Bung Towel Pertanyakan Lisensi Pelatih Shin Tae-yong di Persija Imbas Hukuman PSSI-nya Korea Selatan
- Persija
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sepak bola nasional Tommy Welly alias Bung Towel mempertanyakan lisensi pelatih yang dimiliki Shin Tae-yong di Persija.
Shin Tae-yong mendapatkan sanksi dari PSSI-nya Korea Selatan, Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) dari pekerjaannya selama memimpin Ulsan HD pada Agustus 2025 lalu.
Shin Tae-yong mendapatkan sanksi larangan aktivitas di sepak bola Korea Selatan selama satu tahun atas tuduhan penyerangan pada pemain Ulsan HD serta penyalahgunaan fasilitas klub dengan kemunculan alat golf di bus tim.
Bukan mengomentari soal kesalahan yang dilakukan Shin Tae-yong selama memimpin Ulsan HD, Bung Towel justru mempertanyakan lisensi kepelatihan mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut di Persija.
"Kalau kita bicara kode disiplin yang dimiliki oleh Korea dengan Indonesia sama. Kalaupun ada lebih, berarti persoalan integritas nilainya saja yang mau coba ditegakkan lebih tinggi. Antara misalnya kita atau Korea. Tapi prinsipnya kode disiplin itu kan urusannya turun dari FIFA semuanya, lalu tinggal diterapkan apa tidak kan," kata Bung Towel dikutip dari kanal YouTube Edwin A Setyadinata, dikutip Selasa (28/7/2026).
Bung Towel menyebut bahwa kesalahan Shin Tae-yong tidak bisa dinilai dari apa yang terlihat di media sosial, seperti video ruang ganti Ulsan HD hingga foto alat golf milik STY.
"Karena memang tiap negara mungkin berbeda-beda dalam hal toleransi mungkin ya. Misalnya contoh, dengan apa yang dia diberikan sanksi, lisensinya jadi ditangguhkan di-hold gitu, dibekukan lah. Terus dia kerja di sini, pakai lisensi apa?" kata Bung Towel.
Bung Towel menyebut bahwa regulasi I.League adalah setiap pelatih yang memimpin klub Super League diharuskan memiliki lisensi AFC A Pro, sehingga harus dipantau apakah lisensi sang pelatih turut dibekukan atau tidak oleh KFA.
"Itu kan universal itu sih. Ke mana pun dia. Jadi maksudnya, tentu Korea tidak bisa membatasi orang pergi ke mana, tapi dia akan mengambil ruang lingkup hukuman dia di sana kan di Korea. Tapi secara nilai sepak bolanya kan sama saja," katanyna.
Load more