Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Wijay? Gelandang Nyentrik Berdarah India yang Pernah Jadi Andalan Sriwijaya FC, Begini Kabarnya Sekarang

Wijay menjadi salah satu gelandang kesayangan Rahmad Darmawan sewaktu menukangi Sriwijaya FC. Ia juga dikenal karena miliki perawakan seperti keturunan India.
Minggu, 14 Juli 2024 - 23:06 WIB
Mantan pemain Sriwijaya FC Wijay
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

tvOnenews.com - Sebagian penggemar sepak bola nasional pasti tidak asing dengan Wijay, pemain kesayangan Rahmad Darmawan di Sriwijaya FC.

Bukan cuma piawai mengolah si kulit bundar, perawakan Wijay saat itu mempunyai ciri khas tersendiri yakni rambut panjang yang dikuncir dengan wajah seperti orang India.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maklum saja, Wijay yang merupakan anak asli Medan diketahui punya garis keturunan India sehingga tidak mengherankan bila dirinya sulit dilupakan suporter Liga 1.

Usai meraih puncak kejayaannya bersama Sriwijaya FC, Wijay terus melanjutkan kariernya bersama sejumlah klub Liga 1 sebelum rehat sejak 2018 lalu.

Setelah lebih dari enam tahun memutuskan rehat sebagai pemain profesional, bagaimana kabar eks Sriwijaya FC yakni Wijay sekarang?

Wijay merupakan pesepakbola kelahiran Medan, Sumatera Utara pada 29 Desember 1982 yang telah berkelana ke berbagai klub Liga Indonesia.

Meski lahir dan besar di Medan, nyatanya Wijay lebih dikenal saat menjadi gelandang enerjik Sriwijaya FC yang dinahkodai pelatih legendaris Rahmad Darmawan.

tvonenews

Pria 41 tahun itu memulai karier sepak bolanya bersama PSMS Medan pada 2002 dan semusim setelahnya pindah ke klub Persijatim Solo FC.

Seusai Persijatim Solo berganti kandang ke Palembang dan berubah menjadi Sriwijaya FC, Wijay ikut serta dalam eksodus tersebut bersama Tony Sucipto dan Ferry Rotinsulu pada 2005.

Sejumlah gelar diberikan Wijay selama empat musim bermain untuk Sriwijaya FC. Tercatat, ia telah menyumbangkan trofi Liga 1 2007/2008 yang saat itu menang atas tim kampung halamannya, PSMS Medan di final.

Tak berhenti sampai disitu, Wijay yang kerap diandalkan pelatih Rahmad Darmawan kembali sumbang trofi Piala Indonesia dua kali beruntun edisi 2007/08 dan 2008/09.

Kegemilangan Wijay itulah yang membuat dirinya pernah mendapat panggilan Timnas Indonesia dengan total diberikan dua kali penampilan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kebersamaan Wijay dengan Sriwijaya FC berakhir pada 2009. Ia lantas berpindah ke sejumlah klub seperti Persebaya, Mitra Kukar, Kalteng Putra, Persita Tangerang, Persika Karawang, dan Persikad Depok.

Di sana, karier Wijay tidak terlalu mulus dan memilih balik ke klub masa kecilnya yaitu PSMS Medan pada 2015 dan sempat bermain di Liga 3 bersama Muba United.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

Psikolog forensik, Reza Indragiri berbagi 5 dimensi jika risk assessment diterapkan dalam kasus penyekapan dan penganiayaan dilakukan Taufik Hidayat pada YTR.
Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Seorang wisatawan lanjut usia (lansia) asal Kota Serang nyaris menjadi korban kecelakaan laut setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Elpukara, kawasan wisata Anyer.
Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Sinergi antara penyelenggara negara dan warga negara menjadi sorotan utama dalam arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. 
PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi soal upaya Presiden ke-7 RI Jokowi yang kembali melakukan safari politik ke sejumlah daerah.
Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Inter Milan terus bergerak membenahi skuad jelang musim 2026/2027. Fokus utama Nerazzurri pada bursa transfer musim panas kali ini adalah memperkuat pertahanan.
Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT