News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apa Kabar Yudi Guntara? Eks Gelandang Ikonik Persib yang Pernah Menyeberang ke Persija Demi Masa Depan

Masih ingat Yudi Guntara? Simak kisah lengkap eks gelandang ikonik Persib Bandung yang pernah terpaksa membela Persija demi pendidikan.
Jumat, 5 Desember 2025 - 07:22 WIB
Legenda Persib Bandung Yudi Guntara
Sumber :
  • Instagram @yudiguntara5

tvOnenews.com - Yudi Guntara dikenal sebagai salah satu gelandang serang terbaik yang pernah dimiliki Persib Bandung. 

Namanya melambung era 1990-an berkat visi bermain tajam, umpan presisi, dan insting mencetak gol yang sulit ditandingi gelandang lokal pada masa itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun di balik karier gemilangnya, tersimpan perjalanan hidup penuh liku, termasuk keputusan berat yang membuatnya sempat berkostum rival abadi, Persija Jakarta.

Yuk simak perjalanan Yudi Guntara selengkapnya.

Jejak Awal: Bocah Lembang yang Cepat Jadi Sorotan

Yudi mengawali petualangan sepak bolanya di Lembang bersama SSB Elang Putih sebelum kemudian berkembang lagi bersama Putra Priangan.

Bakatnya mudah dikenali, ia tak membutuhkan waktu lama untuk dipanggil mewakili Jawa Barat pada kejuaraan nasional antarpelajar.

Performa impresif itu mengantarkannya ke Diklat Salatiga, lalu ke Diklat Ragunan, pusat pembinaan terbaik Indonesia.

Di sinilah Yudi mencicipi kompetisi internasional, tampil di berbagai turnamen luar negeri, hingga menjalani pemusatan latihan di Jerman pada 1986. 

Pengalaman itu membuatnya tumbuh lebih matang dan menonjol dibanding rekan seusianya.

Setelah selesai di Ragunan pada 1987, Yudi sebenarnya sudah berada di jalur menuju Pelita Jaya, klub Galatama yang saat itu sangat bergengsi.

Kontrak bahkan telah ia tandatangani bersama I Made Pasek Wijaya, Bonggo Pribadi, hingga Alexander Saununu.

Namun mimpinya terhenti ketika ayahnya tidak memberi restu. Sang ayah ingin Yudi tetap melanjutkan pendidikan tinggi.

Dan itu berarti, jika ingin kuliah sambil bermain sepak bola, Yudi harus tetap berada di jalur Perserikatan, bukan Galatama.

Masuk Persib sebagai Pemain Termuda

Persib Bandung tak menyiakan kesempatan merekrut pemain muda bertalenta itu.

Pada usia 17 tahun, Yudi langsung ditempatkan di skuad senior oleh pelatih Dede Rusli.

Ia satu lapangan dengan nama-nama besar seperti Robby Darwis, Ajat Sudrajat, hingga Adeng Hudaya, sebuah kebanggaan besar bagi remaja seumurannya.

Yudi bahkan tampil di laga uji coba bergengsi melawan PSV Eindhoven yang diperkuat Ruud Gullit, meski Persib harus kalah 0-6.

Pengalaman itu menjadi salah satu momen awal yang membentuk mental bertandingnya.

Meski sudah berada di Persib, Yudi menghadapi masalah penting: kebutuhan biaya kuliah.

Saat meminta bantuan beasiswa kepada manajemen Persib, ia tidak mendapatkan dukungan.

Justru kampus STIE Perbanas Jakarta menawarkan beasiswa penuh, dan kampus tersebut memiliki hubungan erat dengan Persija.

Demi masa depan pendidikan, Yudi tidak punya pilihan selain menyeberang ke Macan Kemayoran pada musim 1989/1990.

Menariknya, ia sama sekali tidak menerima gaji ataupun kontrak dari Persija. Semua ia jalani demi pendidikan, bukan karier.

Setiap kali Persija menghadapi Persib, terutama saat bermain di Siliwangi, Yudi mengaku perasaannya campur aduk mendengar teriakan Bobotoh.

Meski begitu, performanya tetap menonjol dan membantu Persija finis di peringkat keempat.

Kembali ke Persib dan Memasuki Era Keemasan

Legenda Persib, Yudi Guntara
Legenda Persib, Yudi Guntara
Sumber :
  • Media Persib

Setelah menyelesaikan kuliah, Yudi pulang ke Bandung dan kembali mengenakan kostum Persib. Inilah masa keemasan kariernya.

Yudi menjadi poros permainan di lini tengah dan turut membawa Persib meraih dua gelar besar Juara Perserikatan 1993/1994 dan Juara Liga Indonesia 1994/1995.

Permainannya bahkan mendapat sorotan dari dua pelatih legendaris dunia.

Rinus Michels memujinya setelah Persib menumbangkan Persiraja Banda Aceh 4-0.

Fabio Capello pun memberikan apresiasi ketika AC Milan menghadapi Persib pada 1993—terlepas dari kekalahan telak 0-8.

Menurut Capello, Yudi adalah salah satu pemain Persib yang paling sulit dihentikan berkat pergerakan eksplosifnya.

