4 Aksi 'Tendangan Kungfu' di Sepak Bola Indonesia Sebelum Fadly Alberto, Ancaman Sanksi Seumur Hidup Kian Nyata
- Instagram @smgfootball
tvOnenews.com - Pelanggaran keras Fadly Alberto yang layangkan tendangan kungfu ke arah lawan ternyata bukanlah kasus yang baru di sepak bola Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa juga pernah terjadi. Bayang-bayang sanksi seumur hidup sudah di depan mata karena pelanggaran itu cukup berbahaya.
Eks bintang Timnas Indonesia U-17 Fadly Alberto mendadak viral dalam beberapa hari ini. Bukan karena pujian, melainkan aksi memalukan yang tak pantas terjadi.
Bagaimana tidak, saat laga Bhayangkara FC vs Dewa United di EPA U-20, Minggu (19/4), Fadly Alberto justru melakukan aksi tidak terpuji. Tendangan ala kungfu mendarat ke wajah lawan.
Bukan cuma sekali, tapi dua kali Fadly Alberto melakukan hal serupa di pertandingan yang sama. Pemain Dewa United Rakha Nurkholis dan Mohamad Ridwan yang jadi korbannya.
Aksi memalukan dari Fadly Alberto tersebut lantas viral di media sosial. Ia pun menghaturkan permintaan maaf kepada pihak yang dirugikan.
- Instagram @smgfootball
Konsekuensi langsung diterima Fadly Alberto. Mulai dari dicoret Timnas Indonesia U-20 dan yang terbaru pihak sponsor memutus kerja sama dengannya.
Adapun kasus Fadly Alberto bukan kali pertama terjadi di sepak bola Indonesia. Hal serupa seolah sudah menjadi tradisi busuk yang sudah mendarah daging.
Kasus-kasus sebelumnya tak kalah parahnya, bahkan ada yang korbannya sampai kehilangan nyawa. Sanksi denfa hingga larangan bermain seumur hidup ditetapkan.
Berikut ini kejadian tendangan ala kungfu yang pernah terjadi di sepak bola Indonesia.
1. Hilmi Gimnastiar (Putra Jaya Pasuruan)
Pertandingan babak 32 besar Liga 4 Jatim, Putra Jaya Pasuruan berhadapan dengan Perseta 1970 Tulungagung Senin (6/1) berlangsung cukup memalukan.
Hilmi Gimnastiar melayangkan tendangan kungfu ke bagian dada pemain Perseta Firman Nugraha hingga harus diberikan perawatan di ambulans.
Aksi memalukan Hilmi Gimnastiar membuatnya dipecat dari Putra Jaya. Ia juga didenda oleh PSSI senilai Rp2,5 juta dan larangan bermain seumur hidup.
2. Dwi Pilihanto Nugroho (KAFI FC)
Pemain KAFI FC Dwi Pilihanto Nugroho melayangkan tendangan kungfu ke arah wajah Amirul, penggawa UAD yang terjadi pada 6 Januari 2026 silam.
Warganet mengecam kejadian itu lantaran wasit hanya memberikan peringatan kartu kuning saja untuk Dwi Pilihanto Nugroho usai lakukan pelanggaran keras.
PSSI Asprov DI Yogyakarta lalu bertindak tegas dengan memberikan sanksi denda Rp1 juta dan melarang Dwi Pilihanto Nugroho beraktivitas di sepak bola seumur hidup.
3. Tri Hartanto (Persak Kebumen)
Odsantino Berti menjadi korban kebrutalan pemain lawan ketika membela timnya PPSM Sakti Magelang yang saat itu bertanding lawan Persak Kebumen di Liga 3 2021.
Saat itu, pemain Persak Tri Hartanto melayangkan tendangan kungfu ke area dada kanan sampai leher Odsantino Berti. Dia pun langsung dilarikan ke rumah sakit.
Laga ini cukup menjadi kontroversi karena pelanggaran dari Tri Hartanto tersebut hanya dihukum kartu kuning saja oleh wasit Doma Saputra yang memimpin pertandingan.
4. Denny Tarkas (Persela Lamongan)
Bisa dibilang pelanggaran Denny Tarkas ke pemain Bontang FC Jumadi Abdi menjadi salah satu momen memilukan yang paling diingat sepak bola Indonesia.
Pada laga yang dihelat di Stadion Mulawarman (7/3/09), kaki Denny Tarkas mendarat telak di ulu hati Jumadi Abdi yang menyebabkan cedera sangat fatal.
Jumadi Abdi yang menjadi andalan Timnas Indonesia di periode itu kemudian menghembuskan nafas terakhirnya setelah delapan hari menjalani perawatan intensif.
(han)
Load more