News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bos Persib Akhirnya Angkat Bicara Soal Kondisi Rumput GBLA, Adhitia: Harusnya Memang Tak Boleh Dipakai Dulu

Persib sebenarnya ingin tetap bermain di Si Jalak Harupat, tetapi rencana itu batal setelah PSSI melarang penggunaannya. GBLA ditargetkan lebih siap Oktober.
Selasa, 8 September 2026 - 16:52 WIB
Adhitia Putra Herawan selaku Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat
Sumber :
  • tvOne - Dwi RB

Jakarta, tvOnenews.com - Persib Bandung ternyata masih ingin menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk menggelar pertandingan kandang setelah sebelumnya menjadikan venue tersebut sebagai markas saat menghadapi Manila Digger di play-off AFC Champions League Two (ACL 2).

Namun, rencana tersebut batal setelah Persib mendapat informasi bahwa Stadion Si Jalak Harupat tidak lagi diperbolehkan digunakan karena memasuki masa pemeliharaan menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi itu membuat Maung Bandung tidak memiliki banyak pilihan selain kembali menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang belum 100 persen siap dipergunakan.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan bahwa klub sebenarnya telah menyiapkan Stadion Si Jalak Harupat sebagai opsi untuk pertandingan kandang. Menurutnya, keputusan penggunaan GBLA bukan sepenuhnya berasal dari keinginan Persib.

Pemain Persib Bandung, Balsa Sekulic
Pemain Persib Bandung, Balsa Sekulic
Sumber :
  • tvOnenews-Dwi RB

"Ini memang harusnya kita tuh masih main di Jalak kemaren. Cuman tiba-tiba sama PSSI nggak boleh kan. Jadi emang nggak ada opsi, kita emang harus main di situ (GBLA)," kata Adhitia dikutip dari akun Instagram Galuh Football pada Selasa (8/9/2026).

Sebelumnya, Persib memang menggunakan Stadion Si Jalak Harupat ketika menjamu Manila Digger pada 31 Agustus 2026 dan berhasil meraih kemenangan 1-0 untuk memastikan tiket ke fase grup ACL 2.

Setelah pertandingan tersebut, stadion memasuki masa pemeliharaan rumput untuk persiapan FIFA ASEAN Cup 2026.

Adhitia menjelaskan kondisi tersebut sebenarnya sudah diketahui karena proses pemulihan rumput membutuhkan waktu. 

Penyerang Persib Bandung Mariano Peralta
Penyerang Persib Bandung Mariano Peralta
Sumber :
  • tvOnenews.com - Dwi R Belva

Ia menyebut rumput Stadion GBLA tidak mungkin langsung berada dalam kondisi sempurna hanya dalam hitungan hari.

"Mestinya mah nggak boleh dipakai dulu memang. Baru selesai berarti ini akhir September. Makanya nanti Insyaallah di Oktober mah sudah lebih ready," ujarnya.

Menurut Adhitia, proses pertumbuhan rumput membutuhkan waktu sekitar satu bulan agar permukaan lapangan dapat kembali rapat dan siap digunakan secara optimal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut semakin menantang karena Bandung sempat mengalami musim kemarau selama sekitar tiga bulan tanpa curah hujan yang cukup.

"Kan rumput mah gak bisa tiba-tiba tumbuh lah, kan nggak bisa. Memang sebulan lah. Plus kemaren Bandung kan 3 bulan kemarau kan. enggak ada hujan," tutur Adhitia.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jenis Pakaian ini Haram Hukumnya Jika Dikenakan oleh Pria Saat Shalat, Bukan Mendapat Pahala Justru Berdosa 

Jenis Pakaian ini Haram Hukumnya Jika Dikenakan oleh Pria Saat Shalat, Bukan Mendapat Pahala Justru Berdosa 

Umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian terbaik dan pantas saat menunaikan ibadah shalat. Menggunakan pakaian yang dilarang saat beribadah bisa mendapat dosa
Kata PBVSI Soal Isu Naturalisasi Pemain untuk Memperkuat Timnas Voli Indonesia: Keinginan Ada, Kejelasan Belum

Kata PBVSI Soal Isu Naturalisasi Pemain untuk Memperkuat Timnas Voli Indonesia: Keinginan Ada, Kejelasan Belum

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) sempat dikabarkan aka melakukan proses naturalisasi pemain untuk menambah kekuatan dari Timnas Voli Indonesia.
Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Pihak Berwenang dalam Autobiografinya: Silahkan Autopsi, Cek Lambungku

Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Pihak Berwenang dalam Autobiografinya: Silahkan Autopsi, Cek Lambungku

Melalui surat yang ia tulis tangan secara rapi di autobiografinya tersebut, Fajar Sahrudin menyampaikan pernyataan untuk pihak berwenang boleh mengautopsinya.
Purbaya Ungkap Efisiensi MBG, Anggaran 2026 Diprediksi di Bawah Rp200 Triliun

Purbaya Ungkap Efisiensi MBG, Anggaran 2026 Diprediksi di Bawah Rp200 Triliun

Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan program MBG saat ini mulai menunjukkan efisiensi setelah kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) berganti.
Postingan Baru Fajar Sahrudin aka Steve Muncul Setelah Meninggal, Diduga Pakai Fitur Schedule Post

Postingan Baru Fajar Sahrudin aka Steve Muncul Setelah Meninggal, Diduga Pakai Fitur Schedule Post

Berikut postingan terbaru Fajar Sahrudin aka Steve muncul setelah dirinya dikabarkan meninggal dunia, diduga pakai fitus Schedule Post di X.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mulai Normal, Abu Vulkanik Bergerak Menjauh dari Jawa

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mulai Normal, Abu Vulkanik Bergerak Menjauh dari Jawa

Aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menurun pada 8 September 2026. Abu vulkanik bergerak ke selatan dan barat daya, menjauh dari Jawa dan Sumatra.

Trending

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Viral satu kasus bunuh diri di media sosial (Medsos) yang masih didalami oleh Kepolisian. Korban FS ditemukan tak bernyawa di kawasan GBK, Jakarta.
Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi pihaknya memang telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP terhadap kematian Fajar Sahrudin.
Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Berdasarkan hasil oleh TKP Polsek Tanah Abang bersama Polres Jakarta Pusat kalau penemuan jasad dari Fajar Sahrudin ditemukan di GBK. Kini cuitannya jadi viral
Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT