Cristiano Ronaldo Dihukum Timnas Portugal usai Ribut dengan Jorge Jesus tapi Presiden Federasi Bilang Begini
- REUTERS/Pedro Nunes
Jakarta, tvOnenews.com - Cristiano Ronaldo dijatuhi hukuman dari Timnas Portugal usai bertikai dengan pelatih Jorge Jesus. Namun, Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) sudah mengharapkannya kembali bulan depan.
CR7 menjadi salah satu pembahasan utama selama jeda internasional September dan Oktober lalu imbas situasinya bersama Portugal. Dia memutuskan untuk meninggalkan Selecao das Quinas pada awal Oktober ini usai dicadangkan selama 90 menit penuh di laga kontra Norwegia pada akhir September.
Dia masih tersedia untuk laga kontra Denmark beberapa hari kemudian. Namun, Ronaldo kemudian mengumumkan kepergiannya dari tim nasional setelah mendengar perkataan Jorge Jesus di konferensi pers.
Portugal tetap menang walaupun tanpa dirinya. Mereka mengoleksi empat kemenangan dari empat laga, dengan Ronaldo hanya terlibat dalam satu laga di antaranya, yaitu kemenangan 1-0 atas Wales, yang tidak dilakoni olehnya secara penuh.
Setelah laga terakhir Portugal pada jeda internasional, Ronaldo merilis pernyataan resmi. Dia mengklarifikasi situasi dengan Jesus, yang menurutnya mengingkari dua janji, yaitu soal tidak memainkannya dan juga soal konferensi pers.
Namun, dia juga mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Ronaldo bahkan menyebut bahwa dirinya layak dihukum karena meninggalkan tim nasional di tengah perjuangan mereka di UEFA Nations League.
Kini, FPF telah mengambil keputusan untuk menghukumnya. Sebagaimana dilaporkan oleh media Portugal, A Bola, hukuman untuk Ronaldo sudah diproses mulai tanggal 9 Oktober lalu.
"Proses disiplin telah dimulai terhadap Cristiano Ronaldo, berdasarkan keputusan bagian non-profesional, pada tanggal 9 Oktober, dengan tujuan untuk memastikan potensi relevansi disiplin dari fakta-fakta yang dilaporkan pada tanggal 7 Oktober,” demikian laporan A Bola.
"Tanpa mengurangi penangguhan sementara otomatis yang dikenakan kepadanya hingga tanggal dimulainya proses, penangguhan sementara non-otomatis terhadap pemain tersebut telah ditetapkan dan proses tersebut diberikan status mendesak,” tambahnya.
"Berkas proses tersebut dikirim, pada tanggal 10 Oktober, ke komite instruksi disiplin FPF (Federasi Sepak Bola Portugal), dengan larangan publikasi hingga akhir penyelidikan,” tukasnya.
Selain itu, sang penyerang Al-Nassr berusia 41 tahun juga mengatakan bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan kembali ke Portugal. Presiden FPF, Pedro Coenca, mengatakan bahwa dirinya sudah mengharapkan Ronaldo untuk kembali pada jeda internasional November mendatang.
Load more