FIFA Ungkap Kronologi Masuknya Persib ke Daftar Ban Registration, Berawal Dari Cicilan ke Robert Rene Alberts Diputus Hingga Kena Ghosting Manajemen
- antara
Persib kembali tak melakukan pembayaran sampai jatuh tempo bulan ketiga, Mei 2025. Sabar sampai Juni 2026, Robert Rene Alberts akhirnya mengajukan gugatan ke FIFA Player's Status Chamber (PSC) pada Juni 2026.
Dalam gugatannya, Robert menuntut pembayaran tunggakan serta bunga. Masalah baru pun muncul dengan Persib yang sama sekali tak memberikan tanggapan atau jawaban alias ghosting pada kasus ini.
Hal ini pun membuat FIFA Memutus perkara ini dan menyatakan Persib bersalah atas pemotongan tak sah dan penunggakan pembayaran.
Dari putusan per tanggal 3 Oktober 2025, Persib pun memiliki kewajiban untuk membayarkan sisa tunggakan cicilan untuk Maret, April, Mei 2025 beserta bunga lima persen hingga tanggal pembayaran efektif.
Dengan rincian pembayaran Maret sebesar Rp131,24 juta, April sebesar Rp225 juta, dan Mei sebesar Rp225 juta. Sisa cicilan pun sebenarnya wajib dibayarkan namun tak mendapatkan bunga karena Robert mengajukan gugatan ketika cicilan keempat belum jatuh tempo.
Persib ternyata diberi waktu selama 45 hari untuk menyelesaikan masalah itu agar tak masuk dalam FIFA Ban Registration.
Namun Persib tetap mengacuhkannya hingga akhirnya larangan melakukan pendaftaran pemain di tiga periode bursa transfer pemain diambil oleh FIFA.
Persib pun ternyata dihantui oleh hukuman yang lebih besar jika tetap mengabaikan sanksi tersebut. Di maan jika masa tiga periode larangan transfer Persib masih belum melunasi hutangnya, kasus ini akan diteruskan pada Komite Disiplin FIFA untuk sanksi yang lebih berat.
Load more