Cerita Ezra Walian Jelang Hadapi Aston Villa, Kenal Keluarga Ian Maatsen hingga Reuni dengan Tammy Abraham
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Penyerang Persik Kediri, Ezra Walian, mengungkapkan bahwa laga Indonesia All Stars melawan Aston Villa akan menjadi pertandingan yang memiliki makna tersendiri baginya.
Selain menghadapi salah satu klub kuat asal Inggris, ia juga akan bertemu sejumlah pemain yang sudah dikenalnya sejak lama.
Indonesia All Stars dijadwalkan menghadapi Aston Villa dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) pukul 19.30 WIB.
- tvOnenews-Ilham Giovani
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Ezra untuk kembali berjumpa dengan beberapa wajah yang tidak asing baginya.
Salah satu nama yang paling dinantikan Ezra adalah Ian Maatsen. Bek Aston Villa itu disebut memiliki hubungan yang cukup dekat dengan keluarga sang pemain Persik Kediri.
Ezra mengaku telah mengenal keluarga Ian Maatsen sejak lama. Bahkan, menjelang pertandingan ini ia sempat menghubungi keponakan Maatsen untuk memberitahukan bahwa keduanya akan saling berhadapan di atas lapangan.
"Keluarga Ian Maatsen, aku main sama dia. Jadi aku tahu keluarga Ian Maatsen," ujar Ezra dalam konferensi pers jelang laga, Jumat (31/7/2026).
"Aku udah kirim nephew (keponakan laki-laki) Ian Maatsen 'Bos, aku main lawan Ian', bicara ke dia. Mungkin kami bisa bicara setelah laga," tambahnya.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Pada pertandingan nanti, Ezra akan membela Indonesia All Stars, sedangkan Ian Maatsen memperkuat Aston Villa. Meski tidak menjelaskan secara rinci bagaimana hubungan tersebut terjalin, keduanya diketahui sama-sama tumbuh dalam lingkungan sepak bola Belanda dan memiliki darah Indonesia.
Selain itu, keduanya ternyata memiliki kemiripan, yakni bergaris keturunan Indonesia. Ezra sendiri berdarah keturunan dari ayahnya yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara.
Sedangkan Ian Maatsen memiliki garis keturunan Suriname-Indonesia. Darah keturunan Jawa yang mengalir di tubuhnya berasal dari sang ibu.
Namun, keduanya memilih jalan yang berbeda. Ezra memutuskan untuk menjadi WNI dan membela Timnas Indonesia. Sedangkan Ian Maatsen menempuh jalur bersama Belanda.
Ian Maatsen sendiri telah melakukan debutnya bersama De Oranje pada 23 Maret 2025. Kala itu ia tampil dalam babak perempat final UEFA Nations League menghadapi Spanyol.
Selain menantikan pertemuan dengan Maatsen, Ezra juga mengaku sangat antusias bisa kembali bertemu Tammy Abraham. Penyerang Aston Villa itu pernah menjadi lawannya ketika keduanya masih menimba ilmu di akademi masing-masing.
Saat itu, Ezra memperkuat akademi Ajax Amsterdam, sedangkan Abraham membela akademi Chelsea. Pertemuan keduanya terjadi dalam ajang UEFA Youth League pada musim 2015/2016.
"Aku main mungkin 15 atau 13 tahun lalu aku main untuk Ajax dan aku main lawan Tammy Abraham. Di Youth League, Ajax lawan Chelsea. Jadi aku senang sekali aku bisa lihat dia lagi," kata pemain 28 tahun tersebut.
Sejak pertemuan tersebut, perjalanan karier Tammy Abraham berkembang pesat. Penyerang asal Inggris itu sempat memperkuat Bristol City, Swansea City, Aston Villa, AS Roma, AC Milan, hingga Besiktas sebelum akhirnya kembali membela Aston Villa pada awal 2026.
Kembalinya Abraham ke klub asal Birmingham itu juga berbuah manis. Ia turut membantu Aston Villa meraih gelar Liga Europa sebelum menjalani tur pramusim ke Indonesia.
- REUTERS/Phil Noble
Tidak hanya Maatsen dan Abraham, Ezra juga menaruh perhatian kepada Alejandro Garnacho.
Pemain Chelsea yang saat ini dipinjamkan ke Aston Villa itu dinilai sebagai salah satu pemain dengan kualitas luar biasa.
Garnacho sendiri bukan sosok asing bagi pecinta sepak bola Indonesia. Ia pernah datang ke Tanah Air bersama Timnas Argentina, dengan aksinya saat menghadapi Asnawi Mangkualam menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan.
Meski memberikan pujian kepada Garnacho, Ezra menegaskan bahwa kekuatan Aston Villa tidak hanya bergantung pada satu pemain. Menurutnya, seluruh pemain The Villans memiliki kualitas tinggi yang patut diwaspadai.
"Garnacho pemain luas biasa, tapi semua tim Aston Villa gila sekali," tutur Ezra soal kualitas mantan pemain Manchester United itu.
Ezra pun berharap pertandingan melawan Aston Villa menjadi pengalaman yang berharga bagi Indonesia All Stars.
Selain mengukur kemampuan menghadapi tim elite Eropa, laga tersebut juga menjadi momen spesial baginya untuk kembali bertemu dengan sejumlah pemain yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
(igp)
Load more