Gagal Tembus 3 Kali Piala Dunia, Pep Guardiola Diproyeksikan Jadi Pelatih Italia
- Action Images via Reuters/Jason Cairnduff
Jakarta, tvOnenews.com - Kegagalan Italia untuk menembus Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun membuat nama Pep Guardiola keluar sebagai kandidat kuat pelatih Timnas Italia.
Meski belum memberikan jawaban pasti, juru taktik asal Spanyol itu dikabarkan tidak langsung menolak tawaran yang diajukan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk menangani Italia.
Menurut laporan dari media Italia, Tuttosport, Paolo Maldini dan Leonardo yang kini memegang peran penting di area teknis FIGC telah melakukan pendekatan langsung kepada Pep Guardiola.
Keduanya bahkan dikabarkan menemui mantan pelatih Manchester City tersebut di Barcelona untuk mempresentasikan proyek jangka panjang bagi sepak bola Italia.
Pep Guardiola disebut meminta waktu hingga Minggu untuk mempertimbangkan tawaran tersebut. Meski peluang merekrut salah satu pelatih terbaik dunia itu dinilai tidak mudah, langkah yang dilakukan Maldini dan Leonardo dianggap sebagai bukti keseriusan FIGC dalam membangun kembali kejayaan Gli Azzurri.
Apabila Pep Guardiola akhirnya menerima tawaran tersebut, proses administrasi dan penyelesaian kontrak masih harus dilakukan sebelum pengumuman resmi dapat disampaikan.
Dalam pertemuan tersebut, Pep Guardiola disebut tidak hanya ditawari posisi sebagai pelatih Timnas Italia senior, tetapi juga kewenangan penuh untuk membangun filosofi permainan seluruh tim nasional Italia.
Maldini dan Leonardo ingin menghadirkan revolusi sepak bola seperti yang pernah dilakukan Johan Cruyff di Barcelona. Model pembinaan yang menyatukan seluruh kelompok usia dengan filosofi permainan yang sama diharapkan mampu melahirkan generasi emas baru bagi Italia.
Jika proyek itu berjalan, Pep Guardiola akan memiliki keleluasaan menentukan pelatih di berbagai level tim nasional, termasuk tim U-21 hingga kelompok usia muda lainnya. Seluruh tim akan diarahkan memainkan gaya sepak bola yang seragam.
Konsep tersebut diyakini menjadi salah satu alasan Guardiola mempertimbangkan tawaran itu dengan serius. Selain memiliki kesempatan meninggalkan warisan besar bagi sepak bola Italia, peran sebagai pelatih tim nasional juga memungkinkan dirinya memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga setelah menghabiskan satu dekade melatih Manchester City.
Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI), Giovanni Malago, juga mengakui adanya komunikasi dengan Guardiola.
"Memang ada aspek finansial yang berkaitan dengan anggaran dan dalam jangka pendek hingga menengah kami harus benar-benar berhitung. Namun, ada pengecualian yang bisa dilakukan untuk nama seperti Pep Guardiola," kata Giovanni Malago.
"Belum tentu semuanya akan berhasil, tetapi saya rasa membuka dialog dan menjaga komunikasi tetap berjalan merupakan langkah yang tepat," katannya.
Menurutnya, dialog dan komunikasi yang terjalin ini untuk mendapatkan sosok terbaik demi Italia kembali ke Piala Dunia.
"Ini sama sekali bukan bentuk tidak menghormati kandidat lain karena pembicaraan dengan mereka juga sudah dimulai. Pada akhirnya kami akan memilih sosok yang dianggap paling tepat, termasuk jika berasal dari generasi pelatih yang lebih baru," ujar Malago.
Pendekatan kepada Pep Guardiola juga berdampak pada proses pencarian pelatih baru Timnas Italia. Seluruh negosiasi dengan kandidat lain untuk sementara dikabarkan ditunda sambil menunggu keputusan dari mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut.
Meski begitu, FIGC telah menyiapkan sejumlah alternatif apabila Guardiola memutuskan menolak tawaran tersebut.
Nama Andrea Pirlo disebut menjadi kandidat favorit Paolo Maldini dan Leonardo. Keduanya menilai legenda AC Milan itu memiliki visi sepak bola modern yang sejalan dengan proyek pembinaan jangka panjang yang sedang disiapkan.
Agen Pirlo, Tullio Tinti, turut memberikan dukungannya terhadap peluang mantan gelandang Timnas Italia tersebut.
"Maldini dan Pirlo berbicara dalam bahasa sepak bola yang sama. Andrea adalah seorang jenius ketika masih bermain dan dia melihat sepak bola dengan cara yang berbeda," kata Tullio Tinti.
"Ketika bergabung dengan Juventus, awalnya dia diproyeksikan menangani tim U-23, tetapi kemudian dipercaya melatih tim utama. Dia berhasil memenangkan Coppa Italia dan Piala Super Italia. Setelah dirinya, ada pelatih-pelatih hebat lainnya, tetapi hasil mereka justru lebih buruk," kata Tinti kepada Sky.
Selain Pirlo, beberapa nama lain juga masih masuk dalam radar FIGC, di antaranya Roberto Mancini, Antonio Conte, Raffaele Palladino, hingga Thiago Motta.
Load more