News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Inilah Menu Latihan Fisik Laskar Mataram PSIM Yogyakarta

PSIM Yogyakarta terus bergerak dalam mempersiapkan tim jelang Liga 2 musim 2022/2023. Dalam latihan hari kedua, seluruh pemain Laskar Mataram ini menjalani serangkaian tes fisik di bawah komando pelatih fisik PSIM Yogyakarta, Sansan Susanpur.
Sabtu, 4 Juni 2022 - 18:55 WIB
Pemain PSIM Yogyakarta melakukan latihan fisik di bawah komando Pelatih Sansan Susanpur, Sabtu (4/6/2022).
Sumber :
  • Tim tvOne - Nuryanto

Yogyakarta, DIYPSIM Yogyakarta terus bergerak dalam mempersiapkan tim jelang Liga 2 musim 2022/2023. Dalam latihan hari kedua, seluruh pemain Laskar Mataram ini menjalani serangkaian tes fisik di bawah komando pelatih fisik PSIM Yogyakarta, Sansan Susanpur.

Ditemui usai memimpin jalannya tes fisik di stadion Mandala Krida Yogyakarta, Sansan mengatakan jika seluruh pemain PSIM Yogyakarta berada dalam kondisi bugar dan hasil data dari tes fisik hari ini akan dijadikan acuan serta pedoman dalam menyusun menu latihan.

“Hari ini, kita tidak hanya bicara tentang kondisi fisik, tapi juga berkonstelasi dengan psikologi. Alhamdulillah, semua pemain dalam kondisi bugar. Memang ada database yang harus kita data dan itu menjadi prioritas masing-masing individu bahwa di dalam sebuah proses berlatih ada target psycho conditioning yang menjadi standar performa dan acuan untuk latihan ke depan,” ujar Sansan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sansan juga menjelaskan bahwa meskipun secara keseluruhan hasil tes fisik pemain dinilai baik, namun hasil tes fisik pemain masih dalam standar normal dan harus ditingkatkan untuk menyesuaikan dengan standar performa atlet.

“Tes fisik hari ini memang kita bedakan, dimana untuk kiper kita tidak menggunakan cooper test atau VO2Max, tapi ada vertical jump, standing long jump, dan ada tendril test agility, serta 10 meter speed. Untuk pemain lain, menggunakan 10 meter speed, 46 meter speed, illinois agility test, dan cooper test 12 meter. Ini menunjukkan hasil yang signifikan bahwa mereka kondisinya terjaga, namun masih dalam standar awal normal bukan standar performa atlet, dalam artian beberapa hasil tes memang harus ditingkatkan,” lanjutnya.

Mantan pelatih fisik Timnas U-16 ini juga menambahkan jika dirinya dan tim pelatih telah menyusun rencana untuk kembali mengadakan tes fisik kepada para penggawa Laskar Mataram di kemudian hari. (Nur/Ard) 

 

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Tiga Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Tiga Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan maut terjadi di Tol Cipali, Rabu (4/2/2026) pagi, mengakibatkan sebanyak tiga orang meninggal dunia. Sementara dua korban lainnya mengalami luka.
IHSG Menguat Ditengah Kabar Penetapan Tersangka Penggorengan Saham, Emas Dekati $5.100 Per Ons

IHSG Menguat Ditengah Kabar Penetapan Tersangka Penggorengan Saham, Emas Dekati $5.100 Per Ons

IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar pada perdagangan hari ini. Sempat menyentuh level 8.050 sebagai titik terendahnya, dan sempat pula naik dan menyent
Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Timnas Futsal Indonesia mencatatkan pencapaian membanggakan di level internasional. Berdasarkan FIFA World Ranking Futsal, Indonesia kini menempati peringkat ke
Siswa Korban Perundungan di SMPN 3 Sungai Raya Lempar Bom Molotov ke Sekolah, Polisi Amankan Enam Barang Bukti

Siswa Korban Perundungan di SMPN 3 Sungai Raya Lempar Bom Molotov ke Sekolah, Polisi Amankan Enam Barang Bukti

Densus 88 Antiteror Polri amankan enam bom molotov dari kasus siswa SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, yang melemparkan bom molotov di lingkungan sekolah.
Geger! Siswa SMP di Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah, Densus 88: Terpapar Ideologi Ekstremis True Crime Community

Geger! Siswa SMP di Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah, Densus 88: Terpapar Ideologi Ekstremis True Crime Community

Siswa kelas IX SMPN 3 Sungai Raya Kalimantan Barat membuat geger setelah meledakkan bom molotov di area sekolahnya, hingga sebabkan seorang mengalami luka.
Titel Juara Bertahan, Iran Targetkan Kemenangan dari Irak di Semifinal Piala Asia 2026

Titel Juara Bertahan, Iran Targetkan Kemenangan dari Irak di Semifinal Piala Asia 2026

Pelatih Iran, Vahid Shamsaee, menegaskan timnya datang dengan status juara bertahan sekaligus pemilik rekor mentereng di ajang Piala Asia Futsal.
background

Pekan ke-20

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT