GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Persipura Disanksi PSSI, Arungi Musim Tanpa Penonton serta Denda Rp240 Juta Imbas Insiden di Championship

Komdis PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada klub peserta kompetisi nasional. Kali ini, Persipura harus menerima sanksi larangan menggelar pertandingan kandang.
Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:00 WIB
Kericuhan di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, pasca laga play-off Championship 2025-2026 antara Persipura Jayapura Vs Adhyaksa FC Bante, Jumat (8/5/2026).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Gusti Tanati

‎Jakarta, tvOnenews.com - Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menjatuhkan hukuman berat kepada klub peserta kompetisi nasional. Kali ini, Persipura Jayapura harus menerima sanksi larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh usai kericuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe, Sentani.

‎Hukuman tersebut menjadi buntut dari insiden chaos yang pecah setelah laga playoff promosi Super League 2026/2027 antara Persipura melawan Adhyaksa FC pada Jumat (8/5). Selain larangan bertanding dengan penonton, klub berjuluk Mutiara Hitam itu juga dibebani denda total mencapai Rp240 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Sanksi tersebut tertuang dalam SK Komdis PSSI Nomor 246 tertanggal Rabu, 13 Mei 2026. Komdis menilai terjadi pelanggaran serius terkait keamanan dan ketertiban pertandingan yang melibatkan suporter tuan rumah.

‎Kericuhan itu diduga dipicu aksi penonton yang merusak fasilitas stadion hingga membakar kendaraan di area sekitar Stadion Lukas Enembe. Situasi sempat tidak terkendali setelah pertandingan berakhir dan membuat aparat keamanan harus turun tangan.

‎"Persipura Jayapura diberi sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah selama satu musim, berlaku pada kompetisi yang diikuti pada Tahun 2026/2027," tulis pernyataan resmi Komdis PSSI, Jumat (15/5).

‎"Denda sebesar Rp30 juta. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat pada hukuman yang lebih berat," lanjut pernyataan tersebut.

‎Tak hanya satu hukuman, Komdis PSSI juga mengeluarkan beberapa surat keputusan lain terkait berbagai pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan tersebut. Total terdapat lima SK berbeda yang seluruhnya berkaitan dengan kerusuhan di Stadion Lukas Enembe.

‎Dalam SK Komdis Nomor 243, Persipura dikenakan denda Rp15 juta akibat aksi pelemparan botol air minum dari tribun penonton. Aksi tersebut dinilai membahayakan keselamatan perangkat pertandingan maupun pemain di lapangan.

‎Kemudian melalui SK Nomor 244, Komdis menjatuhkan denda paling besar senilai Rp125 juta. Hukuman itu diberikan karena adanya pelemparan bom asap, penyalaan flare atau suar, serta petasan di area stadion.

‎Tidak berhenti sampai di situ, Komdis juga menghukum Persipura karena adanya penonton yang masuk ke lapangan usai pertandingan berakhir. Pelanggaran tersebut membuat klub asal Papua itu kembali dikenai sanksi denda Rp50 juta sebagaimana tercantum dalam SK Nomor 245.

‎Panitia pelaksana pertandingan pun tidak luput dari sorotan Komdis PSSI. Kegagalan menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan membuat Persipura kembali didenda Rp20 juta melalui SK Nomor 247.

‎Dari lima surat keputusan yang diterbitkan Komdis PSSI, hanya dua SK yang tidak dapat diajukan banding. Kedua keputusan tersebut yakni SK Nomor 243 dan SK Nomor 247.

‎Kerusuhan sendiri bermula setelah Persipura menelan kekalahan tipis 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga playoff promosi. Hasil itu membuat ambisi Persipura kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia harus tertunda.

‎Kekalahan tersebut memaksa Persipura tetap bermain di Championship 2026/2027. Sebaliknya, Adhyaksa FC sukses mengamankan tiket promosi ke Super League musim depan.

‎Kekecewaan suporter Persipura kemudian berubah menjadi aksi anarkis di dalam stadion. Sejumlah oknum penonton dilaporkan masuk ke lapangan sehingga para pemain dari kedua tim harus segera dievakuasi demi alasan keamanan.

‎Selain itu, berbagai benda juga disebut dilempar ke area lapangan pertandingan. Bangku cadangan pemain mengalami kerusakan, sementara kendaraan yang terparkir di sekitar stadion turut menjadi sasaran amukan massa.

(igp)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.
Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Jay Idzes masih masuk daftar evaluasi Sassuolo jelang laga kontra Lecce. Timnas Indonesia ikut menanti kondisinya sebelum tampil di FIFA Matchday Juni 2026.
Surabaya Vaganza 2026 Digelar Sore Nanti, Ini Titik Parkir Yang Perlu Diperhatikan

Surabaya Vaganza 2026 Digelar Sore Nanti, Ini Titik Parkir Yang Perlu Diperhatikan

Dishub Surabaya menyiapkan 15 titik parkir resmi bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
background

Pekan ke-33

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT