Masih Ingat Ramdani Lestaluhu? Eks Bintang Persija yang Rela Lelang Jersey Debut Timnas Indonesia demi Korban Bencana Sumatra
- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
Karier kepelatihan memang sudah lama menjadi bagian dari rencananya. Bahkan, ia telah mengantongi lisensi kepelatihan C AFC sejak 2020.
Menurut Ramdani, mimpi menjadi pelatih sudah tertanam sejak ia masih aktif bermain.
“Yang jelas ketika saya masih di profesional, ini sudah menjadi rencana saya. Kapan saya harus bermain, sampai kapan, kapan saya harus berhenti, dan apa yang harus saya siapkan. Karier kepelatihan adalah mimpi saya meski dalam usia yang memang muda, sama ketika saya sebagai pemain bola (debut di usia 15 tahun).”
Dalam membina pemain muda, Ramdani menekankan pentingnya sikap dan mentalitas, bukan semata kemampuan teknis.
Ia ingin para pemain Persija Development tumbuh sebagai pribadi yang siap bersaing di level tertinggi.
“Yang jelas, yang pertama, mereka harus menjadi pemain yang profesional, disiplin, dan punya attitude baik. Karena untuk menapaki level tertinggi harus memiliki semua itu.”
Pendekatan yang ia terapkan pun berbeda. Ramdani menyadari bahwa generasi muda saat ini memiliki tantangan psikologis dan sosial yang tidak sama dengan zamannya dulu.
“Yang jelas pemain muda mereka punya mental yang berbeda dengan pemain aktif (profesional). Pendekatan ke mereka sebagai teman, kakak, atau pun sodara. Yang jelas menaikkan mental mereka dan menjaga psikologi mereka agar bisa berada di level terbaik.”
Di luar perannya sebagai pelatih, Ramdani juga menunjukkan sisi kemanusiaan yang kuat.
Pada Desember 2025, ia melakukan aksi mulia dengan melelang jersey bersejarah miliknya demi membantu korban bencana di Sumatra.
Jersey Timnas Indonesia bernomor punggung 5 yang ia kenakan di Piala AFF 2014, momen debutnya di tim senior, laku terjual dengan harga Rp100 juta.
“Kita melihat bencana yang terjadi di Sumatra, jujur sedih banget ya,” ujar Ramdani.
“Bagi saya, awalnya tidak tahu harus berkontribusi seperti apa, apa yang bisa saya bantu.”
Meski jersey tersebut menyimpan nilai emosional tinggi, Ramdani tak ragu melepasnya. Baginya, kemanusiaan berada di atas segalanya.
“Ya itu suatu kenangan sebenarnya, akan tetapi bagi saya bantuan untuk saudara di Sumatra lebih penting ketimbang jersey itu.”
Load more