News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Vietnam Bicara Soal Kegagalan Timnas Indonesia U-17 ke Semifinal Piala AFF U-17 2026, Media Vietnam: Upaya Mereka Terbatas

Perjalanan Timnas Indonesia U-17 di fase grup harus terhenti usai bermain imbang 0-0 melawan Vietnam pada matchday terakhir Grup A. Sorotan dari media Vietnam itu terasa tajam
Selasa, 21 April 2026 - 23:34 WIB
Skuad Timnas Indonesia U-17 Vs Vietnam di Piala AFF U-17 2026
Sumber :
  • Instagram Timnas Indonesia

tvOnenews.com - Kegagalan Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala AFF U-17 2026 menjadi sorotan lintas negara. 

Bermain di kandang sendiri, Garuda Muda justru harus angkat koper lebih cepat setelah gagal menembus semifinal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil ini tidak hanya mengecewakan publik dalam negeri, tetapi juga menarik perhatian Soha yang secara khusus mengulas kegagalan tersebut.

Sorotan dari media Vietnam itu terasa tajam. Dalam laporannya, Soha menilai hasil ini sebagai “eliminasi pahit” bagi Timnas Indonesia U-17. 

Status tuan rumah yang seharusnya menjadi keuntungan justru tak mampu dimaksimalkan. 

Sebaliknya, Vietnam tampil solid dan memastikan langkah ke semifinal sebagai juara grup, meninggalkan Indonesia di posisi yang mengecewakan.

Hasil Imbang yang Menyakitkan: Indonesia Gagal Lolos

Perjalanan Timnas Indonesia U-17 di fase grup harus terhenti usai bermain imbang 0-0 melawan Vietnam pada matchday terakhir Grup A. 

Laga yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (19/04/2026), menjadi penentu nasib kedua tim.

Hasil tersebut membuat Indonesia hanya mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan. Sebelumnya, Garuda Muda sempat tampil meyakinkan dengan kemenangan 4-0 atas Timor Leste.

Media Vietnam Bicara Soal Kegagalan Timnas Indonesia U-17 ke Semifinal Piala AFF U-17 2026, Media Vietnam Upaya Mereka Terbatas
Media Vietnam Bicara Soal Kegagalan Timnas Indonesia U-17 ke Semifinal Piala AFF U-17 2026, Media Vietnam Upaya Mereka Terbatas
Sumber :
  • Instagram Timnas Indonesia

Namun, kekalahan mengejutkan 0-1 dari Malaysia menjadi titik balik yang merugikan.

Dengan format kompetisi yang hanya meloloskan tiga juara grup dan satu runner-up terbaik, posisi ketiga membuat Indonesia otomatis tersingkir. 

Di sisi lain, Vietnam keluar sebagai juara grup dengan tujuh poin, sementara Malaysia menyusul sebagai runner-up terbaik dengan enam poin.

Jika dibandingkan, selisih performa terlihat cukup tipis. Namun, dalam turnamen singkat seperti ini, satu hasil buruk bisa menjadi penentu. 

Kekalahan dari Malaysia terbukti menjadi faktor krusial yang menggagalkan langkah Indonesia.

Analisis Media Vietnam: Permainan Mudah Terbaca

Dalam ulasannya, Soha menyoroti pendekatan taktik Indonesia yang dinilai kurang efektif. Vietnam disebut tampil lebih percaya diri sejak awal laga, dengan penguasaan bola yang rapi dan permainan proaktif.

“Vietnam melaju ke semifinal sebagai juara grup, Indonesia mengalami eliminasi pahit di kandang sendiri,” tulis Soha dalam judul laporannya.

Menurut media Vietnam tersebut, permainan Indonesia cenderung mudah ditebak. Serangan yang dibangun tidak cukup variatif sehingga bisa diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan Vietnam. 

Bahkan saat Indonesia lebih banyak menguasai bola di akhir pertandingan, peluang yang tercipta dinilai minim ancaman.

