John Herdman Mau GBK Jadi Benteng Menakutkan Tim Asia, Ini Target Besar Timnas Indonesia di FIFA Matchday dan Piala AFF 2026
- instagram timnas indonesia
tvOnenews.com - Timnas Indonesia memasuki babak baru di bawah kepemimpinan John Herdman. Pelatih asal Inggris itu tidak hanya ingin membangun tim yang mampu meraih kemenangan, tetapi juga menciptakan identitas kuat yang membuat lawan merasa tertekan bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Target tersebut menjadi semakin relevan menjelang agenda penting Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026 dan Piala AFF 2026.
Dalam beberapa tahun terakhir, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) telah berkembang menjadi salah satu stadion dengan atmosfer paling mengintimidasi di Asia Tenggara.
Dukungan puluhan ribu suporter yang memenuhi tribun kerap menjadi energi tambahan bagi skuad Garuda saat bermain di kandang.
Fenomena stadion yang menjadi "benteng" tim nasional sebenarnya bukan hal baru dalam sepak bola dunia. Jepang memiliki Stadion Saitama yang terkenal sulit ditaklukkan lawan.
Korea Selatan pernah menjadikan Seoul World Cup Stadium sebagai markas yang menakutkan bagi tim tamu. Sementara Australia memanfaatkan atmosfer kandang untuk menjaga konsistensi performa mereka di level Asia.
Kini, John Herdman ingin Indonesia memiliki identitas serupa, bahkan lebih kuat, dengan memadukan dukungan suporter dan kualitas permainan di atas lapangan.
Keinginan tersebut muncul setelah Herdman memimpin Timnas Indonesia dalam dua pertandingan pertamanya sejak resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala pada awal 2026.
Dari pengalaman itu, ia mulai memahami besarnya potensi dukungan publik Indonesia yang dikenal fanatik dan selalu memenuhi stadion saat tim nasional bertanding.
Herdman Ingin GBK Jadi Benteng yang Ditakuti Lawan
Menurut Herdman, Timnas Indonesia harus mampu menjadikan Jakarta dan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai tempat yang tidak ingin dikunjungi lawan-lawan mereka.
Ia menilai atmosfer pertandingan yang tercipta di Jakarta dapat menjadi salah satu kekuatan utama skuad Garuda dalam menghadapi tim-tim terbaik Asia.
- PSSI
Herdman mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik melalui atmosfer pertandingan yang tercipta di kandang. Ia ingin Gelora Bung Karno menjadi benteng yang sulit ditaklukkan sehingga tidak ada tim yang merasa nyaman ketika datang ke Indonesia.
Pelatih berusia 50 tahun tersebut bahkan menyebut dirinya ingin membangun "negara yang menakutkan" dalam konteks sepak bola. Namun, menurutnya, hal itu tidak cukup hanya mengandalkan dukungan suporter.
Herdman menegaskan bahwa gaya bermain Timnas Indonesia juga harus mampu membuat lawan merasa kesulitan. Ia ingin tim-tim Asia bukan hanya khawatir menghadapi atmosfer stadion, tetapi juga kualitas permainan yang diperlihatkan skuad Garuda.
Menurut Herdman, kombinasi antara energi pendukung dan gaya bermain agresif akan menjadi fondasi penting untuk membangun kekuatan baru sepak bola Indonesia.
FIFA Matchday dan Piala AFF Jadi Ujian Awal
Ambisi besar tersebut akan mulai diuji dalam agenda FIFA Matchday Juni 2026. Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni.
Dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Herdman untuk menerapkan filosofi permainan yang ingin ia bangun sekaligus mengukur kesiapan tim menjelang Piala AFF 2026.
Selain membangun tim yang kuat di kandang, Herdman juga memiliki target jangka panjang yang lebih besar. Salah satunya adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan terbaik di Asia.
Mantan pelatih Timnas Kanada itu juga ingin menciptakan sistem berkinerja tinggi yang mampu mendukung target lolos ke Piala Dunia. Dalam visinya, Indonesia harus memiliki semakin banyak pemain yang berkompetisi di level tertinggi.
Herdman membagi pemain dalam dua kategori. Level pertama adalah pemain yang tampil di lima liga top Eropa, sedangkan level kedua merupakan pemain yang bermain di kompetisi profesional berkualitas di luar lima liga elite tersebut.
- PSSI
Semakin banyak pemain Indonesia yang berkiprah di level tersebut, semakin besar peluang Timnas Indonesia bersaing secara konsisten di pentas internasional.
Tak Ada yang Datang untuk Liburan
Menjelang FIFA Matchday dan Piala AFF, sejumlah pemain yang berkarier di Eropa telah bergabung dalam pemusatan latihan di Jakarta. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan skuad Garuda dalam menghadapi agenda internasional tahun ini.
Herdman memastikan seluruh pemain dan staf datang dengan satu tujuan yang sama, yaitu memberikan kemampuan terbaik bagi Indonesia.
Menurutnya, tidak ada pemain yang datang ke Jakarta untuk berlibur. Seluruh anggota tim memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab besar untuk mewakili lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.
Ia menegaskan bahwa tugas pemain dan staf adalah memberikan upaya maksimal dalam setiap pertandingan dan setiap sesi persiapan yang dijalani.
Bagi Herdman, mengenakan seragam Timnas Indonesia bukan sekadar pekerjaan, melainkan kesempatan untuk menciptakan perubahan melalui prestasi sepak bola.
Pelatih yang sukses membawa Timnas Kanada tampil di Piala Dunia itu juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan suporter. Menurutnya, para pendukung berhak melihat tim yang selalu berjuang tanpa kompromi di lapangan.
Karena itu, komitmen utama yang ingin diberikan Herdman kepada masyarakat Indonesia bukan sekadar janji kemenangan, melainkan jaminan bahwa setiap pemain akan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki demi lambang Garuda di dada.
Dengan FIFA Matchday dan Piala AFF 2026 yang semakin dekat, publik kini menanti apakah visi besar John Herdman mampu diwujudkan.
Jika berhasil, bukan tidak mungkin Gelora Bung Karno akan berkembang menjadi salah satu markas paling ditakuti di Asia, sekaligus menjadi fondasi bagi mimpi besar Indonesia menuju level sepak bola yang lebih tinggi. (udn)
Load more