News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Handball, Penalti Hingga VAR di Keruwetan Sepak Bola

Beberapa dekade kemudian, sepak bola sudah bukan lagi bagaimana mencetak gol ke gawang lawan. Lebih dari itu, penggunaan regulasi handball, penalti, hingga teknologi Video Assistant Referee (VAR) justru membuat ruwet permainan sepak bola. 
Kamis, 5 Maret 2026 - 19:44 WIB
West Ham Vs Manchester United di Liga Inggris, Rabu (11/2/2026)
Sumber :
  • Reuters

Jakarta, tvOnenews.com - Sedianya sepak bola menjadi permainan yang sederhana, namun dipersulit oleh orang-orang yang seharusnya lebih tahu. Kalimat tersebut dikeluarkan oleh manajer Liverpool era 60-an, Bill Shankly. 

Beberapa dekade kemudian, sepak bola sudah bukan lagi bagaimana mencetak gol ke gawang lawan. Lebih dari itu, penggunaan regulasi handball, penalti, hingga teknologi Video Assistant Referee (VAR) justru membuat ruwet permainan sepak bola. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberagaman regulasi ini tak jarang memicu kekecewaan suporter. Sebut saja regulasi handball yang tak jarang memicu perdebatan di dalam lapangan. 

Legenda Inggris, Alan Shearer bahkan tak menyukai regulasi handball. Saat ini handball memiliki aturan yang bahkan lebih rumit dibandingkan dengan bola yang terkena tangan. 

"Saya benci sekali aturan handball, mereka telah mengacaukannya," kata Alan Shearer dikutip dari laman BBC. 

Handballs kini punya aturan spesifik dengan tak terbatas pada bagian tubuh mana saja yang bisa dikatakan sebagai area terlarang untuk menyentuh bola. Bahkan hingga arah bola, perubahan gerakan tubuh, hingga situasi gol karena handball pun memiliki aturan sendiri.

"Ini sangat kacau dari segala hal, ada 'disengaja', 'alami', 'tidakk alami', ada begitu banyak cara berbedaa yang mereka gunakan untuk menafsirkan berbagai hal dan itu tidak sesuai dengan tujuan," kata Alan Shearer. 

BBC turut membahas campur tangan VAR dalam menentukan handball di kotak terlarang. Liga Inggris pun menjadi liga di Eropa yang paling banyak mencatatkan penalti akibat handball. 

Itu baru soal handball, BBC turut melaporkan soal regulasi offside yang juga bermacam-macam. IFAB, Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional yang mengatur soal Law of the Game terus memperbaharui regulasi. 

VAR pun menjadi bintang utama dalam regulasi sepak bola modern. Teknologi yang seharusnya membantu, justru menjadi celah bagi hal-hal kecil di sepak bola menjadi besar. 

Sebelum ada VAR, penggemar bisa duduk dan menonton pertandingan, tidak setuju dengan keputusan, kemudian terus mendukung timnya. 

Namun kini, ada penjelasan rinci tentang hal-hal kecil seperti potensi kartu merah, posisi lengan pemain hingga pertimbangan rumit seperti kekerasan di lapangan membuat suporter merasa sepak bola terlalu ruwet. 

IFAB pun baru melaksanakan pertemuan pada pekan lalu dan telah dipastikan menjadi salah satu pertemuan tersibuk yang pernah ada. 

Sejumalh perubahan peraturan diperkenalkan jelang Piala Dunia 2026 dan musim kompetisi 2025-2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permainan sepak bola semakin rumit dengan kehadiran sejumlah regulasi yang tengah diolah. Mulai dari pemeriksaan VAR pada tendangan sudut, tinjauan kartu kuning, hingga hitungan mundur untuk lemparan dalam dan goal kick. 

Terbaru, perhitungan jeda pemain dalam pergantian pemain dan cedera pun menjadi perdebatan. Tentu sepak bola kini tak sekedar sebagai tontonan 90 menit. (hfp)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

Bagi yang sedang mencari referensi kalimat singkat, menarik, dan berkesan, berikut lima belas ucapan HUT RI ke-81 yang siap menyemarakkan Status WhatsApp Anda.
Nyeri Lutut dan Sendi Sembuh Tanpa Obat Kimia, dr Zaidul Akbar Anjurkan Langkah Sederhana Ini

Nyeri Lutut dan Sendi Sembuh Tanpa Obat Kimia, dr Zaidul Akbar Anjurkan Langkah Sederhana Ini

Masalah nyeri lutut dan sendi tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, jika terjadi nyeri lutut dan sendi, dr Zaidul Akbar menganjurkan ikuti langkah berikut

Trending

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Perjalanan KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, sempat terganggu setelah seorang siswi SMA kelas 10 tertabrak kereta rel listrik (KRL), Senin (10/8/2026).
Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Sosok wanita berbaju putih disebut mengambil mikrofon MC Newport sebelum muncul challenge hafalan Surat Ad-Duha berhadiah minuman beralkohol. Siapa dia?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT