Bojan Hodak Bongkar Rahasia Persib Sulit Kebobolan: Sejauh ini Pertahanan Kami yang Terbaik di Liga
- Persib Bandung
tvOnenews.com - Bojan Hodak blak-blakan soal rahasia Persib Bandung sulit kebobolan dari lawan-lawannya di Super League 2025/26. Apa itu? Simak selengkapnya.
Persib Bandung menjalani Super League 2025/26 dengan pendekatan yang sangat jelas. Di tengah persaingan ketat papan atas, Bojan Hodak tak ragu mengungkap fondasi utama yang membuat Maung Bandung terus berada di jalur juara.
Menurut pelatih asal Kroasia itu, kekuatan Persib musim ini bukan semata soal ketajaman lini depan, melainkan konsistensi pertahanan yang berjalan disiplin sejak awal kompetisi.
Pendekatan tersebut terbukti efektif. Sepanjang putaran pertama Super League 2025/26, Persib tampil sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling minim.
Statistik ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari filosofi Hodak yang menempatkan keseimbangan tim sebagai kunci utama untuk meraih gelar juara, terutama di tengah tekanan besar dari suporter fanatik dan ekspektasi tinggi publik Bandung.
Persib Paling Kokoh di Liga
Data putaran pertama Super League 2025/26 menunjukkan keunggulan Persib di sektor pertahanan. Dari 17 pertandingan, Persib hanya kebobolan 11 gol.
Lebih impresif lagi, Maung Bandung hanya sekali kebobolan dalam delapan laga kandang, yakni saat menghadapi Borneo FC.
Catatan ini membuat Persib unggul dibandingkan para pesaing terdekatnya. Persija Jakarta dan Persita Tangerang sama-sama telah kebobolan 14 gol.

- Persib Bandung
Sementara Borneo FC dan Persebaya Surabaya berada di bawahnya dengan 16 kali kebobolan. Selisih ini menegaskan bahwa lini belakang Persib menjadi yang paling solid di liga sejauh ini.
“Jika melihat hasil dan klasemen, tentu yang paling penting adalah pertahanan berjalan dengan baik. Jadi sejauh ini pertahanan kami yang terbaik di liga, tentu saja ini adalah kunci (keberhasilan),” ujar Hodak seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pertahanan Juara, Serangan Tetap Dievaluasi
Meski unggul dalam urusan bertahan, Hodak tidak menutup mata terhadap aspek lain. Dari sisi produktivitas, Persib telah mencetak 27 gol, jumlah yang masih kalah dari Malut United dengan 33 gol, Persija Jakarta 32 gol, serta Borneo FC yang mengoleksi 31 gol.
Bagi Hodak, kondisi ini bukan masalah besar, tetapi tetap menjadi bahan evaluasi. Ia menilai bahwa tim juara harus memiliki keseimbangan antara lini belakang dan lini depan.
“Karena serangan bisa memenangkan pertandingan. Tapi pertahanan juga bisa memenangkan gelar juara,” tegasnya.
Pendekatan ini pula yang membedakan Persib dari Persija dan Persita. Persija relatif lebih agresif dalam menyerang, tetapi masih belum seefisien Persib dalam menjaga area pertahanan.
Sementara Persita Tangerang tampil disiplin, namun belum mampu menunjukkan konsistensi yang sama ketika menghadapi tekanan di laga-laga besar.
Tekanan Besar dan Mental Juara Persib
Bojan Hodak juga berbicara soal tekanan yang selalu mengiringi Persib Bandung. Sejak menggantikan Luis Milla, Hodak membawa perubahan signifikan dan sukses mempersembahkan dua trofi juara.
Musim ini, tantangan kembali hadir karena Persib berada di jalur perebutan gelar Super League sekaligus berjuang di ACL 2 2025/26.
Menurut Hodak, ekspektasi tinggi adalah konsekuensi melatih klub besar dengan basis suporter fanatik.
“Orang-orang selalu menaruh ekspektasi yang tinggi,” ungkapnya.
Namun ia menilai tekanan tersebut sudah menjadi bagian dari keseharian tim.
“Sebab kami sudah sehari-hari hidup seperti ini dalam tiga tahun. Jadi ini hal yang normal di Persib,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa awal musim berjalan cukup berat karena adanya perombakan pemain yang masif. Kini, performa tim mulai stabil dan berada di jalur kemenangan.
Dengan status juara paruh musim, Persib kembali membidik trofi liga dan membuka peluang menambah kekuatan lewat bursa transfer.
Dibandingkan Persija Jakarta dan Persita Tangerang, Persib terlihat lebih matang dalam mengelola tekanan serta menjaga konsistensi.
Jika solidnya pertahanan ini mampu dipertahankan hingga akhir musim, Bojan Hodak tampaknya telah menemukan formula paling realistis untuk membawa Maung Bandung kembali menjadi juara Super League 2025/26. (udn)
Load more