Kericuhan Oknum Suporter di Laga Persijap vs Persis Jadi Sorotan, PSSI: Jangan Sampai Lupa Tragedi Kanjuruhan!
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, kembali menyinggung pentingnya menjaga keamanan dalam sepak bola Indonesia. Ia meminta para suporter untuk tidak melupakan peristiwa kelam yang pernah terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang merenggut ratusan nyawa.
Peringatan itu disampaikan Arya setelah terjadi insiden yang melibatkan oknum suporter Persijap Jepara dan Persis Solo. Kericuhan tersebut berlangsung di Jepara pada Kamis (5/3/2026) dan menjadi perhatian khusus bagi PSSI.
Sebagai informasi, ketegangan antardua kubu suporter itu terjadi di dalam maupun luar stadion. Berbagai kejadian sempat tersebar di jejaring media sosial, mulai dari perusakan bangku stadion hingga rusaknya kendaraan pribadi milik pendukung.
Menurut Arya, insiden tersebut menunjukkan bahwa sebagian pendukung masih belum sepenuhnya mengambil pelajaran dari tragedi yang pernah mengguncang sepak bola nasional. Ia mengaku sedih melihat masih adanya keributan yang seharusnya bisa dihindari.
Arya menilai Tragedi Kanjuruhan seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak, khususnya suporter, agar lebih mengedepankan keselamatan saat menonton pertandingan. Ia berharap peristiwa serupa tidak lagi terulang di stadion Indonesia.
"Ini suporternya lupa sama (tragedi) Kanjuruhan dan lain-lain. Jadi, mereka lupa sepertinya. Itu yang membuat kami sedih juga," kata Arya saat ditemui di Lapangan C Senayan, Jumat (6/3).
Ia juga menegaskan bahwa PSSI sebenarnya telah menetapkan aturan larangan kehadiran suporter tim tamu. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mengurangi potensi konflik antarpendukung di stadion.
Namun, menurut Arya, aturan tersebut masih saja dilanggar oleh sebagian pihak. Hal itu terlihat dari adanya suporter yang tetap datang ke pertandingan tandang meskipun sudah ada larangan.
"Sebenarnya kami sudah bilang tidak boleh away (tandang), tapi tetap saja dilanggar. Kemarin juga ada itu satu pertandingan away, itu bagus antarsuporter," kata Arya.
Belakangan, muncul desakan dari sejumlah pihak agar PSSI membuka kembali kesempatan bagi suporter tandang. Hal ini didorong oleh mulai membaiknya hubungan antara pendukung beberapa klub.
Meski demikian, insiden yang terjadi di Jepara menunjukkan bahwa risiko keributan masih ada. Karena itu, federasi menilai kebijakan larangan suporter tandang masih relevan untuk diterapkan saat ini.
Load more