Kata Pelatih Persija soal Debut Pahit Cyrus Margono Kebobolan 3 Gol Lawan Bhayangkara FC
- Persija
tvOnenews.com – Debut kiper naturalisasi Cyrus Margono bersama Persija Jakarta berakhir pahit. Dalam laga pekan ke-26 Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Minggu (5/4/2026), Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan skor tipis 2-3.
Cyrus yang baru pertama kali mengawal jala gawang Persija langsung dipaksa memungut bola sebanyak tiga kali dari gawangnya.
Meski menjadi sorotan, pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza tampak enggan terburu-buru memberikan penilaian buruk terhadap performa individu sang kiper.
- Persija Jakarta
Pelatih asal Brasil berusia 51 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya perlu meninjau ulang rekaman pertandingan secara mendalam sebelum memberikan evaluasi detail terkait proses terjadinya gol-gol tersebut.
“Saya perlu lihat lagi gol-golnya untuk dievaluasi. Saya rasa di saat seperti ini, saya harus melakukan koreksi di sesi latihan. Saya tidak di sini, di momen ini, untuk mengevaluasi satu pemain secara individu sekarang ini,” ujar Mauricio Souza lugas.
Alih-alih menyudutkan satu pemain atas kekalahan memilukan tersebut, Mauricio memilih untuk menuntut profesionalisme dari seluruh skuadnya.
Ia menekankan bahwa setiap pemain, termasuk Cyrus Margono, seharusnya sudah memiliki insting untuk menilai performanya sendiri di lapangan.
"Mereka semua adalah pemain profesional, jadi dia harus bisa menilai diri sendiri, melakukan autokritik terhadap performanya,” tegas Mauricio.
- Instagram @persija
Baginya, seorang pemain yang tampil di level tertinggi pasti menyadari apakah mereka sudah memberikan yang maksimal atau justru tampil di bawah standar yang diharapkan.
Mauricio menambahkan bahwa analisis video akan menjadi landasan utama bagi tim pelatih untuk melakukan perbaikan di sesi latihan mendatang.
Ia tidak ingin emosi sesaat setelah pertandingan mengaburkan penilaian teknis yang objektif.
“Setelah saya melihat rekaman pertandingan kembali, saya akan melakukan analisis mendalam. Di situlah saya bisa masuk ke dalam proses koreksi tersebut,” ucapnya lagi.
Menutup keterangannya, Mauricio memberikan sinyal bahwa tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi pemain yang tampil buruk.
Load more