Bukan Soal Kartu Merah, Ini Respons Gavin Lee usai Singapura Tumbang dari Timnas Indonesia
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Singapura Gavin Lee, memilih tidak memperpanjang perdebatan mengenai kartu merah dan penalti yang terjadi saat timnya kalah 0-2 dari Timnas Indonesia pada laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, keputusan wasit merupakan bagian pertandingan yang tidak dapat ia kendalikan sehingga perhatian Singapura harus diarahkan pada respons tim setelah berada dalam situasi sulit.
Pertandingan Indonesia vs Singapura berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Indonesia membuka keunggulan melalui Ragnar Oratmangoen pada menit ke-13 sebelum Ole Romeny menggandakan skor lewat titik penalti pada menit ke-74.
Kemenangan Indonesia juga tidak lepas dari momen krusial pada pertengahan babak kedua. Singapura harus bermain dengan 10 pemain setelah Safuwan Baharudin mendapat kartu merah usai wasit melakukan tinjauan VAR atas pelanggarannya terhadap Mitchell Baker, sementara penalti Indonesia kemudian lahir dari situasi handball setelah tendangan bebas Thom Haye.
Gavin Lee mengakui timnya sempat memberikan terlalu banyak ruang kepada Indonesia pada babak pertama. Dalam evaluasinya saat jeda, pelatih berusia 36 tahun itu menilai persoalan utama bukan semata kualitas lawan, tetapi keyakinan para pemain terhadap permainan yang mereka jalankan.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
"Ya, pertama-tama, saya pikir saat jeda kami membahas beberapa hal. Apa yang kami lihat di lapangan—ruang yang kami berikan kepada lawan dan peluang yang mereka ciptakan—merupakan konsekuensi dari kami yang tidak cukup percaya kepada diri sendiri," ujar Gavin Lee dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan.
Setelah turun minum, Singapura berusaha memperbaiki organisasi permainan dan tampil lebih rapat di area tengah. Lee menyebut perubahan tersebut membuat timnya mampu bertahan lebih baik sekaligus menjalankan penyesuaian permainan ketika mencoba mencari gol penyeimbang.
"Saya pikir pada babak kedua kami memulai pertandingan dengan jauh lebih baik, terutama dalam menjaga kekompakan di lini tengah. Setelah itu, kami juga jauh lebih baik secara defensif," katanya.
Pelatih Singapura itu kemudian menjelaskan bahwa timnya juga melakukan perubahan di sektor ofensif dengan menambah satu pemain di lini tengah. Strategi tersebut, menurut Lee, berjalan sesuai rencana hingga momentum kartu merah mengubah jalannya pertandingan.
Load more