Meski Tujuh Tahun Vakum, Juara Liga Putri Indonesia 2026-2027 Berpeluang Tampil di Liga Champions Asia
- tvOnenews-Ilham Giovani
‎Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia Women's League (IWL) 2026-2027 belum resmi dimulai, tetapi operator kompetisi sudah menyiapkan ambisi besar untuk para juaranya. CEO IWL, Teddy Tjahjono, memproyeksikan kampiun Liga Putri Indonesia nantinya bisa tampil di kompetisi antarklub Asia, Liga Champions Asia.
‎Target tersebut menjadi salah satu upaya untuk membawa sepak bola putri Indonesia naik ke level yang lebih tinggi. IWL ingin gelar juara tidak hanya menjadi pencapaian domestik, tetapi juga menjadi pintu menuju persaingan kontinental.
‎Liga Putri Indonesia sendiri baru kembali bergulir setelah mengalami kevakuman selama tujuh tahun. Kompetisi musim 2026-2027 dijadwalkan berlangsung mulai 17 Oktober 2026 hingga akhir Januari 2027.
‎Meski memiliki ambisi tampil di Asia, Teddy belum bisa memastikan apakah juara IWL musim ini langsung mendapatkan tiket ke kompetisi AFC. Pihaknya masih harus melakukan pembicaraan dengan AFC untuk mengetahui kemungkinan slot yang tersedia bagi Indonesia.
‎"Kami ingin menyesuaikan dulu dengan target-targetnya. Karena baru selesai di akhir Januari, kami ingin diskusi juga dengan AFC apakah bisa dapat slot dan lain-lain," ujar Teddy di Jakarta, Selasa (11/8/2026).Â
‎"Kami berusaha maksimal karena pada akhirnya setiap juara kami ingin berkompetisi di level AFC," tambahnya.Â
‎Teddy menyadari perjalanan menuju kompetisi Asia membutuhkan proses. Karena itu, IWL akan terlebih dahulu memastikan kompetisi domestik berjalan dengan baik sebelum membahas langkah berikutnya bersama AFC.
‎Saat ini, fokus utama operator adalah menyelenggarakan IWL 2026-2027. Kompetisi tersebut akan diikuti enam klub yang siap bersaing memperebutkan status sebagai juara pertama setelah Liga Putri Indonesia kembali dihidupkan.
‎Enam peserta tersebut adalah Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United, Garudayaksa, Persikad Depok, dan Bekasi FC. Keenam tim akan bertarung dalam kompetisi yang seluruh pertandingannya dipusatkan di Jakarta.
‎GOR Soemantri Brodjonegoro dipilih sebagai venue penyelenggaraan IWL 2026-2027. Sistem pertandingan terpusat tersebut menjadi bagian dari konsep kompetisi musim perdana ini.
‎Dari sisi format, IWL menerapkan sistem triple round-robin. Setiap klub akan menghadapi peserta lainnya sebanyak tiga kali sebelum persaingan memasuki fase knockout.
‎"Format kompetisinya triple round-robin. Jadi setiap tim setidaknya bermain 15 kali dalam satu musim," kata Teddy.
‎Setelah fase triple round-robin selesai, empat klub terbaik akan melanjutkan perjuangan ke semifinal. Dua pemenang dari babak tersebut kemudian bertemu di final untuk menentukan kampiun IWL 2026-2027.
‎Format tersebut membuat setiap klub memiliki kesempatan yang cukup untuk mengumpulkan poin sepanjang kompetisi. Konsistensi akan menjadi faktor penting bagi tim yang ingin mengamankan posisi empat besar sekaligus menjaga peluang menjadi juara.
‎Selain format kompetisi, IWL juga menerapkan regulasi mengenai pemain asing. Setiap klub peserta diperbolehkan memiliki maksimal empat pemain asing, termasuk pemain yang berstatus naturalisasi.
‎Di sisi lain, klub tetap diwajibkan memberikan ruang bagi pemain lokal. Setiap peserta harus memiliki setidaknya satu pemain yang berstatus sebagai pemain Timnas Indonesia.
‎Regulasi tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan kualitas kompetisi dan pembinaan pemain putri Indonesia. Kehadiran pemain dari luar negeri juga diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi para pemain lokal.
‎Persija Jakarta dan Persita Tangerang akan menjadi dua tim yang membuka kompetisi. Duel tersebut akan menjadi pertandingan pertama dalam perjalanan panjang IWL musim 2026-2027.
‎Bagi IWL, kembalinya kompetisi sepak bola putri bukan sekadar menghidupkan kembali turnamen domestik. Operator juga ingin membangun fondasi yang memungkinkan klub Indonesia suatu saat dapat bersaing menghadapi tim-tim terbaik di Asia.
‎Sejumlah klub dari negara tetangga seperti Timor Leste, Malaysia, Singapura, hingga Kamboja sudah memiliki jalur menuju kompetisi antarklub Asia. Indonesia pun ingin mengikuti jejak tersebut dengan mendorong juara kompetisi domestik tampil di level kontinental.
‎Namun, target tersebut masih harus melalui proses pembicaraan dengan AFC. Jika peluang mendapatkan slot terbuka, sang juara IWL nantinya berpeluang membawa nama Indonesia ke pentas sepak bola putri Asia.
‎Untuk saat ini, seluruh perhatian masih tertuju pada pelaksanaan IWL 2026-2027. Enam klub akan memulai persaingan pada 17 Oktober dengan membawa misi masing-masing untuk menjadi juara.
(igp/hfp)
Load more