Tendangan Kung Fu Liga 4 Jatim Gegerkan Asia Tenggara, Media Malaysia: Seperti Adegan Film Komedi
- tangkapan layar
tvOnenews.com - Sepak bola Indonesia kembali menjadi bahan perbincangan luas, bukan karena prestasi, melainkan akibat insiden keras yang terjadi di kompetisi Liga 4 Jawa Timur.Â
Aksi tendangan kung fu dalam sebuah pertandingan tak hanya memicu kecaman publik domestik, tetapi juga menembus perhatian media internasional, termasuk Malaysia.Â
Peristiwa ini mempertegas bahwa setiap kejadian di lapangan hijau kini mudah viral dan berdampak pada citra sepak bola nasional secara keseluruhan.
Sorotan dari luar negeri datang setelah rekaman video insiden tersebut beredar luas di media sosial. Salah satu media olahraga terkemuka Malaysia, Stadium Astro, bahkan mengulas kejadian tersebut secara khusus.Â
Mereka menilai aksi pemain Liga 4 Jatim itu tak lazim dan menyerupai adegan film laga komedi, Shaolin Soccer, yang dikenal dengan aksi bela diri ekstrem di lapangan sepak bola.
Insiden Brutal di Laga Putra Jaya Pasuruan vs Perseta Tulungagung
Insiden tendangan kung fu tersebut terjadi dalam pertandingan babak 32 besar Liga 4 Zona Jawa Timur antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung.Â
Laga yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, pada Senin (5/1/2026) itu sejatinya berjalan timpang. Perseta Tulungagung tampil dominan dan sudah unggul telak 4-0 saat pertandingan memasuki menit ke-71.
Ketertinggalan jauh tampaknya memicu frustrasi pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gimnastiar. Dalam upaya merebut bola dari pemain Perseta, Firman Nugraha, Hilmi justru melakukan tindakan yang jauh dari nilai fair play.Â
Ia melayangkan tendangan keras ke arah dada Firman, yang langsung membuat sang pemain terjatuh dan terkapar di lapangan.
Wasit yang memimpin pertandingan tak ragu mengambil tindakan tegas dengan mengganjar kartu merah langsung kepada Hilmi.Â
Sementara itu, Firman harus mendapatkan perawatan medis serius, ditandu keluar lapangan, dan kemudian dilarikan ke rumah sakit karena mengeluhkan nyeri di bagian dada akibat benturan keras tersebut.
Viral di Media Sosial hingga Disorot Stadium Astro Malaysia
Rekaman video insiden itu dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai reaksi keras dari warganet. Tak sedikit yang menyayangkan masih adanya aksi brutal di kompetisi level bawah yang seharusnya menjadi ajang pembinaan pemain muda.Â
Perbincangan tersebut bahkan meluas hingga ke luar negeri. Media Malaysia, Stadium Astro, turut menyoroti kejadian tersebut dalam artikelnya. Mereka menuliskan bahwa insiden di Liga 4 Jawa Timur itu mencuri perhatian pecinta sepak bola dunia.
"Pertandingan antara Putra Jaya Pasuruan dan Perseta 1970 mencuri perhatian penggemar sepak bola di seluruh dunia ketika seorang pemain ditendang di dada saat pertandingan berlangsung."
"Dalam pertandingan Liga 4 Jawa Timur, seorang pemain yang mengenakan jersey kuning sengaja menendang, menyebabkan perkelahian antara kedua tim di tengah lapangan."
"Rata-rata, para penggemar yang berkomentar setelah menonton video tersebut mengatakan bahwa aksi tersebut tampak seperti adegan dari film komedi, Shaolin Soccer," tulis Stadium Astro.
Sorotan media asing ini menambah panjang daftar kasus yang mencoreng wajah sepak bola Indonesia di mata internasional.
Permintaan Maaf hingga Pemecatan Pemain oleh Klub
Usai pertandingan, Firman Nugraha mengungkapkan bahwa Muhammad Hilmi sempat menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Namun, menurut Firman, sikap sang pemain belum menunjukkan penyesalan yang tulus.
"Pemain sudah meminta maaf tapi agak tidak ada itikadnya," ujar Firman.
Menanggapi insiden tersebut, manajemen Putra Jaya Pasuruan bergerak cepat dengan mengambil langkah tegas.Â
Klub memutuskan untuk memberhentikan Muhammad Hilmi Gimnastiar dari skuad. Keputusan ini diumumkan melalui surat keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram PS Putra Jaya Sumurwaru.
Dalam pernyataan resminya, manajemen menegaskan bahwa tindakan Hilmi bertentangan dengan asas sepak bola dan melanggar prinsip sportivitas.
"Dengan adanya kejadian laga Liga 4 babak 32 besar zona Jatim antara PS. Putra Jaya Sumurwaru tertanggal 05 Januari 2026 pukul 14.36 WIB di stadion Bangkalan Madura yang menyebabkan cederanya pemain Perseta 1970."
"Maka kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja kepada pemain kami yang bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar," bunyi pernyataan resmi klub.
Selain itu, Putra Jaya Pasuruan juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Perseta Tulungagung dan Firman Nugraha atas insiden yang terjadi.Â
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran penting agar nilai sportivitas tetap dijunjung tinggi di semua level kompetisi sepak bola Indonesia. (udn)
Â
Load more