Masih Ingat Pierluigi Collina? Wasit Paling Disegani di Dunia Buat Gebrakan Baru dengan Minta FIFA Untuk Tak Sahkan Gol Ini
- FIFA
Jakarta, tvOnenews.com - Masih ingat Pierluigi Collina? Nama wasit Pierluigi Collina pernah menyandang predikat sebagai wasit paling disegani di dunia.
Sudah bukan satu dua kali Pierluigi Collina mencatatkan prestasi sebagai wasit terbaik di dunia era 90-an.
Bahkan masih lekat pada ingatan pecinta sepak bola dunia ketika wasit asal Italia ini dengan apik memimpin pertandingan final Piala Dunia 2002 antara Brasil melawan Jerman.
Sudah pensiun lama, ternyata Pierluigi Collina masih tak bisa terpisahkan dengan dunia perwasitan.
Bahkan dia pernah berkunjung ke Tanah Air ketika Indonesia menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia U-17 2023 lalu.
Kini, Pierluigi Collina kembali membuat gebrakan dengan meminta FIFA mengubah aturan soal tendangan penalti.
Dia menilai strategi menendang bola dengan sengaja agar menjadi bola pantul untuk mencetak gol dari bola rebound adalah sesuatu yang seharusnya tidak disahkan.
"Saya yakin ada kesenjangan yang besar antara peluang yang tersedia bagi eksekutor penalti dan kiper," kata Pierluigi Collina dikutip dari laman Football Italia.
Wasit yang pernah menyabet enam pernghargaan wasit terbaik secara beruntun versi UEFA ini pun mengungkapkan alasannya.
Dia menilai, eksekutor akan jauh diuntungkan karena bola rebound adalah sering menyulitkan kiper.
"Rata-rata, 75 persen penalti sudah terjadi, peluang (gol) lebih besar daripada peluang yang hilang akibat pelanggaran," kata Pierluigi Collina dilansir dari laman Football Italia.
Dia pun mengajak para kiper bersua untuk membuktikan bahwa tindakan tersebut sudah selayaknya punya regulasi yang jelas.
Pierluigi Collina mengakui telah membuka diskusi dengan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) soal tidak sahnya gol rebound yang diawali dari gol penalti.
IFAB adalah organisasi yang mendampingi FIFA untuk menentukan aturan-aturan dalam permainan sepak bola.
"Salah satu sosialnya adalah aturan 'satu tembakan', sama seperti adu penalti setelah perpanjangan waktu," kata sang wasit.
Tak hanya itu, Pierluigi Collina mengakui sudah seharusnya ada tiga hal yang terjadi ketika eksekutor melakukan eksekusi bola penalti.
"Tidak ada rebound, orang bisa mencetak gol atau melanjutkan permainan dari tendangan gawang, titik," katanya.
Load more