“Pada menit-menit akhir pertandingan, tim Vietnam sengaja memperlambat tempo permainan. Akibatnya, Timnas Indonesia U-17 lebih banyak menguasai bola. Namun, upaya mereka terbatas pada umpan silang yang relatif kurang tepat sasaran ke dalam kotak penalti. Kombinasi umpan Timnas Indonesia U-17 kurang dapat diprediksi dan efektif,” tulis Soha.

Peluang terbaik justru dimiliki Vietnam melalui Van Duong dan Chu Ngoc Nguyen Luc, meski keduanya gagal memaksimalkan kesempatan. 

Fakta ini menunjukkan bahwa meski bermain imbang, Vietnam tampil lebih berbahaya secara keseluruhan.

Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto tidak menutup mata atas hasil mengecewakan tersebut. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik karena gagal memenuhi target semifinal.

“Saya mengapresiasi dan memohon maaf atas permainan yang mungkin dilihat sedikit mengecewakan. Tapi memang target kita bisa lolos ke semifinal,” ujar Kurniawan usai pertandingan.

Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras para pemain. Menurutnya, strategi yang diterapkan sebenarnya sudah sesuai rencana, yakni mengandalkan pertahanan solid dan serangan balik cepat. Namun, eksekusi di lapangan belum maksimal.

Skuad Timnas Indonesia U-17 Vs Vietnam di Piala AFF U-17 2026
Skuad Timnas Indonesia U-17 Vs Vietnam di Piala AFF U-17 2026
Sumber :
  • Instagram Timnas Indonesia

“Kita men-setting game plan untuk bertahan dan serangan balik, tapi ketika counter attack hasilnya belum begitu maksimal. Itu menjadi catatan sebelum kami tampil di Piala Asia,” tambahnya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa evaluasi besar akan dilakukan, terutama dalam hal efektivitas serangan.

Dalam sepak bola modern, transisi cepat memang penting, tetapi tanpa penyelesaian akhir yang tajam, strategi tersebut sulit membuahkan hasil.

Kegagalan Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026 menambah daftar tuan rumah yang gagal melaju jauh di turnamen usia muda. 

Dalam beberapa edisi sebelumnya, keuntungan bermain di kandang tidak selalu berbanding lurus dengan prestasi.

Sebaliknya, Vietnam justru menunjukkan konsistensi sebagai salah satu kekuatan baru di level usia muda Asia Tenggara. 

Keberhasilan mereka menjuarai grup dan melaju ke semifinal untuk menghadapi Australia pada 22 April 2026 menjadi bukti perkembangan signifikan.

Bagi Indonesia, hasil ini menjadi alarm sekaligus pelajaran. Dengan talenta muda yang melimpah, tantangan terbesar bukan hanya soal teknik, tetapi juga konsistensi, taktik, dan mental bertanding.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sorotan media Vietnam bukan sekadar kritik, tetapi cerminan bahwa sepak bola Indonesia kini berada dalam radar kawasan. 

Pertanyaannya, apakah Garuda Muda mampu bangkit dan menjawabnya di turnamen berikutnya? (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Basarnas Sebut 22 Korban Selamat Kapal Virgo Tertahan di Tengah Laut

Basarnas Sebut 22 Korban Selamat Kapal Virgo Tertahan di Tengah Laut

Syafii mengatakan 22 korban yang berada di Kapal Cahaya Bahari tertahan di tengah laut, namun gelombang di atas normal membuat kapal itu tidak berani mendekat.
BNN Ungkap 4,1 Juta Pengguna Narkoba di Indonesia Mengalami Peningkatan Pada Usia Remaja

BNN Ungkap 4,1 Juta Pengguna Narkoba di Indonesia Mengalami Peningkatan Pada Usia Remaja

