Dipermalukan Sebelum Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Bicara Jujur soal Keputusan Berisiko di FIFA ASEAN Cup 2026
- Changsuek
Jakarta, tvOnenews.com -Â Pelatih Thailand, Anthony Hudson, berbicara jujur soal mengambil keputusan berisiko di FIFA ASEAN Cup 2026. Imbasnya, Gajah Perang pun dipermalukan sebelum menghadapi Timnas Indonesia.
Thailand dan Indonesia akan berhadapan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Senin (5/10/2026) malam nanti WIB. Ini merupakan partai puncak untuk perebutan gelar juara usai kedua tim menjadi juara grup di grupnya masing-masing.
Timnas Indonesia perlu berkejaran gol dengan Malaysia hingga menit-menit akhir. Gol kelima Mitchell Baker di menit terakhir memastikan kemenangan 9-2 atas Bangladesh pada Kamis (1/10/2026) lalu.
Namun, di sisi lain, Thailand bermain dengan santai saat menghadapi Filipina. Mereka menurunkan tim lapis kedua untuk mengistirahatkan sejumlah pemain kunci, walau itu artinya kekalahan dengan skor 1-2 menghadapi tim yang bahkan tak finis kedua di Grup B.Â
Anthony Hudson mengatakan bahwa kelolosan di laga kontra Vietnam memang sudah direncanakan. Dia memprioritaskan hal ini, jadi tindakannya di laga kontra Filipina bukanlah kejutan.
"Saya pikir kami adalah tim pertama di turnamen ini yang mencapai final, yang merupakan keberuntungan mengingat kami berada di grup yang sangat kompetitif. Kami telah menghadapi Vietnam, salah satu favorit untuk memenangkan kejuaraan, dan tim yang belum bisa kami kalahkan selama hampir tiga tahun. Itu adalah tantangan besar bagi kami," kata Hudson dalam konferensi pers Minggu (4/10/2026).
"Lolos ke final setelah pertandingan kedua memberi kami banyak kesempatan untuk melakukan perubahan pada tim. Saya mengatakan ini kepada para pemain saya sejak awal turnamen karena saya percaya dan sangat memprioritaskan hal ini," tambahnya.
Hudson menuturkan bahwa dirinya berusaha untuk menyertakan setiap pemainnya tampil di turnamen ini. Dia ingin semua orang ambil bagian dalam FIFA ASEAN Cup 2026 meski itu artinya bermain bergantian.
"Turnamen ini mungkin tidak sepanjang turnamen sebelumnya, tetapi dalam hal kamp pelatihan atau kompetisi yang panjang, saya percaya sangat penting untuk memastikan setiap orang mendapatkan waktu bermain, berpartisipasi, dan merasa menjadi bagian sejati dari tim. Saya telah menekankan hal ini kepada para pemain," katanya.
"Saya ingin semua orang mendapat kesempatan bermain, dan untungnya kami mampu melakukannya setelah pertandingan kedua. Ketiga kiper bermain, begitu pula pemain di posisi lain. Jadi saya sangat senang bahwa kami berada dalam posisi untuk dapat melakukan itu setelah dua pertandingan," sambung Hudson.
Kekalahan dari Filipina adalah risiko yang kayak diambil, menurutnya. Hudson mengklaim bahwa misinya sudah tercapai dengan mengalahkan Vietnam 2-0 di matchday kedua.
"Tentu saja, saya menyadari risiko yang terlibat dalam memainkan pertandingan ini. Dengan hanya satu sesi latihan dan begitu banyak pergantian pemain, risikonya adalah performa kami mungkin menurun. Tetapi saya harus melakukan apa yang menurut saya terbaik untuk final," katanya.
"Saya menerima risiko itu karena saya ingin tim mencapai final dengan 7-9 pemain yang belum bermain dalam tiga pertandingan terakhir sebelum bermain di pertandingan keempat," lanjut Hudson.
"Singkatnya, misi kami berhasil dicapai. Meskipun tidak ada yang senang dengan hasilnya, alasan di balik keputusan kami sangat jelas, dan jika saya harus melakukan hal yang sama lagi, saya akan membuat keputusan yang sama," pungkasnya. (rda)
Load more