PSSI Pers Gelar Diskusi Jelang HUT PSSI ke-96, Target Piala Dunia 2030 Jadi Topik Utama
- PSSI Pers
"Kritik tetap diperlukan, tetapi tidak boleh berubah menjadi perundungan, penghakiman berlebihan, rasisme, atau narasi yang merusak mental pemain, khususnya pemain muda," ujar Erick.
"Karena pers juga berperan membentuk opini publik, memperluas eksposur kompetisi, menumbuhkan semangat persatuan, dan ikut menopang proses pembinaan agar sepak bola Indonesia berkembang lebih profesional serta membanggakan di tingkat nasional dan internasional," tambahnya.
Sementara itu, Ketua PSSI Pers, Robbi Yanto, menilai forum diskusi ini sebagai langkah penting dalam menyatukan visi berbagai pihak. Ia menekankan perlunya arah yang jelas untuk membawa sepak bola Indonesia menuju level yang lebih tinggi.
"Momentum 96 tahun ini bukan hanya soal melihat ke belakang, tapi juga memastikan kita punya arah yang jelas ke depan. Diskusi ini kami buat supaya semua pihak bisa duduk bersama, bicara terbuka, dan mencari jalan yang realistis menuju Piala Dunia 2030," kata Robbi.
Ia menambahkan bahwa peran media sangat krusial dalam mengawal proses tersebut agar berjalan transparan. Media diharapkan tidak hanya menjadi pengkritik, tetapi juga bagian dari solusi.
"Media punya posisi strategis untuk menjaga ekosistem ini tetap sehat. Kami ingin diskusi ini juga jadi ruang kolaborasi, bukan hanya kritik, tapi juga solusi," ujar Robbi.
Diskusi bertajuk “96 Tahun PSSI: Fondasi Piala Dunia 2030” dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan lintas sektor. Berbagai perspektif diharapkan dapat memperkaya arah kebijakan sepak bola nasional ke depan.
Forum tersebut rencananya akan dihadiri oleh federasi, pelaku lapangan, pengamat, serta insan media. Hasil diskusi diharapkan mampu melahirkan peta jalan yang lebih konkret menuju target besar, termasuk ambisi tampil di Piala Dunia 2030.
(igp/hfp)
Load more