5 Pemain Top Eropa ini Ternyata Pernah Bela Persib Bandung, Dari Eks Penggawa Chelsea hingga LaLiga
- Kolase tvOnenews.com | Instagram/Levy Clement Madinda - Antara
tvOnenews.com - Persib Bandung bukan sekadar klub besar di Indonesia. Berdiri sejak 1933, Persib Bandung dikenal sebagai klub dengan tradisi kuat, dukungan suporter yang besar, dan ambisi tinggi di sepak bola Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Persib juga dikenal sebagai salah satu klub dengan kekuatan finansial paling stabil di Liga 1.
Data Transfermarkt pernah menempatkan Persib sebagai klub dengan nilai skuad termahal di Liga 1.
Ini seakan menegaskan status mereka sebagai destinasi elite bagi pemain lokal maupun asing.Â
Tak heran jika Persib beberapa kali membuat kejutan dengan mendatangkan pemain yang memiliki rekam jejak di liga-liga top Eropa.
Berikut empat pemain dengan latar belakang Eropa mentereng yang sempat merasakan atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
1. Carlton Cole
Nama Carlton Cole sempat membuat publik sepak bola Indonesia terkejut saat Persib mengumumkannya pada 2017 silam.
Striker asal Inggris ini datang dengan reputasi besar sebagai mantan striker Chelsea dan West Ham United.
Meski kiprahnya di Persib tidak berjalan mulus karena ia hanya tampil di lima laga tanpa gol, rekam jejak Cole di English Premier League tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ia pernah mencetak lebih dari 50 gol di EPL dan menjadi bagian dari skuad Chelsea yang menjuarai liga pada era José Mourinho.
Kehadiran Cole kala itu menunjukkan bahwa Persib berani mengambil risiko besar demi menaikkan standar profesionalisme dan daya tarik kompetisi Liga 1.
Jika ada satu nama yang benar-benar mengubah persepsi dunia terhadap Liga 1, itu adalah Michael Essien.
Gelandang legendaris asal Ghana ini bergabung dengan Persib pada musim 2017 dan langsung menjadi pusat permainan.
Essien bukan pemain sembarangan. Ia pernah menjadi motor lini tengah Chelsea, menjuarai Liga Champions, Premier League, hingga bermain untuk Real Madrid dan AC Milan.
Bersama Persib, Essien tampil 29 kali dan mencetak 5 gol, angka yang impresif untuk gelandang bertahan di usia senja kariernya.
Kehadiran Essien  juga membawa efek domino, mulai dari sorotan media internasional, peningkatan kualitas permainan pemain lokal, dan membuat Liga Indonesia mulai dipandang layak sebagai tempat berkarier bagi pemain-pemain kelas dunia.
Geoffrey Castillion mungkin tidak sepopuler Essien, tetapi latar belakangnya sangat menarik.Â
Penyerang asal Belanda ini adalah lulusan akademi Ajax Amsterdam, salah satu sekolah sepak bola terbaik di dunia.
Didatangkan Persib pada 2020, Castillion menyumbangkan 5 gol dan 2 assist dari 16 laga.
Ia dikenal sebagai penyerang pekerja keras dengan mobilitas tinggi, yang menjadi ciri khas pemain didikan Belanda.
Sebelum dan sesudah Persib, Castillion telah menjelajah berbagai klub Eropa, mulai dari Eredivisie hingga kompetisi luar Belanda.
Meski masa baktinya singkat, kehadirannya menambah warna Eropa dalam skuat Maung Bandung.
4. Levy Madinda
Levy Madinda menjadi bukti bahwa Persib masih konsisten membidik pemain dengan pengalaman elite.Â
Gelandang asal Gabon ini dipinjam dari Johor Darul Ta’zim pada musim Liga 1 2023/2024 untuk menutup kekosongan akibat cedera Tyrone del Pino.
Madinda bukan pemain asing biasa. Ia pernah membela Celta Vigo di LaLiga Spanyol, kompetisi yang dikenal dengan tempo tinggi dan tuntutan taktik ketat.
Di Spanyol, Madinda mencatat puluhan penampilan dan dikenal sebagai gelandang box-to-box dengan distribusi bola rapi.
Bersama Persib, Madinda langsung beradaptasi dan menjadi salah satu pilar lini tengah, membantu tim bersaing di papan atas klasemen.
Pengalamannya di Eropa jelas memberi nilai tambah dalam membaca permainan dan menjaga keseimbangan tim.
Sergio van Dijk merupakan salah satu rekrutan Eropa paling sukses dalam sejarah Persib Bandung.Â
Penyerang berdarah Belanda–Indonesia ini bergabung pada 2014 dan langsung menjadi andalan lini depan Maung Bandung.
Van Dijk adalah lulusan akademi Ajax Amsterdam dan sempat tampil di Eredivisie bersama FC Groningen, serta merasakan kompetisi 2.
Bundesliga di Jerman. Pengalaman Eropanya terbukti krusial saat ia membantu Persib menjuarai Indonesia Super League 2014, termasuk mencetak gol penting di laga final.
Berbeda dari pemain asing berlabel besar yang gagal bersinar, Van Dijk hadir dengan kondisi fisik prima dan pemahaman taktik matang, menjadikannya salah satu pemain asing paling dikenang oleh Bobotoh.
(tsy)
Load more