News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemenangan Argentina Seperti Dipaksakan, Pelatih Mesir Murka pada Wasit dan FIFA

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, melontarkan tuduhan keras kepada FIFA usai timnya kalah 2-3 dari sang juara bertahan dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta.
Rabu, 8 Juli 2026 - 03:18 WIB
Mesir Respons Kepemimpinan Wasit yang Buat Tersingkir dari Piala Dunia
Sumber :
  • REUTERS/Paul Childs

Jakarta, tvOnenews.com - Kekalahan dramatis Timnas Mesir dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 masih menyisakan kontroversi. 

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, melontarkan tuduhan keras kepada FIFA usai timnya kalah 2-3 dari sang juara bertahan dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mesir sejatinya sempat berada di atas angin setelah unggul dua gol. Namun Argentina berhasil bangkit lewat penampilan gemilang Lionel Messi yang mencetak satu gol sekaligus menyumbang satu assist, sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan lewat gol pada masa injury time.

Di balik comeback Argentina tersebut, kubu Mesir merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR). Hossam Hassan bahkan menilai hasil pertandingan dipengaruhi faktor di luar lapangan.

"Kami tampil lebih baik daripada juara dunia, lebih baik dalam segala hal. Tetapi hasil pertandingan dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan," kata Hossam Hassan dikutip dari laman ESPN, Rabu (8/7/2026).

Pelatih berusia 59 tahun itu kemudian melontarkan sindiran yang menjadi sorotan. Ia menduga ada keinginan agar Argentina dan Lionel Messi tetap bertahan di turnamen.

"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bertahan dalam persaingan," katanya. 

"Dalam sepak bola, terkadang ada faktor-faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia mendapat dukungan di setiap level," tegas Hossam Hassan.

Hassan juga mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya sudah merasa tidak nyaman dengan penunjukan wasit asal Prancis, Francois Letexier, untuk memimpin pertandingan tersebut.

"Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terhadap hasil ini. Kami sebenarnya sudah memprotes penunjukan wasit karena situasi Prancis, tetapi pada akhirnya setiap orang harus menderita, dan kami yang mengalaminya," katanya.

Kemarahan Hassan bukan tanpa alasan. Mesir menganggap gol mereka dianulir secara kontroversial setelah tinjauan VAR. 

Selain itu, mereka juga kecewa karena dugaan pelanggaran Alexis Mac Allister terhadap Mohamed Salah sebelum gol kemenangan Enzo Fernández sama sekali tidak ditinjau ulang oleh VAR.

"Kami tidak melihat adanya rasa hormat ataupun fair play. Penalti untuk kami dianulir, dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah bahkan tidak diperiksa VAR, lalu gol kedua kami secara luar biasa dianulir dengan alasan yang tidak jelas," kata Hossam Hassan.

Tak berhenti soal fair play hingga penalti yang tak diberikan wasit, Hossam Hassan turut menyoroti pelanggaran yang dilakukan oleh Argentina justru digratiskan oleh wasit dengan membiarkannya. 

"Kita semua melihat bagaimana jersey pemain kami ditarik, tetapi bahkan tidak ada pemeriksaan VAR. Hidup memang tidak adil, kehidupan biasa juga tidak adil, tetapi mengapa dalam olahraga juga tidak ada keadilan?" katanya kecewa.

Hossam Hassan mengaku tidak yakin dengan hasil pertandingan tersebut termasuk jalannya pertandingan yang mengakibatkan kekalahan bagi negaranya. 

"Saya ingin mengatakan 'nasib buruk', tetapi kenyataannya kami diperlakukan tidak adil dan ini adalah sebuah ketidakadilan," kata Hossam Hassan.

Usai laga berakhir, Hassan Hossam Hassan terlibat adu argumen dengan wasit Francois Letexier. Ia mengaku secara langsung menyampaikan protes kepada sang pengadil lapangan.

"Yang saya katakan kepada wasit adalah, 'Ini tidak adil.' Saya mengatakan mungkin dia menyimpan luka atau ada sesuatu yang ingin dia sembunyikan," tegas Hossam Hassan.

"Jika seseorang berusaha menyembunyikan sesuatu, biasanya dia akan gagal menyembunyikannya," katanya.

Hassan bahkan menegaskan rasa kecewanya terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut dengan menyatakan dirinya tak lagi berminat mengikuti sisa pertandingan Piala Dunia 2026.

"Bagaimanapun, setelah ini selesai, saya tidak akan menonton pertandingan lain di turnamen ini," tutupnya.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT