Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Marc Klok Akhirnya Angkat Bicara usai Dituduh Rasis kepada Pemain Bhayangkara FC, Akui Sakit Hati dengan Sumardji Gara-gara Ini

Marc Klok tegas bantah tuduhan rasis ke Henri Doumbia. Kapten Persib ungkap faktanya: hanya ucapkan 'Give me the ball back', bukan kata rasis. Singgung Sumardji
Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:37 WIB
Pemain Persib Bandung, Marc Klok
Sumber :
  • tvOnenews.com - Dwi R Belva

Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Persib Bandung, Marc Klok, akhirnya buka suara secara resmi merespons tudingan rasisme yang diarahkan kepadanya usai laga panas pekan ke-30 Super League 2025/2026. Pemain naturalisasi asal Belanda itu dengan tegas menolak semua tuduhan yang ia nilai telah mencoreng nama baiknya tanpa dasar yang jelas.

Insiden ini bermula dari pertandingan antara Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Persib Bandung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026). Persib berhasil menang dramatis dengan skor 4-2 setelah sempat tertinggal dua gol lebih dulu, namun kemenangan itu kini ternodai oleh polemik tuduhan rasisme yang langsung viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bhayangkara FC mengklaim bahwa striker mereka asal Pantai Gading, Henri Doumbia, menjadi korban ucapan bernuansa rasisme dari Marc Klok di babak pertama. Manajemen The Guardians bahkan telah secara resmi melaporkan Klok kepada Match Commissioner dan Komite Disiplin (Komdis) PSSI seusai pertandingan berakhir.

Menyikapi laporan itu, Marc Klok langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang tegas dan lugas. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak hanya tidak berdasar, tapi juga sangat merugikan reputasinya yang selama ini dibangun di atas nilai-nilai positif.

Pemain Persib Bandung Marc Klok
Pemain Persib Bandung Marc Klok
Sumber :
  • tvOnenews-Dwi RB

"Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya," ujar Marc Klok dalam pernyataan resminya.

Lebih jauh, Klok menegaskan bahwa nilai anti-rasisme sudah menjadi bagian dari identitas dirinya sejak lama. Seluruh perjalanan kariernya pun ia klaim selalu dilandasi rasa hormat terhadap siapa pun, tanpa memandang latar belakang.

"Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme," tegasnya.

Klok juga mengingatkan rekam jejaknya bermain bersama pemain dari berbagai belahan dunia. Menurutnya, orang-orang yang benar-benar mengenalnya pasti tahu bagaimana karakter asli yang ia miliki.

Bhayangkara FC Vs Persib Bandung
Bhayangkara FC Vs Persib Bandung
Sumber :
  • Persib

"Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan," sambungnya.

Klok pun mengungkap kronologi sesungguhnya yang memantik kesalahpahaman fatal itu. Saat Persib berhasil mencetak gol untuk memperkecil kedudukan menjadi 2-1, Henri Doumbia justru menahan bola dan enggan meletakkannya untuk kick-off berikutnya.

"Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, 'Give me the ball back'," jelasnya.

Ternyata, ucapan singkat itu salah ditangkap oleh Doumbia sebagai kata bernada rasisme. Namun setelah keduanya berbicara, pemain asal Pantai Gading itu sendiri mengakui bahwa dirinya keliru mendengar ucapan sang kapten Persib.

Ketua Badan Tim Nasional Sumardji
Ketua Badan Tim Nasional Sumardji
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

"Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata 'black'. Ia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya," ungkap Klok.

Meski masalah sudah selesai di level pemain, situasi justru kian memanas akibat sikap manajer Bhayangkara FC, Sumardji. Klok menyebut Sumardji terus menyebarkan tuduhan rasis meski tidak berada langsung di dekat kejadian saat insiden berlangsung.

"Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut," kata Klok dengan nada kecewa.

Bagi Klok, perilaku Sumardji sudah jauh melampaui batas-batas sepak bola yang seharusnya dijunjung tinggi. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan semangat dan esensi permainan sepak bola itu sendiri.

"Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di penghujung pernyataannya, Marc Klok menyuarakan satu permintaan yang ia anggap sebagai hak yang wajib ia dapatkan. Pemain yang juga merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia itu meminta Bhayangkara FC secara kelembagaan menyampaikan permintaan maaf secara resmi.

"Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar," pungkas Marc Klok. (fan)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan putusan terhadap Nadiem Makarim terkait perkara Chromebook pada sidang yang digelar Selasa (30/6). 
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
5 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta di Awal Juli 2026: Libra Hubungan Makin Harmonis, Taurus Bertemu Jodoh

5 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta di Awal Juli 2026: Libra Hubungan Makin Harmonis, Taurus Bertemu Jodoh

Memasuki awal Juli 2026, energi astrologi diprediksi membawa perubahan positif dalam kehidupan asmara bagi sejumlah zodiak. Siapa saja yang makin harmonis?
Industri Maritim Nasional Dinilai Belum Maksimal Serap Produk Komponen Lokal

Industri Maritim Nasional Dinilai Belum Maksimal Serap Produk Komponen Lokal

Industri komponen kapal nasional dinilai masih menghadapi tantangan besar untuk bisa bersaing di tengah tingginya kebutuhan sektor maritim dalam negeri.
Miroslav Koubek Masuk Dalam Daftar Pelatih yang Pamit Skuad Tim Nasional Usai Gagal di Piala Dunia 2026

Miroslav Koubek Masuk Dalam Daftar Pelatih yang Pamit Skuad Tim Nasional Usai Gagal di Piala Dunia 2026

Republik Ceko mengkonfirmasi kepergian sang pelatih setelah kedua belah pihak sepakat untuk memutus kontrak usai kegagalan tim di Piala Dunia. 

Trending

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan putusan terhadap Nadiem Makarim terkait perkara Chromebook pada sidang yang digelar Selasa (30/6). 
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim mendadak menjadi perbincangan hangat volimania Korea Selatan usai tampil gemilang membawa Timnas Voli Indonesia juara AVC Men's Cup 2026.
Pensiunan Kemlu Tuntut Hak Pembayaran Gaji Pokok, Mahkamah Konstitusi: Pemerintah Harus Bantu

Pensiunan Kemlu Tuntut Hak Pembayaran Gaji Pokok, Mahkamah Konstitusi: Pemerintah Harus Bantu

Mahkamah Konstitusi menggelar Pengucapan Putusan Nomor 177/PUU-XXIV/2026 tentang Pengujian Pasal 40 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
Boy Arnez Singgung Reidel Toiran, Sebut Kunci Jadi MVP di AVC Men's Cup 2026

Boy Arnez Singgung Reidel Toiran, Sebut Kunci Jadi MVP di AVC Men's Cup 2026

Outside Hitter Timnas Voli Indonesia, Boy Arnez Arabi menyebutkan bahwa Reidel Toiran menjadi salah satu kunci dirinya bisa menjadi MVP di AVC Men's Cup 2026.
Daftar Peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026: Timnas Voli Indonesia Gagal Lolos

Daftar Peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026: Timnas Voli Indonesia Gagal Lolos

Timnas Voli Indonesia tak masuk dalam daftar peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026. Pasalnya, skuad Garuda tak lolos ke ajang bergengsi ini meski baru saja meraih gelar juara AVC Men's Cup 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT