Handball, Penalti Hingga VAR di Keruwetan Sepak Bola
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Sedianya sepak bola menjadi permainan yang sederhana, namun dipersulit oleh orang-orang yang seharusnya lebih tahu. Kalimat tersebut dikeluarkan oleh manajer Liverpool era 60-an, Bill Shankly.
Beberapa dekade kemudian, sepak bola sudah bukan lagi bagaimana mencetak gol ke gawang lawan. Lebih dari itu, penggunaan regulasi handball, penalti, hingga teknologi Video Assistant Referee (VAR) justru membuat ruwet permainan sepak bola.
Keberagaman regulasi ini tak jarang memicu kekecewaan suporter. Sebut saja regulasi handball yang tak jarang memicu perdebatan di dalam lapangan.
Legenda Inggris, Alan Shearer bahkan tak menyukai regulasi handball. Saat ini handball memiliki aturan yang bahkan lebih rumit dibandingkan dengan bola yang terkena tangan.
"Saya benci sekali aturan handball, mereka telah mengacaukannya," kata Alan Shearer dikutip dari laman BBC.
Handballs kini punya aturan spesifik dengan tak terbatas pada bagian tubuh mana saja yang bisa dikatakan sebagai area terlarang untuk menyentuh bola. Bahkan hingga arah bola, perubahan gerakan tubuh, hingga situasi gol karena handball pun memiliki aturan sendiri.
"Ini sangat kacau dari segala hal, ada 'disengaja', 'alami', 'tidakk alami', ada begitu banyak cara berbedaa yang mereka gunakan untuk menafsirkan berbagai hal dan itu tidak sesuai dengan tujuan," kata Alan Shearer.
BBC turut membahas campur tangan VAR dalam menentukan handball di kotak terlarang. Liga Inggris pun menjadi liga di Eropa yang paling banyak mencatatkan penalti akibat handball.
Itu baru soal handball, BBC turut melaporkan soal regulasi offside yang juga bermacam-macam. IFAB, Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional yang mengatur soal Law of the Game terus memperbaharui regulasi.
VAR pun menjadi bintang utama dalam regulasi sepak bola modern. Teknologi yang seharusnya membantu, justru menjadi celah bagi hal-hal kecil di sepak bola menjadi besar.
Sebelum ada VAR, penggemar bisa duduk dan menonton pertandingan, tidak setuju dengan keputusan, kemudian terus mendukung timnya.
Namun kini, ada penjelasan rinci tentang hal-hal kecil seperti potensi kartu merah, posisi lengan pemain hingga pertimbangan rumit seperti kekerasan di lapangan membuat suporter merasa sepak bola terlalu ruwet.
IFAB pun baru melaksanakan pertemuan pada pekan lalu dan telah dipastikan menjadi salah satu pertemuan tersibuk yang pernah ada.
Sejumalh perubahan peraturan diperkenalkan jelang Piala Dunia 2026 dan musim kompetisi 2025-2026.
Permainan sepak bola semakin rumit dengan kehadiran sejumlah regulasi yang tengah diolah. Mulai dari pemeriksaan VAR pada tendangan sudut, tinjauan kartu kuning, hingga hitungan mundur untuk lemparan dalam dan goal kick.
Terbaru, perhitungan jeda pemain dalam pergantian pemain dan cedera pun menjadi perdebatan. Tentu sepak bola kini tak sekedar sebagai tontonan 90 menit. (hfp)
Load more