Persib Kalah Dramatis dari Persija, Igor Tolic Ogah Kambinghitamkan Kakang Rudianto dan Danijel Loncar
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, enggan mencari kambing hitam setelah timnya menelan kekalahan 1-2 dari Persija Jakarta. Ia tidak ingin hasil buruk Maung Bandung dibebankan kepada satu atau dua pemain meski dua gol Macan Kemayoran bermula dari sisi kanan pertahanan timnya.
Persib harus pulang tanpa poin dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Maung Bandung takluk secara dramatis dalam pertandingan pekan kedua Super League 2026/2027.
Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif pertama Persib pada awal musim ini. Sebelumnya, pasukan Igor Tolic mampu membuka kompetisi dengan kemenangan pada pekan pertama.
Duel menghadapi Persija sebenarnya berjalan ketat hingga penghujung pertandingan. Kedua kesebelasan masih berada dalam posisi sama kuat ketika laga mendekati waktu normal berakhir.
Macan Kemayoran membuka keunggulan lebih dahulu melalui Alexander Jeremejeff pada menit ke-41. Gol tersebut membuat Persib harus memasuki ruang ganti dalam kondisi tertinggal.
Maung Bandung kemudian berusaha meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika pertandingan memasuki menit ke-81.
Balsa Sekulic menjadi pemain yang membuat Persib kembali memiliki harapan membawa pulang poin dari Jakarta. Golnya mengubah kedudukan menjadi 1-1 ketika pertandingan menyisakan kurang dari 10 menit waktu normal.
Namun, Persija mampu memberikan pukulan terakhir pada menit-menit akhir pertandingan. Ivan Mamut muncul sebagai penentu kemenangan Macan Kemayoran lewat gol yang membuat Persib kembali tertinggal.
Gol tersebut terasa semakin spesial bagi Ivan Mamut karena dirinya merupakan pemain baru Persija. Penyerang tersebut bahkan baru diumumkan sebagai rekrutan Macan Kemayoran dua hari sebelum pertandingan.
Selepas pertandingan, sektor kanan pertahanan Persib menjadi salah satu bagian yang mendapatkan sorotan. Kakang Rudianto dan Danijel Loncar menjadi dua pemain yang ditanyakan kepada Tolic karena menempati area tempat bermulanya dua gol Persija.
Meski demikian, Tolic menolak membebankan kesalahan kepada keduanya. Pelatih asal Kroasia tersebut menilai penampilan Persib secara keseluruhan memang tidak berada pada level yang diharapkan.
"Ya, saya rasa hari ini tidak ada seorang pun yang boleh merasa puas dengan penampilan siapa pun. Anda tahu, kesalahan itu bukan hanya dibuat oleh satu orang saja," ujar Tolic usai laga.
Menurut Tolic, sepak bola tidak hanya berbicara mengenai kesalahan individu seorang pemain. Kemampuan untuk saling membantu dan menutup ruang ketika rekan berada dalam kesulitan juga menjadi bagian penting dalam permainan tim.
Persib dinilai beberapa kali gagal melakukan hal tersebut ketika Persija mendapatkan kesempatan menyerang. Situasi itu membuat Macan Kemayoran mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
"Setiap pemain bisa bermain bagus, melakukan penyelamatan, saling membantu dengan cepat. Hari ini, ada sekitar tiga kali kami tidak melakukannya," kata Tolic.
" sekitar tiga kali mereka punya peluang mencetak gol, meski kami sempat berhasil mengantisipasinya. Jadi ya, menurut saya secara keseluruhan, tidak ada hal bagus yang keluar dari permainan kami hari ini," sambungnya.
Selain performa pemain, atmosfer SUGBK yang dipenuhi pendukung Persija turut menjadi perhatian selepas pertandingan. Hampir 60 ribu Jakmania hadir untuk memberikan dukungan kepada Macan Kemayoran dalam laga tersebut.
Tolic mengakui bermain dalam kondisi stadion yang sangat bising memang memberikan tantangan tersendiri. Komunikasi antarpemain di atas lapangan menjadi lebih sulit karena suara dari tribune.
Namun, ia tidak ingin menjadikan kondisi tersebut sebagai penyebab kekalahan Persib. Menurutnya, atmosfer SUGBK "sama sekali bukan masalah", meskipun bermain di stadion tersebut diakui bukan perkara mudah.
"Memang bagi pemain sedikit sulit untuk saling berkomunikasi di atas lapangan karena suasananya sangat bising. Namun, kami sudah menekankan sejak awal agar kami percaya pada diri sendiri, berhati-hati di awal laga, sangat fokus, saling membantu, dan kemudian mencoba berkembang menit demi menit," kata pelatih asal Kroasia itu.
Persib pun tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan evaluasi secara berlarut-larut. Jadwal berikutnya sudah menanti Maung Bandung hanya beberapa hari setelah pertandingan menghadapi Persija.
Pasukan Igor Tolic harus segera mengalihkan perhatian menuju kompetisi Asia. Persib dijadwalkan bertandang ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul pada Rabu (16/9/2026).
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Piala Dunia Seoul. Laga itu sekaligus menandai dimulainya petualangan Maung Bandung di kompetisi Asia musim ini.
Kondisi fisik pemain menjadi salah satu aspek yang harus segera diperhatikan setelah menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi kontra Persija. Persib memiliki waktu terbatas untuk memulihkan kondisi sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi FC Seoul.
"Kami tidak punya banyak waktu untuk bersedih, kami juga tidak punya waktu untuk merasa lelah. Kami harus segera memulihkan kondisi dan bersiap menuju Seoul untuk menampilkan performa terbaik," kata Tolic.
Kekalahan di Jakarta membuat Persib harus turun ke peringkat kelima klasemen sementara BRI Super League 2026/2027. Maung Bandung mengoleksi tiga poin setelah mencatatkan satu kemenangan dan satu kekalahan dari dua pertandingan.
Sementara itu, Persija berhasil menjaga catatan sempurna pada awal kompetisi berkat kemenangan tersebut. Macan Kemayoran naik ke posisi kedua dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
(igp)
Load more