Isu Child Grooming Aurelie Moeremans Masih Hangat, Istri Sadio Mane di Piala Afrika Buat Salah Fokus
- AFCON 2025
Jakarta, tvOnenews.com - Isu child grooming yang masih hangat dibicarakan di media sosial setelah aktris Aurelie Moeremans merilis buku 'Broken String' ternyata membuat netizen salah fokus pada istri Sadio Mane.
Sadio Mane berhasil membawa Senegal sebagai juara Piala Afrika setelah mengalahkan Maroko, Senin (19/1/2026). Dia pun membagikan kebahagiaan itu pada keluarganya yang juga ikut mendampinginya bertanding.
Sadio Mane berfoto bersama istrinya yang berusia 20 tahun, Aisha Tamba dan anak pertama mereka. Sang istri pun menarik perhatian publik karena dikaitkan dengan isu child grooming yang sedang hangat setelah Aurelie Moeremans merilis buku 'Broken String'.
Sadio Mane membawa trofi kedua Piala Afrika sekaligus menyematkan namanya sebagai MVP di pertandingan final yang penuh dengan intensitas itu.
Dia pun didampingi oleh Tamba dan buah hatinya yang berhasil direkam oleh akun Konfederasi Sepak Bola Afrika, dilansir dari laman Daily Mail, ini adalah kali pertama Sadio Mane memperlihatkan anaknya dan istri secara publik.
Mantan pemain Liverpool ini menikah dengan Tamba pada 2024 lalu, hanya enam hari sebelum dimulainya Piala Afrika 2024. Pasangan itu merahasiakan hubungan mereka sebelum menikah.
Tetapi di hari besar tersebut, keluarga, rekan satu profesi dan sahabatnya turut merayakan pernikahannya. Saat itu, perhatian tak luput dari perbedaan usia keduanya yang sangat jauh.
Ketika menikah, Sadio Mane berusia 31 tahun dan sang istri baru berusia 18 tahun, bahkan disinyalir keduanya menjalin hubungan ketika Tamba masih berusia 16 tahun dan mane di usia 29 tahun.
"Tamba masih seorang mahasiswa ketika mereka bertemu, tapi Mane dilaporkan telah bersumpah akan menikahinya setelah mereka berkencan," tulis laporan Daily Mail.
Mereka menyambut anak pertama mereka setelah 14 bulan menikah. Anak pertamanya dilaporkan lahir pada Maret 2025 lalu ketika Tamba masih berusia 19 tahun.
Walau sang istri merebut perhatian publik, namun Sadio Mane justru bersemangat menceritakan drama di lapangan. Intensitas tinggi pertandingan hingga harus melalui babak perpanjangan waktu hingga ancaman walk out dari Timnas Senegal.
"Sepak bola adalah sesuatu yang istimewa, dunia sedang menyaksikan, dunia mencintai sepak bola dan saya pikir sepak bola adalah sebuah kesenangan jadi kita harus memberikan citra yang baik untuk sepak bola," kata Mane.
Sadio Mane memang berhasil menggagalkan rencana timnya untuk walk out. Namun bukan berarti timnya harus menyerah begitu saja.
"Menurutku akan gila jika tidak memainkan pertandingan ini karena, apa, wasit memberikan penalti dan kita tersingkir dari pertandingan?" katanya.
Penalti Maroko memang gagal dan Senegal akhirnya menjadi juara lewat gol telat. Namun bagi Mane, ini bukan kalah atau menang melainkan bagaimana sepak bola seharusnya tak berakhir seperti ini.
"Saya rasa itu akan menjadi hal terburuk, terutama di sepak bola Afrika. Saya lebih memilih kalah daripada hal seperti ini terjadi pada sepak bola kita," tegas Mane.
Load more