Pencegahan penyalahunaan narkotika dilakukan BNN dilakukan dengan menyasar berbagai lingkungan yang dekat dengan generasi muda..
Operasi Pencarian Lima Jurnalis dan Kru Kapal Diperpanjang 3 Hari

Operasi Pencarian Lima Jurnalis dan Kru Kapal Diperpanjang 3 Hari

Tim SAR gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda selama tiga hari. 
Terduga Korban Kekerasan Seksual Betrand Peto Dicecar 23 Pertanyaan di Polda Metro Jaya

Terduga Korban Kekerasan Seksual Betrand Peto Dicecar 23 Pertanyaan di Polda Metro Jaya

Pemeriksaan berlangsung untuk menggali rangkaian kejadian yang dilaporkan. Dalam proses tersebut, korban dicecar sebanyak 23 pertanyaan oleh penyidik......
Viral! Perempuan di Bandung Diduga Jadi Korban Begal Pantat Usai Pulang dari Gereja

Viral! Perempuan di Bandung Diduga Jadi Korban Begal Pantat Usai Pulang dari Gereja

Dalam video rekaman pengawas yang beredar di media sosial, terlihat seorang perempuan sedang berjalan seorang diri di sebuah gang jadi korban begal pantat.
Dirjen di ATR/BPN Ikut Diangkut KPK dalam OTT Bogor dan Jakarta

Dirjen di ATR/BPN Ikut Diangkut KPK dalam OTT Bogor dan Jakarta

Budi Prasetyo mengatakan pihaknya mengamankan 17 orang termasuk Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Trending

Viral! Perempuan di Bandung Diduga Jadi Korban Begal Pantat Usai Pulang dari Gereja

Viral! Perempuan di Bandung Diduga Jadi Korban Begal Pantat Usai Pulang dari Gereja

Dalam video rekaman pengawas yang beredar di media sosial, terlihat seorang perempuan sedang berjalan seorang diri di sebuah gang jadi korban begal pantat.
KPK OTT di Bogor dan Jakarta Terkait Badan Pertanahan Nasional

KPK OTT di Bogor dan Jakarta Terkait Badan Pertanahan Nasional

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bogor dan Jakarta, pada Senin (14/9/2026).
Harta Kekayaan Suahasil Nazara Menteri Keuangan yang Gantikan Purbaya

Harta Kekayaan Suahasil Nazara Menteri Keuangan yang Gantikan Purbaya

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Suahasil pada periode 2025, ia memiliki harta tanah dan bangunan sebesar Rp49.857.555.000.
Dirjen di ATR/BPN Ikut Diangkut KPK dalam OTT Bogor dan Jakarta

Dirjen di ATR/BPN Ikut Diangkut KPK dalam OTT Bogor dan Jakarta

Budi Prasetyo mengatakan pihaknya mengamankan 17 orang termasuk Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang dalam operasi tangkap tangan (OTT).
OTT di BPN Bogor Diduga Terkait Proses Pengurusan HGB, Summarecon Turut Disebut KPK

OTT di BPN Bogor Diduga Terkait Proses Pengurusan HGB, Summarecon Turut Disebut KPK

Terkait dengan OTT di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Budi menjelaskan bahwa kasus ini diduga berkaitan dengan proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).
Terduga Korban Kekerasan Seksual Betrand Peto Dicecar 23 Pertanyaan di Polda Metro Jaya

Terduga Korban Kekerasan Seksual Betrand Peto Dicecar 23 Pertanyaan di Polda Metro Jaya

Pemeriksaan berlangsung untuk menggali rangkaian kejadian yang dilaporkan. Dalam proses tersebut, korban dicecar sebanyak 23 pertanyaan oleh penyidik......
Upaya Tingkatkan Mutu SDM, Pemkab Halmahera Selatan Gandeng Universitas Ini

Upaya Tingkatkan Mutu SDM, Pemkab Halmahera Selatan Gandeng Universitas Ini

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan berupaya meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT