News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nostalgia Persib: Charis Yulianto, Bek Jebolan Baretti yang Sukses di Persija, tapi Kurang Beruntung di Bandung

Charis Yulianto menjadi satu dari beberapa pemain yang pernah memperkuat empat klub legendaris Liga Indonesia yaitu Arema Malang, Persebaya, Persib dan Persija.
Selasa, 30 Desember 2025 - 10:24 WIB
Mantan bek Persija dan Persib Charis Yulianto
Sumber :
  • ANTARA/Ari Bowo Sucipto/ed/pd/12

tvOnenews.com - Persib Bandung sempat mendatangkan bek label Timnas Indonesia yang bersinar di Persija Jakarta Charis Yulianto pada Liga Indonesia 2006.

Ketika itu, Charis Yulianto datang ke Bandung setelah membawa Persija Jakarta dua kali jadi runner-up yakni Liga Indonesia dan Copa Indonesia di tahun 2005.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan cuma itu, bek yang lama berkarier di Arema Malang tersebut juga lagi bersinar dengan Timnas Indonesia asuhan pelatih Peter Withe.

Namun sangat disayangkan, kiprah Charis Yulianto di Persib Bandung kurang memuaskan. Finis tiga terbawah di Liga Indonesia 2006 jadi buktinya.

Walau begitu, keputusan Charis Yulianto pindah ke Sriwijaya FC jadi faktor penentu dalam kariernya. Di klub ini, ia meraih sederet prestasi.

Juara Liga Indonesia dan Copa Indonesia 2009/2010 menjadi hadiah terindah yang pernah diterima Charis Yulianto sepanjang karier sepak bolanya.

Sukses di Sriwijaya FC, Charis Yulianto mudik ke Jawa Timur. Ia memperkuat Persela Lamongan dan pulang ke Arema FC sebelum akhirnya gantung sepatu.

Profil Charis Yulianto

Mantan bek Persija dan Persib Charis Yulianto
Mantan bek Persija dan Persib Charis Yulianto
Sumber :
  • Antara Kaltim

Lahir di Blitar, Jawa Timur 11 Juli 1978, Charis Yulianto merupakan bungsu 9 bersaudara dari pasangan Suparman dan Sutini. Sepak bola sudah menjadi kesukaannya sejak kecil.

Kariernya dimulai saat gabung klub kota kelahirannya PSBI Blitar pada 1994. Baru berusia 16 tahun, Charis Yulianto saat itu ia langsung diminati Persebaya Surabaya.

Ketika di Persebaya Surabaya, bek berpostur 183 cm tersebut terpilih untuk ikut program PSSI Baretti pada 1995 setelah sebelumnya ikut seleksi di Jakarta.

Charis Yulianto bercerita bahwa saat berguru di Italia, ia sempat kesulitan beradaptasi dengan makanan. Beruntung, ketika itu mereka membawa mie dan beras.

Gemerlapnya sepak bola Italia periode itu membuat Charis Yulianto cukup senang. Namun, dia tidak bisa merayakan momen lebaran bersama keluarganya.

Pulang dari Italia, Charis Yulianto bergabung dengan Arema Malang pada 1997. Total lima musim dia di sana hingga menjadi ikon bagi Aremania.

Bek Timnas Indonesia tersebut mengaku saat ingin pindah ke PSM Makassar, Aremania memintanya untuk bertahan. Akan tetapi, tekadnya merantau tak bisa dihalangi.

PSM Makassar jadi destinasi berikutnya untuk Charis Yulianto saat memasuki musim 2003 sebelum kemudian diangkut Persija Jakarta dua tahun setelahnya.

Masa singkat Charis Yulianto di Persija Jakarta ternyata cukup berkesan. Di klub ini, ia hampir dua kali menjadi juara. Tapi sayang, dewi fortuna belum berpihak.

Ketika itu, Charis Yulianto berduet dengan Hamka Hamzah yang sama-sama datang dari PSM Makassar di lini pertahanan Macan Kemayoran.

Keduanya bahu membahu bawa Persija Jakarta ke final Liga Indonesia 2005. Kendati demikian, sang lawan Persipura Jayapura berhasil remontada di babak extra time sekaligus jadi juara.

Ketidakberuntungan kembali diterima Charis Yulianto. Kali ini saat melawan mantan timnya Arema Malang di Copa Indonesia. Persija Jakarta kalah di final dengan skor 3-4.

Semusim berikutnya, Charis Yulianto membuat keputusan mengejutkan. Ia hengkang ke rival Persija Jakarta yaitu Persib Bandung.

Di Persib Bandung, Charis Yulianto seolah kehilangan sinarnya. Persib Bandung gagal beranjak dari peringkat tiga terbawah Liga Indonesia musim 2006.

Dari Bandung, bek jebolan Italia ini ke Sriwijaya FC. Gelar domestik yang didambakan akhirnya kesampaian bersama klub asal Palembang ini.

Tiga musim di Sriwijaya FC, gelar Copa Indonesia dan Liga Indonesia dipersembahkan. Ia juga berkesempatan tampil di Liga Champions Asia.

Charis Yulianto tampak puas dengan pencapaiannya di Sriwijaya FC. Ia pun pulang ke tanah kelahirannya dengan gabung Persela Lamongan dan Arema Malang.

Sementara itu, kegemilangan Charis Yulianto di level klub membawanya ke Timnas Indonesia. Sejak 2004-2010, total 36 caps dan dua gol dicatatkan.

Pelatih kawakan seperti Benny Dollo hingga Peter Withe kerap memanggil Charis Yulianto apabila memasukan list pemain belakang Timnas Indonesia.

Update Kabar Charis Yulianto

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kembali ke klub pertamanya Arema Malang, Charis Yulianto memilih pensiun di tim ini pada 2012. Tak butuh waktu lama, ia ambil lisensi kepelatihan.

Setahun usai gantung sepatu, Charis Yulianto mendapat lisensi kepelatihan C AFC, lalu naik kelas ke B tahun 2017 dan yang terakhir mendapatkan lisensi A pada 2017.

Karier kepelatihannya bermula saat ia menukangi akademi sepak bolanya sendiri CFA Academy selama tiga tahun, mulai dari 2014 hingga 2017.

Dari situ, Charis Yulianto mulai dipercaya menjadi pelatih tim muda sejumlah klub Indonesia seperti Bhayangkara FC U-19 dan Borneo FC U-20.

Ia juga pernah menjadi asisten pelatih di Borneo FC, Arema FC, hingga Persela Lamongan sebelum naik kelas dan promosi sebagai pelatih kepala.

Kiprah Charis Yulianto sebagai pelatih kepala dimulai dari Sumbersari FC, PSCS Cilacap dan yang masih bertahan hingga sekarang adalah Batavia FC.

Charis Yulianto cukup percaya diri bawa Batavia FC promosi ke Liga 3. Ia diberi kesempatan kedua untuk melakukan hal ini setelah gagal di musim lalu.

Di sisi lain, Charis Yulianto pernah berkesempatan dampingi Shin Tae-yong sebagai asisten pelatih dalam dua pertandingan di timnas Indonesia senior.

Dalam kesempatan itu, Charis Yulianto mengakui kalau Shin Tae-yong punya sifat keras kepala. Namun katanya, hal itu memang diperlukan sebagai seorang pelatih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebagai seorang pelatih kepala memang harus keras kepala. Harus punya prinsip,“ kata Charis Yulianto di YouTube Bung Binder.

“Karena apa? Karena, ibaratnya pelatih itu seperti supir. Harus memilih penumpang yang benar-benar, memilih pemain yang harus lebih mau keinginan dia yang bertanggung jawab di atas lapangan,“ jelasnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Mayat Perempuan Terbungkus Kardus Ditemukan di Pinggir Jalan Kota Bandung, Ini Kata Polisi

Viral Mayat Perempuan Terbungkus Kardus Ditemukan di Pinggir Jalan Kota Bandung, Ini Kata Polisi

Jasad yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun itu pertama kali ditemukan warga yang curiga terhadap sebuah kardus yang direkatkan menggunakan tali dan lakban
Berlaku 2 September 2026, Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax Green 95

Berlaku 2 September 2026, Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax Green 95

Harga Pertamax Green 95 resmi mengalami penyesuaian per 2 September 2026 mengikuti kenaikan BBM nonsubsidi sebelumnya. Berikut daftar harga BBM Pertamina nonsubsidi terbaru.
5 Alasan Self-Care Tak Lagi Sekadar Skincare, Mengapa Pengalaman Bersama Komunitas Makin Diminati? 

5 Alasan Self-Care Tak Lagi Sekadar Skincare, Mengapa Pengalaman Bersama Komunitas Makin Diminati? 

Self-care kini berkembang dari penggunaan produk skincare menjadi pengalaman yang mencakup kesehatan, kepercayaan diri, aktivitas sosial, dan interaksi
MTQ Nasional ke-31 Digelar di Semarang, Kemenag Bidik Penguatan Talenta Keagamaan hingga Pemberdayaan Ekonomi Umat

MTQ Nasional ke-31 Digelar di Semarang, Kemenag Bidik Penguatan Talenta Keagamaan hingga Pemberdayaan Ekonomi Umat

MTQ Nasional ke-31 akan segera digelar di Semarang pada 11-20 September 2026. Kemenag menyebut ajang ini menjadi wadah pengembangan talenta keagamaan hingga ekonomi umat.
Soal Skema BLU Sektor Energi, Pengamat: Berisiko Menambah Beban Birokrasi

Soal Skema BLU Sektor Energi, Pengamat: Berisiko Menambah Beban Birokrasi

Alih-alih memperkuat tata kelola dan efisiensi, skema tersebut kata Ali dikhawatirkan menciptakan birokrasi tambahan serta memperbesar ruang intervensi dalam pengelolaan energi nasional.
Rp762 Juta Dana TJSL Kebun Sosa PTPN IV Regional 2 Disalurkan untuk Warga Padang Lawas

Rp762 Juta Dana TJSL Kebun Sosa PTPN IV Regional 2 Disalurkan untuk Warga Padang Lawas

Kebun Sosa PTPN IV Regional 2 menyalurkan dana sebesar Rp762 juta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, sepanjang periode 2024-2026.

Trending

Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megawati Hangestri Kembali Disorot: Dia Bawa Perubahan Besar

Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megawati Hangestri Kembali Disorot: Dia Bawa Perubahan Besar

Omongan legenda Hyundai Hillstate, Yang Hyo-jin, soal Megawati Hangestri kembali menjadi sorotan. Begini katanya
Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa, Bakal Cetak Sejarah Voli Indonesia

Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa, Bakal Cetak Sejarah Voli Indonesia

Megawati Hangestri mengungkapkan bahwa dirinya membuat peluang untuk bermain di liga voli Eropa. Jika cita-cita ini terwujud, maka Mega akan mencatatkan sejarah di dunia voli Indonesia.
Top 3 Sport: Jadwal Hyundai Hillstate vs Red Sparks, Ko Hee-jin Resmi Mundur, hingga Update Klasemen Liga Pro Saudi 2026/2027

Top 3 Sport: Jadwal Hyundai Hillstate vs Red Sparks, Ko Hee-jin Resmi Mundur, hingga Update Klasemen Liga Pro Saudi 2026/2027

Kanal olahraga tvOnenews.com mencatat tiga isu yang menjadi sorotan paling hangat dan menduduki jajaran berita terpopuler pilihan pembaca. Berikut rangkumannya
Media Korea Juluki Megawati Hangestri Jadi Kim Yeon-koung Indonesia, Megatron Beri Reaksi Berkelas

Media Korea Juluki Megawati Hangestri Jadi Kim Yeon-koung Indonesia, Megatron Beri Reaksi Berkelas

Megawati Hangestri memberikan reaksi berkelas usai tahu dirinya disandingkan dengan legenda voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung. Bahkan ia dijuluki sebagai ‘Kim Yeon-koung-nya Indonesia’.
Megawati Hangestri Makin Akrab dengan Rekan Setim Baru di Hillstate, Pevoli Senior Ini Sambut Antusias Megatron

Megawati Hangestri Makin Akrab dengan Rekan Setim Baru di Hillstate, Pevoli Senior Ini Sambut Antusias Megatron

Megawati Hangestri mulai menunjukkan chemistry dengan rekan-rekan barunya di Hyundai Hillstate jelang V-League 2026/2027. Megatron tampak kompak bersama Jordan.
Berbahagialah! 5 Zodiak Paling Hoki 2 September 2026: Taurus hingga Pisces Ada Peluang Tak Terduga yang Menguntungkan

Berbahagialah! 5 Zodiak Paling Hoki 2 September 2026: Taurus hingga Pisces Ada Peluang Tak Terduga yang Menguntungkan

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 2 September 2026: Taurus hingga Pisces ada peluang tak terduga yang menguntungkan.
Semarak HUT ke-81 RI di Gresik, Lomba Uleg Sambal Hadirkan Peserta Berkostum Mak Lampir

Semarak HUT ke-81 RI di Gresik, Lomba Uleg Sambal Hadirkan Peserta Berkostum Mak Lampir

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perumahan Bukit Bambe, Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, berlangsung semarak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT