Biaya Perjalanan Kunjungan Luar Negri Presiden Prabowo Tuai Sorotan, Gerindra: Ciptakan Lapangan Kerja
- BPMI Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong menanggapi kritikan masyarakat terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden RI, Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini mengatakan masyarakat seharusnya tidak hanya menyoroti terkait biaya perjalanan, tetapi kunjungan luar negeri yang dilakukan Prabowo juga membawa dampak positif bagi negara.
“Yang harus dihitung bukan hanya biaya, tetapi juga manfaatnya,” kata Bahtra saat dihubungi tvOnenews.com, Senin (1/6/2026).
Dia memahami bahwa masyarakat membutuhkan transparansi atas setiap perjalanan dinas presiden. Namun, masyarakat juga perlu memahami bahwa di setiap kunjungan Prabowo ke luar negeri kerap membawa manfaat bagi Indonesia.
“Publik berhak meminta transparansi atas setiap kunjungan luar negeri Presiden. Namun ukuran yang objektif bukan hanya biaya yang dikeluarkan, melainkan manfaat yang diperoleh negara,” jelasnya.
“Jika kunjungan tersebut menghasilkan investasi, membuka pasar baru, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, maka itu harus dilihat sebagai investasi strategis bagi bangsa,” tambah Bahtra.
Bahtra menyebut masyarakat harus fokus terhadap hasil yang diperoleh dari setiap pertemuan bilateral presiden.
“Fokus pada hasil, bukan frekuensi perjalanan. Karena itu, yang perlu menjadi perhatian bukan seberapa sering Presiden melakukan kunjungan luar negeri, melainkan seberapa besar manfaat yang dibawa pulang untuk rakyat Indonesia,” kata dia.
Dia menuturkan kunjungan luar negeri yang dilakukan Prabowo juga bentuk upaya pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.(saa/raa)
Load more