Duh, Persija Kena Badai! Gagal Tempel Persib di Klasemen Liga 1, Empat Pilar Macan Kemayoran Tumbang Sekaligus
- instagram persija
tvOnenews.com - Persija Apes! Gagal Tempel Persib di Klasemen Liga 1, Empat Pilar Macan Kemayoran Tumbang Sekaligus
Perburuan gelar juara Liga 1 Indonesia musim 2025/2026 semakin panas menjelang akhir kompetisi. Namun di tengah ketatnya persaingan, nasib kurang beruntung justru menimpa Persija Jakarta.
Tim berjuluk Macan Kemayoran itu gagal memanfaatkan peluang untuk memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung.
Situasi makin rumit setelah sejumlah pemain inti Persija tumbang dalam waktu bersamaan. Empat pilar tim dipastikan absen karena cedera dan akumulasi kartu, tepat ketika tim sedang berusaha menjaga peluang juara.
Kondisi ini membuat perjuangan tim asuhan Mauricio Souza menjadi jauh lebih berat di sisa musim.
Gagal Menang Lawan Borneo, Persija Kehilangan Momentum
Kesempatan Persija untuk mendekati Persib sebenarnya terbuka saat menghadapi Borneo FC Samarinda di Jakarta International Stadium pada Selasa (3/3/2026). Namun alih-alih meraih kemenangan, Persija justru harus puas dengan hasil imbang 2-2.
Hasil tersebut membuat Persija tertahan di peringkat kedua klasemen dengan koleksi 51 poin dari 24 pertandingan. Mereka kini tertinggal tiga angka dari Persib yang masih kokoh di puncak klasemen dengan 54 poin.
Di sisi lain, Borneo FC yang berada di posisi ketiga dengan 50 poin dari 23 laga bahkan berpotensi menyalip Persija jika mampu memenangi laga tunda mereka.
Situasi ini membuat persaingan papan atas Liga 1 semakin ketat dan penuh tekanan.
Beberapa tim lain seperti Persebaya Surabaya dan Malut United secara matematis masih memiliki peluang, tetapi jarak poin mereka cukup jauh sehingga peluangnya lebih kecil.
Empat Pilar Persija Tumbang Sekaligus
Masalah Persija tidak berhenti pada hasil imbang saja. Tim ibu kota juga dihantam badai cedera yang menimpa beberapa pemain penting.
Tiga pemain inti, yakni Mauro Zijlstra, Paulo Ricardo, dan Alaeddine Ajaraie, mengalami cedera dan masih dalam pemantauan tim medis. Sementara gelandang asal Brasil, Allano Lima, harus absen karena akumulasi kartu kuning.
Dalam pertandingan melawan Borneo, Alaeddine Ajaraie dan Allano Lima sebenarnya sempat tampil. Namun Ajaraie harus ditarik keluar lebih awal setelah mengalami masalah fisik.
Sementara itu, Mauro Zijlstra dan Paulo Ricardo bahkan tidak masuk dalam daftar susunan pemain karena sudah lebih dulu menjalani perawatan cedera.
Mauricio Souza mengaku belum dapat memastikan kapan para pemain tersebut bisa kembali merumput.
“Mauro cedera, tidak tahu dia bisa tampil atau tidak di laga berikutnya. Alaeddine juga kita harus lihat dia cederanya apa,” kata Mauricio Souza setelah pertandingan.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi Paulo Ricardo masih belum jelas.
“Paulo, pemain stopper kami, belum tahu dia bisa main atau tidak pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Persija kini memiliki waktu sekitar 11 hari untuk memulihkan kondisi pemain sebelum menghadapi Dewa United pada 15 Maret mendatang.
Tekanan Mental di Perebutan Gelar Juara
Selain faktor cedera, tekanan mental juga menjadi salah satu penyebab inkonsistensi tim-tim papan atas Liga 1 musim ini. Persaingan antara Persib, Persija, dan Borneo FC semakin ketat sehingga setiap pertandingan terasa seperti laga final.
Mauricio Souza bahkan mengakui timnya sering kehilangan fokus setelah berhasil mencetak gol.
“Jangan tanya sama saya, saya tidak tahu kenapa tapi tim kami setelah mencetak gol itu mulai tidak fokus. Setelah 1-1, kami baru dapat mengontrol pertandingan lagi,” kata Mauricio.
Hal serupa juga terlihat pada kubu Persib. Pelatih mereka, Bojan Hodak, bahkan sempat menunjukkan emosi setelah timnya bermain imbang melawan Persebaya.
Berbeda dengan dua rivalnya, pelatih Borneo FC, Fabio Lafundes, justru terlihat lebih percaya diri menghadapi tekanan tersebut. Ia menegaskan bahwa timnya tetap fokus mengejar gelar juara.
“Kami ingin juara. Itu yang kami lakukan dari awal dan sedang kami lakukan. Semua yang kami ciptakan di Borneo sejak awal sudah luar biasa,” ujar Lafundes.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, peluang juara kini akan sangat ditentukan oleh ketenangan dan konsistensi setiap tim.
Jika Persija tidak segera keluar dari krisis cedera dan tekanan mental, bukan tidak mungkin posisi mereka akan digeser oleh pesaing lain di papan atas klasemen Liga 1. (udn)
Load more