News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alasan Sebenarnya PSBS Biak Bakal Awali Divisi Championship 2026/2027 dengan Poin Minus Terungkap

PSBS Biak harus menghadapi situasi sulit sebelum memulai perjalanan di Championship 2026/2027. Klub asal Papua tersebut disebut bakal mengawali kompetisi kasta kedua Liga Indonesia dengan pengurangan poin.
Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:04 WIB
PSBS Biak
Sumber :
  • Instagram - PSBS Biak

‎Jakarta, tvOnenews.com - PSBS Biak harus menghadapi situasi sulit sebelum memulai perjalanan di Championship 2026/2027. Klub asal Papua tersebut disebut bakal mengawali kompetisi kasta kedua Liga Indonesia dengan pengurangan poin.

‎Kondisi itu tidak terlepas dari persoalan home base yang dialami PSBS. Mereka tidak dapat menggunakan stadion di wilayah domisilinya, Biak, Papua, sehingga harus mencari markas sementara di Jawa Timur untuk menjalani pertandingan kandang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎General Manager I.League, Budiman Dalimunthe, menjelaskan bahwa terdapat aturan yang memberikan konsekuensi pengurangan poin bagi klub yang tidak mampu menyediakan stadion kandang di wilayah domisilinya. Ketentuan tersebut akan berlaku pada Championship musim mendatang.

‎"[PSBS Biak] sejak Super League musim lalu sudah tidak bertanding di home-nya. Nah untuk musim ini kalau klub tidak bisa menyediakan home [di domisili] maka akan berangkat [di kompetisi] dengan poin minus satu," ujar Budiman di Jakarta, Senin (24/8).

‎Persoalan home base bukan satu-satunya masalah yang harus diselesaikan PSBS. Klub berjuluk Badai Pasifik tersebut juga masih menghadapi persoalan terkait pemenuhan persyaratan club licensing.

‎I.League mewajibkan seluruh peserta kompetisi memenuhi sejumlah standar sebelum dapat menjalani musim baru. Persyaratan tersebut mencakup aspek finansial, legal, personel, infrastruktur, serta sporting.

‎Kegagalan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dapat berujung pada sanksi pengurangan poin. PSBS disebut masih memiliki sejumlah aspek yang belum terpenuhi hingga batas waktu yang diberikan.

‎"Dan kalau tidak salah PSBS itu sudah minus empat. Dari lima aspek itu [club licensing] ada empat aspek yang tidak terpenuhi," kata Budiman. 

‎Dengan kondisi tersebut, persoalan PSBS menjadi lebih kompleks dibanding sekadar tidak memiliki stadion kandang di Biak. Klub tersebut harus menyelesaikan beberapa persoalan administratif dan regulasi agar tidak semakin dirugikan dalam persaingan Championship.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Budiman juga mengakui adanya persoalan yang berkaitan dengan tunggakan gaji pemain dan ofisial PSBS pada musim sebelumnya. Namun, dia menegaskan bahwa proses penyelesaian masalah tersebut melibatkan sejumlah pihak.

‎"Soal tunggakan gaji tidak dibahas di sini ya, tapi bisa update ke APPI ataupun ke NDRC. Prosesnya kan ada di sana. Prosesnya tidak hanya di Liga Utama, ada keterlibatan NDRC, ada keterlibatan APPI, dan pasti kan ada FIFA ban juga. Dan juga udah pasti PSBS," ucap Budiman. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dua Tokoh NU Bantah Kehadiran di Luar Agenda Muktamar

Dua Tokoh NU Bantah Kehadiran di Luar Agenda Muktamar

Rais Syuriah PWNU Kalimantan Barat (Kalbar) dan PCNU Kabupaten Kayong Utara turut meluruskan informasi terkait namanya yang disebut ikut serta dalam kegiatan Halaqoh Kebangsaan dan Silaturrahmi Alumni Ikapete di MPR RI beberapa waktu lalu.
Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

KAI Properti mulai mengoperasikan sembilan gardu Jalur Pelintasan Langsung (JPL) pada 9 Oktober 2026.
Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam dugaan kasus penipuan emas antara lain puluhan korban melapor, adanya modus sistem pre-order hingga nama artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen terseret.
Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT