Nasib Frank Ilett The United Strand Usai Ruben Amorim Dipecat: Setahun Gondrong, Harapan Cukur Januari Kemungkinan Pupus
- Instagram - Frank Ilett
Jakarta, tvOnenews.com – Nasib apes menaungi Frank Ilett, penggemar berat Manchester United yang kini dikenal luas di dunia maya. Pria yang menantang dirinya untuk tidak memotong rambut hingga Setan Merah meraih lima kemenangan beruntun itu harus menerima kenyataan pahit karena targetnya kian menjauh dari jangkauan.
Harapan Ilett untuk segera merapikan penampilannya nyaris pupus setelah manajemen Manchester United memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim. Keputusan mengejutkan tersebut membuat situasi di Old Trafford kembali tak menentu, sekaligus mengaburkan peluang terciptanya tren kemenangan dalam waktu dekat.
Ilett, yang dikenal dengan nama akun The United Strand, tercatat sudah menjalani hari ke-454 tanpa menyentuh gunting cukur. Rambutnya yang kini tumbuh panjang dan sulit diatur menjadi saksi betapa beratnya perjalanan klub kesayangannya dalam mencari konsistensi sepanjang setahun terakhir.
Di tengah ketidakpastian nasib tim pasca-perpisahan dengan Amorim, Ilett justru muncul dengan penampilan baru yang membuat banyak orang pangling. Dilansir dari Givemesport, ia memilih meluruskan rambut afronya secara profesional sebelum tampil di acara televisi Channel 4, The Last Leg, pekan ini.
Transformasi tersebut begitu drastis hingga Ilett nyaris tak dikenali oleh para pengikut setianya di media sosial. Proses pelurusan rambut pria berusia 29 tahun itu bahkan memakan waktu lama dan membutuhkan bantuan tiga orang staf untuk menjinakkan rambutnya yang tebal.
Sebelumnya, Ilett kerap tampil apa adanya atau mencoba gaya nyeleneh demi menjaga tantangannya tetap viral. Ia pernah menghias rambutnya menyerupai pohon Natal, mengenakan penutup kepala mandi, hingga memakai ikat kepala ala instruktur senam untuk mengusir rasa gerah.
Namun, di balik aksi jenakanya, tersimpan rasa lelah setelah melewati dua kali perayaan Natal dengan rambut yang kian tak terkendali. Fakta bahwa hanya Manchester City dan Aston Villa yang mampu mencatatkan lima kemenangan beruntun di Inggris tentu tak banyak membantu menenangkan kulit kepalanya yang semakin gatal.
Situasi semakin rumit karena performa Manchester United justru menurun sebelum kepergian Amorim. Dalam sebulan terakhir, Bruno Fernandes dan rekan-rekannya hanya mampu bermain imbang di kandang saat menjamu West Ham, Bournemouth, dan Wolverhampton Wanderers.
Secara matematis, jika keajaiban terjadi dan pelatih baru mampu langsung tancap gas, kesempatan tercepat bagi Ilett untuk mendatangi tukang cukur adalah pada 25 Januari mendatang. Namun, skenario itu terdengar nyaris mustahil karena United harus menaklukkan pemuncak klasemen Arsenal serta rival sekota Manchester City dalam jadwal yang padat dan menantang.
Terakhir kali Manchester United mencatatkan lima kemenangan beruntun di semua kompetisi terjadi pada Februari 2024 saat masih diasuh Erik ten Hag. Sejak saat itu, termasuk sepanjang masa kepemimpinan singkat Amorim, konsistensi seolah menjadi barang langka di Theatre of Dreams.
Absennya kompetisi Eropa musim ini turut mempersulit misi Ilett karena United kehilangan peluang membangun momentum melalui laga-laga tengah pekan. Dengan mayoritas pertandingan tersisa di Premier League yang terkenal ketat, setiap laga terasa seperti final yang sulit diprediksi.
Pemecatan Ruben Amorim menjadi penegasan bahwa fase transisi Manchester United masih jauh dari kata selesai. Bagi Frank Ilett, kondisi ini berarti ia harus bersabar lebih lama hidup dengan rambut gondrongnya, sambil menanti siapa nakhoda baru yang berani menerima tantangan di kursi panas Old Trafford.
(sub)
Load more