Sejak 1996, cedera lutut mulai mengganggu konsistensinya. Ia hanya mampu tampil 45 menit sebelum lututnya terasa ngilu.

Cedera ini bukan hasil benturan, melainkan akibat tempaan latihan intensif sejak usia 13 tahun hingga bantalan lututnya terkikis.

Pada 1999, ketika baru berusia 28 tahun, usia yang seharusnya menjadi masa puncak, Yudi harus mengakhiri karier profesionalnya.

Selepas pensiun, Yudi mengalihkan fokus ke dunia perbankan berbekal gelar sarjana ekonomi.

Meski meninggalkan dunia profesional, ia tetap menjaga hubungan dengan para mantan pemain Persib dan masih sesekali bermain bersama mereka.

Yudi Guntara mungkin tak memiliki karier sepanjang pemain lain, tetapi kualitasnya meninggalkan jejak kuat di sepak bola Indonesia.

Ia dikenal sebagai gelandang kreatif yang menjadi inspirasi banyak pemain muda di Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mungkin harus melewati jalan berliku, termasuk bergabung dengan rival demi pendidikan, namun dedikasinya untuk Persib dan Indonesia tetap abadi.

Legenda ini bersinar terang meski nyalanya harus padam lebih cepat dari yang diharapkan. (tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berbahagialah! 5 Shio Paling Bahagia Awal Oktober 2026, Ada yang Banjir Rezeki dan Kabar Baik

Berbahagialah! 5 Shio Paling Bahagia Awal Oktober 2026, Ada yang Banjir Rezeki dan Kabar Baik

Berikut 5 shio yang diprediksi paling bahagia pada awal Oktober 2026: Ada yang banjir rezeki hingga dapat kabar baik.
Taklukan Pasangan Korea Selatan di Laga Terakhir, Imam/Fairuz Bawa Indonesia ke 16 Besar Voli Pantai Asian Games 2026

Taklukan Pasangan Korea Selatan di Laga Terakhir, Imam/Fairuz Bawa Indonesia ke 16 Besar Voli Pantai Asian Games 2026

Salah satu wakil Indonesia di cabor voli pantai Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Imam Ahmad Faisal/Fairuz Bayhaqly, berhasil memastikan tiket babak 16 besar.
Pevoli Muda Hyundai Hillstate Ungkap Hal Mengejutkan Usai Latihan Bareng Megawati Hangestri

Pevoli Muda Hyundai Hillstate Ungkap Hal Mengejutkan Usai Latihan Bareng Megawati Hangestri

Pevoli muda Hyundai Hillstate, Lee Chae-yeong, mengaku terkesan setelah berlatih langsung bersama Megawati Hangestri dan merasakan sendiri dahsyatnya serangan.
10 Ucapan Selamat Hari Jadi Kota Bandung ke-216 Tahun 2026, Cocok untuk Caption Media Sosial

10 Ucapan Selamat Hari Jadi Kota Bandung ke-216 Tahun 2026, Cocok untuk Caption Media Sosial

Berikut 10 ucapan selamat Hari Jadi Kota Bandung ke-216 tahun 2026, cocok untuk dijadikan caption media sosial.
Sebanyak 10 Korban Kapal Virgo Kembali Ditemukan, 52 Meninggal dan 83 Masih Hilang

Sebanyak 10 Korban Kapal Virgo Kembali Ditemukan, 52 Meninggal dan 83 Masih Hilang

Kepala Basarnas, M Syafii memastikan seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Media Korea Soroti Perubahan Fisik Megawati Hangestri, Pevoli Indonesia Itu Disebut...

Media Korea Soroti Perubahan Fisik Megawati Hangestri, Pevoli Indonesia Itu Disebut...

Bintang voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, kembali menyita perhatian publik voli Korea Selatan. Menjelang bergulirnya V-League 2026/2027 bersama

Trending

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler seputar pilar baru pengganti Megawati Hangestri hingga kehebohan sesi latihan tim. Berikut rangkumannya.
Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Kabar Ombudsman sidak Lapas Cibinong, merupakan tempat Ferdy Sambo ditahan saat ini. Lantas bagaimana kondisinya sekarang? Simak penjelasan di bawah ini
Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Kekuatan Timnas Indonesia mendapat pengakuan dari pelatih Bangladesh, Thomas Dooley. Ia menilai skuad Garuda kini menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan.
Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan personel gabungan dikerahkan dalam rangka pelayanan dan pengamanan dua pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di GBK.
Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar surat pemberitahuan soal pemadaman internet yang akan terjadi pada 25-27 September 2026. Kemkomdigi memastikan informasi tersebut merupakan hoax.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 26 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 26 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Sabtu, 26 September 2026, membawa energi yang sangat dinamis untuk urusan hati. Beberapa zodiak diprediksi
Daftar Napi Kelas Kakap yang Disebut Ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, dari Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf hingga Harvey Moeis

Daftar Napi Kelas Kakap yang Disebut Ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, dari Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf hingga Harvey Moeis

Berikut 9 narapidana (napi) perkara besar yang disebut menghuni Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, yang disidak Ombudsman RI, salah satunya Ferdy Sambo.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT