Masih Tanda Tanya, Ini Dalih Manajemen Malut United Pecat Imran Nahumarury Meski Bawa Prestasi di 2 Musim bersama Laskar Kie Raha
- Instagram/Imran Nahumarury
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar mengejutkan datang dari sepak bola Tanah Air dengan adanya pemecatan secara tiba-tiba Imran Nahumarury sebagai pelatih Malut United.
Manajemen Malut United secara resmi memecat dua sosok penting bagu Laskar Kie Raha, yakni sang pelatih Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena dari Direktur Teknik.

- ANTARA
Keputusan kontroversial itu diumumkan langsung Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera, Dirk Soplanit melalui pernyataan resmi klub.
Dirk Soplanit mengaku jika Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena dikabarkan melakukan pelanggaran berat yang tak bisa ditolerir.
"Surat pemecatan sudah kami kirimkan dan telah mereka terima. Keduanya terbukti melakukan pelanggaran berat yang tak bisa ditolerir karena bertentangan dengan filosofi, prinsip, dan tujuan klub,” ujar Dirk melalui akun resmi Instagram @malutunitedfc, Senin (16/6/2025).
Rela pecat sosok penting dalam dua musim bersama Malut United, apa yang terjadi?
Langkah kontroversi ini tentunya menimbulkan tanda tanya besar terkait alasan pemecatan tiba-tiba terhadap Imran Nahumarury.
Padahal, Imran Nahumarury berjasa membawa Malut United dipandang sebagai klub besar usai keberhasilan selama dua musim terakhir.
Satu-satunya pelatih lokal yang bertahan di musim lalu itu secara mengejutkan mampu mengantarkan Laskar Kie Raha bertengger di peringkat ketiga Liga 1 2024/2025.

- ANTARA
Di bawah kepemimpinan Imran Nahumarury, Laskar Kie Raha mencatat rekor solid yakni 15 kemenangan, 12 hasil imbang, dan hanya 7 kekalahan
Tak hanya itu, Imran Nahumarury juga berhasil membawa Malut United promosi dari Liga 2 sebelum akhirnya sukses di Liga 1.
Alasan pemecatan belum jelas
Meskipun memecat dua sosok penting, namun pihak manajemen belum mengungkapkan secara gamblang atau lengkap terkait pelanggaran berat apa yang dilakukan Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena.
Pihak manajemen hanya mengatakan bahwa langkah ini dilakukan demi menyelamatkan klub masyarakat Maluku tersebut.
Menurut Dirk Soplanit, klub merupakan sebuah hal yang paling penting dan lebih besar bila dibandingkan dengan apapun.
"Keputusan ini kami ambil karena ingin menyelamatkan klub. Bagi kami, klub lebih besar dari semuanya,” tegas Dirk.
Pihak manajemen akui lebih pilih menjunjung nilai integritas
{{imageId:339716}}
Dirk Soplanit menekankan bahwa Malut United tak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menegakkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi klub.
Kejujuran, integritas, komitmen, dan loyalitas menjadi prinsip utama yang harus dijaga setiap elemen di dalam klub.
“Dua tahun ini kami belum berbisnis sama sekali, kami fokus membuat branding klub dan menyiapkan semua infrastruktur untuk menjadi klub profesional. Setelah itu, baru memikirkan pengembangan bisnis,” jelas Dirk.
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa tujuan. Manajemen ingin menjaga kesinambungan dan profesionalisme klub dalam jangka panjang, sekaligus menghapus spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat.
Saat berita ini ditulis, redaksi tvOnenews.com masih mencoba menghubungi kedua belah pihak, namun hingga kini belum ada jawaban.
(igp/aes)
Load more