Cristiano Ronaldo Ucap 'Bismillah' saat Bela Portugal Piala Dunia 2026, Kebiasaan Main di Liga Pro Saudi?
- REUTERS/Dylan Martinez | X/AlNassrFC
tvOnenews.com - Pertandingan antara Portugal vs Kroasia di ajang Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan dramatis Portugal dengan skor akhir 2-1.
Bagaimana tidak, gol yang dihasilkan Ronaldo sempat dianulir oleh wasit karena offside, begitu pula dengan Kroasia yang mengalami hal yang sama. Hal itulah yang menjadikan kemenangan ini begitu dramatis.
Selain jalannya pertandingan yang panas dan sengit, sang megabintang Cristiano Ronaldo juga tak kalah menjadi sorotan, saat hendak mengeksekusi tendangan bebas di menit ke-11 dan tendangan penalti pada menit ke-66.
Dalam kedua momen itu, Ronaldo tersorot kamera sedang mengucapkan kata yang diduga adalah "bismillah", bermakna "atas izin Allah atau Tuhan".
Sorotan ini muncul karena kata yang identik dengan Islam tersebut diucapkan oleh Ronaldo yang merupakan penganut Katolik.
Di media sosial, banyak warganet mengapresiasi Ronaldo, meski ada juga yang berdebat mengenai boleh tidaknya non-muslim mengucapkan kata tersebut.
Sebagian juga ada yang menilai, bahwa Ronaldo mulai terbiasa dengan budaya komunikasi Arab, karena sudah 3 tahun bermain untuk klub Arab Saudi, Al Nassr.
Mengenai fenomena tersebut, Guru Besar Ilmu Pemerintahan di Universitas Islam Malang (UNISMA) dan cendekiawan muslim Profesor M. Mas'ud Said memberikan pandangannya dari sisi akidah dan sosiologi.
Menurutnya, dari sudut akidah, Islam adalah agama samawi dari Nabi Muhammad SAW yang bertujuan membawa kedamaian dan keselamatan. Alhasil, tidak ada larangan menyebut nama Allah dalam suatu kegiatan atau pekerjaan, baik itu berat maupun ringan.
- REUTERS/Mike Segar
Selain itu, apa yang dilakukan oleh Ronaldo juga bisa dilihat dari sisi sosiologi, dimana semua orang, termasuk bintang olahraga sekalipun pasti terpengaruh atau mempengaruhi lingkungannya.
"Semua orang termasuk bintang olahraga atau orang terkenal itu terpengaruh atau mempengaruhi orang lain dan lingkungannya. Termasuk Ronaldo ke banyak fans dan lingkungan Arab Saudi selama ini. Pasti ada environment factor yang berpengaruh," ujar Mas'ud Said kepada tvOnenews.com saat dihubungi via WhatsApp pada Jumat (3/7/2026) sore.
Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa ada proses milieu yang bisa menumbuhkan kesadaran seseorang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), milieu diartikan sebagai ingkungan.
Dalam proses milieu, artinya lingkungan tersebut menjadi latar tempat di mana seseorang tumbuh, melakukan interaksi sosial, hingga membangun relasi sosial. Nantinya faktor-faktor itu juga pada akhirnya akan membentuk perilaku dan pengalaman orang tersebut.
Menilik pada kasus Ronaldo, proses milieunya bisa dilihat dari bagaimana ia berkarier di Liga Pro Saudi dan tinggal di Arab Saudi bersama tunangan dan anak-anaknya.
Lingkungan Arab Saudi yang berbasis Islam, berkomunikasi dengan bahasa Arab, dan memiliki budaya khas Timur Tengah akhirnya mempengaruhi Ronaldo, sehingga ia pun terbiasa mendengar dan mengucapkan frasa-frasa berbahasa Arab.
- X/AlNassrFC
Mas'ud Said juga mengatakan bahwa dalam diri Ronaldo terdapat champions character atau spiritualitas profesional, yaitu latihan dan keinginan kuat menjadi yang terbaik.
"Dalam diri champions character, ada banyak apa yg kita sebut spiritualitas profesional, seperti latihan, keinginnan kuat menjadi yang terbaik."
"Dalam diri Ronaldo ada yang kentara secara terbuka dikenali publik, yaitu dekat dengan ibunya. Ini spiritualitas modern yang jelas dalam diri megabintang tersebut."
"Jangan-jangan ibunya berpesan 'berdoalah sambil berusaha keras menjadi yang terbaik'," jelas Mas'ud Said.
Itulah mengapa ucapan "bismillah" dinilai oleh Mas'ud Said sebagai cara Ronaldo yang sesuai dengan fase sosiologisnya setelah menjadi bagian dari sepak bola Arab Saudi. (ism)
Load more