan melawat ke Norwegia bersama Lille.
Cristiano Ronaldo Jr. Dipanggil Timnas Portugal U-17 untuk Pertama Kalinya, Akankah CR7 Ikut Comeback?

Cristiano Ronaldo Jr. Dipanggil Timnas Portugal U-17 untuk Pertama Kalinya, Akankah CR7 Ikut Comeback?

Cristiano Ronaldo Jr. mendapat panggilan perdana memperkuat Timnas Portugal U-17 untuk kualifikasi Euro 2027, sementara sang ayah berpeluang kembali ke timnas.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT