Shayne Pattynama Resmi Gabung Persija, Ada Cerita Haru Wasiat Sang Ayah di Balik Perjalanan Karier
- Official Persija
tvOnenews.com - Persija Jakarta kembali membuat gebrakan pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Setelah lebih dulu merekrut tiga pemain anyar, Macan Kemayoran kembali memperkuat skuadnya dengan mendatangkan Shayne Pattynama.
Kehadiran bek andalan Timnas Indonesia tersebut langsung disambut antusias oleh Jakmania. Shayne Pattynama, yang sebelumnya berkarier di Liga Thailand, resmi bergabung dengan Persija Jakarta dan berlabuh di ibu kota.
Pengumuman transfer Shayne disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi Persija Jakarta pada Jumat (23/1/2026).

- Instagram @persija
Pemain berusia 27 tahun itu didatangkan dari Buriram United dan menandatangani kontrak berdurasi 2,5 tahun bersama tim asuhan Mauricio Souza, dengan opsi perpanjangan masa bakti.
Tak lama setelah diumumkan, Shayne Pattynama langsung hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, untuk menyaksikan laga Persija Jakarta kontra Madura United pada pekan ke-18 Super League 2025/2026.
Kehadirannya di stadion pun memicu beragam reaksi positif, khususnya dari Jakmania.
Di sisi lain, cerita berbeda datang dari balik proses naturalisasi pemain keturunan Timnas Indonesia. Mantan anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani, pernah mengungkap kisah haru di balik bergabungnya salah satu pemain keturunan yang kini membela Merah Putih, termasuk Shayne Pattynama.
Hasani Abdulgani merupakan mantan anggota Exco PSSI periode 2019–2023, saat Mochamad Iriawan atau Iwan Bule menjabat sebagai Ketua Umum PSSI. Pada era tersebut pula, Shin Tae-yong pertama kali diperkenalkan ke publik sebagai pelatih Timnas Indonesia, di tengah situasi pandemi Covid-19.
Peran Hasani Abdulgani cukup besar dalam mengawal proses naturalisasi sejumlah pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Berkat keterlibatannya, beberapa nama seperti Jordi Amat, Ivar Jenner, Rafael Struick, Sandy Walsh, hingga Shayne Pattynama akhirnya resmi menjadi Warga Negara Indonesia.
Dalam sebuah episode di kanal YouTube Bebas Podcast, Arya Sinulingga menghadirkan Hasani Abdulgani untuk berbagi kisah seputar proses naturalisasi pemain di skuad Timnas Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya terdapat empat nama yang masuk dalam proyeksi naturalisasi.
"Shayne Pattynama, Jordi Amat, Kevin Diks, sama Mees Hilgers, empat nama pertama," ujarnya.
Ia pun mengaku sempat mempertanyakan mandeknya proyek tersebut kepada Ketua Umum PSSI.
"Kok gak jalan ini (proyek naturalisasi)? boleh saya bantu?," ungkapnya.
Singkat cerita, Hasani kemudian ditunjuk—atas inisiatifnya sendiri—untuk membantu proses naturalisasi Timnas Indonesia. Keterlibatannya tak lepas dari kecintaannya terhadap Timnas Indonesia.
Salah satu kasus yang sempat berlarut-larut adalah proses naturalisasi Sandy Walsh. Hasani menilai metode lama yang digunakan PSSI kurang efektif.
"Saya bilang dengan pak Ketum, ini kan sudah bertahun gak berjalan, karena kasus Sandy Walsh sudah setahun lebih, boleh gak tidak pakai cara kita," ungkapnya.
Menurut Hasani, pendekatan baru diperlukan agar proses bisa berjalan lebih lancar.
"Yang kita mau urus kan ini setengah bule, udah bule leh dia tinggal di sana, jadi kita jangan pake cara Indonesia, kita hire aja bule biar dia yang ngomong, bule sama bule ngomong kita terima bersih," terangnya.
"Itulah keterlibatan di BP, karena di BP ini kan dulu sama pak Erick Thohir dipakai pas Inter Milan," imbuhnya.
Dari empat nama awal yang masuk radar PSSI, pada akhirnya hanya dua pemain yang bersedia menjalani proses naturalisasi.
"Setelah Kevin Diks sama Mees Hilgers menolak, disodorin sama Fardi nama Shayne Pattynama, lalu kita tanya ke Shin Tae-yong," ungkapnya, dilansir dari YouTube Bebas Podcast ID.

- Official Persija
Hasani menegaskan bahwa rekomendasi pelatih tetap menjadi faktor utama dalam pemilihan pemain.
"Dia punya tim, kita di luar itu tidak punya (otorisasi), kita hanya bisa prove, oke gak policy ini, kan Exco gitu," ujarnya.
Dalam perbincangan tersebut, Hasani juga membagikan kisah pilu yang menjadi alasan kuat Shayne Pattynama ingin membela Timnas Indonesia.
"Yang paling sedih cukup drama itu, Shayne Pattynama. Pattynama orang Ambon besar di Semarang ayahnya, Ayahnya orang Semarang, lahir di Semarang sampai besar di Semarang," ujarnya.
"Ayahnya meninggal, ini Shayne cerita sama saya, ayahnya pesan,'kamu suatu hari harus main untuk Indonesia'," ucapnya. (ind)
Â
Load more