Pelatih Timor Leste Ungkap 'Biang Kerok' Kekalahan dari Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF 2026: Kami Berikan Tugas dan Instruksi Khusus!
- instagram fftl.official
tvOnenews.com - Kekalahan telak yang dialami Timor Leste dari Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF 2026 menyisakan cerita di balik skor mencolok 0-4.
Bukan sekadar kalah kualitas, pelatih Timor Leste mengungkap faktor mental sebagai biang kerok utama yang membuat timnya tak berdaya di babak pertama.
Hasil ini sekaligus mengukuhkan Timnas Indonesia U-17 di puncak klasemen Grup A Piala AFF 2026, bersaing ketat dengan Vietnam.
Di sisi lain, Timor Leste harus rela terdampar di papan bawah klasemen tanpa poin, membuat tekanan semakin besar menjelang laga berikutnya.
Timor Leste U-17 harus menerima kenyataan pahit usai dibantai 4-0 oleh Timnas Indonesia U-17 pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (13/4/2026) malam WIB.
Empat gol Indonesia tercipta cepat di babak pertama melalui Putu Ekayana pada menit ke-6 dan 17, disusul gol Ridho di menit ke-37, serta Dava Yunna di menit ke-42.
Statistik ini menunjukkan betapa dominannya Indonesia dalam 45 menit awal, di mana seluruh gol lahir tanpa balasan.
Pelatih Timor Leste, Emral Bin Bustaman, menilai anak asuhnya tampil jauh di bawah standar akibat tekanan mental.
- Bhayangkara FC
Ia menyebut para pemain kehilangan kepercayaan diri saat menghadapi tuan rumah.
“Bahkan saat uji coba dengan tim lebih senior mereka bermain bagus. Mungkin faktor menghadapi tuan rumah, jadi semua itu hilang,” ujar Emral usai pertandingan.
Kurangnya rasa percaya diri membuat pemain kerap melakukan kesalahan sendiri. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Timnas Indonesia U-17 yang tampil agresif sejak awal laga.
Memasuki babak kedua, Timor Leste mulai menunjukkan perubahan permainan. Emral melakukan evaluasi cepat dengan memberikan instruksi khusus kepada pemain, terutama soal keberanian menguasai bola.
“Babak kedua kami benahi. Kami berikan tugas dan instruksi khusus, juga sampaikan mereka harus percaya diri pegang bola,” ucapnya.
Hasilnya cukup terlihat. Timor Leste mampu meredam serangan Indonesia dan bahkan menciptakan beberapa peluang. Namun, efektivitas tetap menjadi masalah.
“Semuanya yang kami sampaikan bisa dilaksanakan, Alhamdulillah kami bisa nahan dan dapat beberapa peluang, tapi gagal,” tambah Emral.
Perbandingan performa antar babak menjadi catatan penting.
Jika di babak pertama Timor Leste kebobolan empat gol, maka di babak kedua mereka berhasil menahan Indonesia tanpa tambahan gol, sebuah peningkatan signifikan meski belum cukup menyelamatkan hasil akhir.
Kekalahan ini membuat posisi Timor Leste di klasemen Grup A Piala AFF 2026 berada di peringkat ketiga, sejajar dengan Malaysia yang juga belum meraih poin.
Sementara itu, Timnas Indonesia U-17 memimpin klasemen bersama Vietnam dengan poin dan selisih gol identik.
Vietnam sebelumnya juga mencatat kemenangan 4-0 atas Malaysia, menjadikan persaingan di papan atas semakin ketat.
Data ini menunjukkan bahwa dua tim teratas memiliki produktivitas dan pertahanan yang sama solidnya di laga pembuka.
Kapten Timor Leste, Paulo Anderson, mengaku kecewa namun tetap bangga dengan perjuangan timnya.
“Sebagai kapten, saya bangga dengan perjuangan tim meski kami kalah. Kami sudah berjuang,” ujarnya.
Ia berharap timnya mampu bangkit pada laga berikutnya. “Semoga pertandingan selanjutnya kami bisa mendapatkan hasil lebih baik,” pungkasnya.
Timor Leste akan menghadapi ujian berat saat bertemu Vietnam pada 16 April 2026. Sementara itu, Timnas Indonesia U-17 akan berhadapan dengan Malaysia dalam upaya mempertahankan posisi di puncak klasemen.
Dengan format kompetisi yang hanya meloloskan juara grup secara otomatis ke semifinal, setiap pertandingan menjadi krusial.
Bagi Timor Leste, laga berikutnya bukan sekadar pertandingan, melainkan kesempatan terakhir untuk menjaga asa di Piala AFF 2026. (udn)
Load more